BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026

BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026

Redaksiku.com – BI Rate terbaru masih berada di level 5,75 persen hingga Rabu, 22 Juli 2026 pagi.

Angka tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17–18 Juni 2026. Saat itu, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 5,50 persen menjadi 5,75 persen.

Suku bunga Deposit Facility turut dinaikkan menjadi 4,75 persen, sementara Lending Facility naik menjadi 6,50 persen.

Bank Indonesia sedang menyelenggarakan RDG bulanan pada 21–22 Juli 2026. Hingga artikel ini diperbarui pukul 10.11 WIB, halaman indikator resmi BI masih mencantumkan keputusan 18 Juni sebagai data terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar kini menunggu apakah BI akan mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen atau kembali menaikkannya untuk memperkuat rupiah dan mengendalikan risiko inflasi.

BI Rate Terbaru Hari Ini

Berikut posisi suku bunga kebijakan Bank Indonesia sebelum hasil RDG Juli 2026 diumumkan:

Instrumen kebijakan Tingkat suku bunga
BI-Rate 5,75 persen
Deposit Facility 4,75 persen
Lending Facility 6,50 persen
Keputusan terakhir 18 Juni 2026
Jadwal RDG terbaru 21–22 Juli 2026

Bank Indonesia menaikkan ketiga suku bunga tersebut masing-masing sebesar 25 basis poin pada RDG Juni. Kebijakan diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026–2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.

Perjalanan BI Rate Sepanjang 2026

BI-Rate sempat bertahan di level 4,75 persen selama empat bulan pertama 2026. Perubahan besar terjadi mulai Mei ketika tekanan terhadap rupiah dan risiko inflasi meningkat.

Tanggal keputusan BI-Rate Perubahan
21 Januari 2026 4,75 persen Tetap
19 Februari 2026 4,75 persen Tetap
17 Maret 2026 4,75 persen Tetap
22 April 2026 4,75 persen Tetap
20 Mei 2026 5,25 persen Naik 50 bps
9 Juni 2026 5,50 persen Naik 25 bps
18 Juni 2026 5,75 persen Naik 25 bps

Dengan demikian, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin sejak pertengahan Mei 2026.

Kenaikan pada 9 Juni menjadi perhatian karena dilakukan melalui RDG mingguan atau di luar jadwal rapat bulanan. BI menyatakan langkah tersebut diperlukan karena pelemahan rupiah bergerak lebih dalam daripada yang diperkirakan sebelumnya.

BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026
BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026

Mengapa Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga?

Bank Indonesia menyebut kenaikan BI-Rate terutama ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BI juga memandang kenaikan tersebut sebagai langkah pencegahan agar inflasi tetap berada dalam sasaran 1,5–3,5 persen selama 2026 dan 2027.

Selain menaikkan suku bunga, BI meningkatkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward dan Non-Deliverable Forward di luar negeri.

BI turut menjaga imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia agar aset keuangan domestik tetap menarik bagi investor asing.

Rupiah Melemah Menjelang Keputusan BI

Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Rabu pagi.

Rupiah dibuka di sekitar Rp17.930 per dolar AS, turun 42 poin dari penutupan sebelumnya sebesar Rp17.888 per dolar AS. Data tersebut menggambarkan tekanan terhadap mata uang domestik masih menjadi pertimbangan penting bagi Bank Indonesia.

BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin pada 2026 untuk menarik aliran modal dan membantu menahan pelemahan rupiah. Namun, kebijakan suku bunga bukan satu-satunya instrumen karena BI juga melakukan intervensi valuta asing serta mengelola likuiditas pasar uang.

Inflasi Mendekati Batas Atas Sasaran

Inflasi tahunan Indonesia naik menjadi 3,34 persen pada Juni 2026, dari 3,08 persen pada Mei.

Angka tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam tiga bulan dan sudah mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia sebesar 3,5 persen.

Inflasi inti juga meningkat dari 2,59 persen menjadi 2,76 persen. Tekanan antara lain berasal dari harga bahan bakar nonsubsidi, biaya transportasi, logistik, makanan, dan pelemahan rupiah.

Kenaikan inflasi membuat ruang untuk menurunkan BI-Rate menjadi semakin terbatas. Meski demikian, Bank Indonesia masih perlu mempertimbangkan dampak suku bunga tinggi terhadap kredit, investasi, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi.

Defisit Perdagangan Menambah Tekanan

Indonesia mencatat defisit perdagangan sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Ini menjadi defisit bulanan pertama dalam enam tahun.

