Tindakan oknum preman kampung yang nekat memalak sopir mobil box di jalan utama Sukabumi kini menjadi sorotan luas setelah terekam kamera dan viral di media sosial.
Aksinya dianggap meresahkan karena menggunakan dalih berjualan, padahal sopir merasa dipaksa untuk memberikan uang.
Ironisnya, mobil yang ia datangi ternyata dikawal oleh anggota Brimob yang langsung turun tangan dan memberi teguran keras.
Reaksi spontan aparat tersebut membuat publik memberikan apresiasi atas sikap tegas terhadap premanisme jalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Oknum Preman Kampung Palak Mobil yang Dikawal Brimob

Kejadian yang berlangsung di Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kampung Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, terjadi beberapa waktu lalu sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam video berdurasi hampir satu setengah menit yang diunggah di akun X @B3doel, terlihat seorang pria menghampiri mobil box dan menawarkan air mineral.
Namun, sopir dan penumpang mobil merasa tidak nyaman dengan cara pria itu meminta uang.
Pria tersebut tidak hanya menawarkan minuman, tapi juga menunjukkan gestur memaksa, ciri khas yang sering diasosiasikan dengan tindakan pemalakan.
Yang tidak disangka, salah satu penumpang mobil adalah anggota Brimob bersenjata lengkap.
Dalam hitungan detik, aparat tersebut turun dari kendaraan dan mendekati pelaku. Terjadilah adu mulut yang cukup sengit, di mana oknum preman kampung tersebut tetap berdalih hanya berjualan.
Tapi sang anggota Brimob menegaskan bahwa cara seperti itu bukanlah jual beli, melainkan tindakan yang mengandung unsur pemaksaan.
Pelaku sempat bersikukuh dan menyebut bahwa lokasi itu adalah wilayahnya. Namun aparat tetap meminta sopir untuk melanjutkan perjalanan dan memperingatkan pelaku.
Identitas Oknum Preman Kampung Dikenal Warga, Sering Buat Masalah Sejak Lama
Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, membenarkan bahwa pelaku adalah warga desa berinisial IM (44). IM diketahui telah beberapa kali ditegur oleh aparat karena aktivitas serupa.
Bahkan, sebelum menjabat sebagai kepala desa, Ence mengaku sudah mendengar banyak laporan warga tentang kelakuan oknum preman kampung tersebut.
IM bersama keluarganya membuka lapak kecil di tepi jalan yang cukup ramai dilalui truk dan kendaraan berat.
Modus mereka adalah berjualan air mineral, namun dalam praktiknya sering disertai tekanan psikologis kepada sopir untuk membeli atau bahkan langsung meminta uang.
Yang lebih mengkhawatirkan, IM tidak beroperasi sendirian. Istri, anak, dan saudara-saudaranya juga turut membantu menjalankan aktivitas tersebut.
Mereka bergiliran berjaga dari pagi hingga malam hari, menyasar para pengendara yang dianggap potensial.
Warga dan Pemerintah Desa Sudah Lama Resah, Tapi Tindakan Hukum Terkendala
Halaman : 1 2 Selanjutnya













Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.