BARRU – Nasib petani di Dusun Lapao, Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, kian memprihatinkan.
Jaringan irigasi yang menjadi penopang areal persawahan di wilayah itu rusak dan belum diperbaiki selama kurang lebih dua tahun.
Akibatnya, setiap musim kemarau para petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat lahan pertanian terancam kekeringan hingga berisiko mengalami gagal panen.
Ironisnya, di sekitar lokasi terdapat mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Namun, sumber air itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena saluran irigasi yang rusak membuat air tidak mengalir ke areal persawahan.
Persoalan ini mendapat sorotan dari Kepala Biro Penyuluhan dan Penerangan Hukum DPC Permahi Makassar, Firdaus Permadi.
Menurut Firdaus, kerusakan irigasi yang dibiarkan selama dua tahun menunjukkan persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan.
“Petani tidak membutuhkan janji. Mereka membutuhkan tindakan nyata agar sawah kembali mendapatkan pasokan air dan produksi pertanian tetap terjaga,” kata Firdaus.
Editor : Hengki
Halaman : 1 2 Selanjutnya