Defisit terjadi ketika ekspor turun 5,73 persen secara tahunan, sementara impor meningkat 22,16 persen. Impor minyak olahan melonjak hampir dua kali lipat akibat harga energi global dan meningkatnya kebutuhan impor.

Defisit perdagangan dapat meningkatkan kebutuhan terhadap dolar AS sehingga turut memberikan tekanan kepada rupiah.

Namun, satu bulan defisit belum cukup untuk menyimpulkan bahwa neraca perdagangan Indonesia akan terus mengalami kekurangan. BI akan melihat data berikutnya untuk menilai apakah tekanan tersebut bersifat sementara atau berkelanjutan.

Apakah BI Rate Akan Naik Lagi?

Belum ada keputusan resmi hingga artikel ini diperbarui.

Berdasarkan kondisi rupiah, inflasi, perdagangan, dan perkembangan pasar global, terdapat dua skenario utama yang diperhatikan pelaku pasar.

BI Rate Dipertahankan 5,75 Persen

Bank Indonesia dapat mempertahankan suku bunga untuk melihat dampak kenaikan 100 basis poin yang telah dilakukan sejak Mei.

Suku bunga bekerja melalui proses transmisi yang membutuhkan waktu. Karena itu, BI dapat memilih menunggu perubahan pada rupiah, inflasi, arus modal, serta suku bunga pasar sebelum mengambil langkah lanjutan.

Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan BI dapat menahan suku bunga karena kenaikan terakhir dinilai sudah mengantisipasi sebagian risiko global.

BI Rate Naik Menjadi 6 Persen

Skenario lain adalah kenaikan 25 basis poin menjadi 6 persen.

Langkah tersebut dapat dipilih apabila BI menilai pelemahan rupiah, tekanan inflasi, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian global membutuhkan respons tambahan.

Sejumlah pemantauan pasar menjelang RDG menunjukkan ekspektasi kenaikan kembali muncul untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Namun, perkiraan pasar bukan keputusan resmi Bank Indonesia.

BI Pantau Likuiditas Perbankan

Kenaikan suku bunga dapat memperketat kondisi likuiditas apabila dana menjadi lebih mahal atau tidak tersebar merata di seluruh bank.

Bank Indonesia menyatakan sedang memantau distribusi likuiditas untuk memastikan bank mempunyai dana yang cukup guna mendukung stabilitas sekaligus pertumbuhan ekonomi.

BI juga berkomunikasi dengan perbankan untuk menyelesaikan hambatan distribusi likuiditas dan menjaga proses pembentukan suku bunga antarbank tetap efisien.

Kebijakan ini penting karena BI tidak hanya berupaya menjaga rupiah. Bank sentral juga harus memastikan kebijakan moneter tidak membuat penyaluran kredit ke sektor produktif berhenti secara mendadak.

Dampak BI Rate terhadap Bunga KPR

Kenaikan BI-Rate tidak otomatis langsung menaikkan seluruh cicilan KPR pada hari yang sama.

Perbankan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan biaya dana, suku bunga deposito, dan suku bunga kredit. Dampaknya juga berbeda berdasarkan kebijakan masing-masing bank serta jenis perjanjian kredit.

Nasabah KPR dengan bunga tetap selama periode tertentu biasanya belum langsung terkena perubahan sampai masa bunga tetap selesai.

Sementara itu, KPR dengan bunga mengambang lebih berpotensi mengalami penyesuaian apabila bank menaikkan suku bunga kredit. Bank Indonesia menjelaskan bahwa transmisi BI-Rate menuju bunga pinjaman dan tabungan berlangsung secara bertahap.

Dampak terhadap Kredit Usaha dan Kendaraan

BI-Rate yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan bank.

Dalam kondisi tertentu, bank dapat meneruskan kenaikan tersebut melalui bunga kredit modal kerja, investasi, kendaraan bermotor, kartu kredit, maupun kredit konsumsi lainnya.

Namun, besarnya penyesuaian tidak selalu sama dengan kenaikan BI-Rate. Bank mempertimbangkan biaya dana, risiko nasabah, persaingan, kualitas kredit, dan kondisi likuiditas.

Pelaku usaha dengan pinjaman berbunga mengambang perlu memperhatikan perubahan cicilan, arus kas, serta jadwal peninjauan bunga dalam perjanjian kredit.

Dampak terhadap Deposito dan Tabungan

Kenaikan BI-Rate dapat mendorong bank menaikkan bunga deposito agar tetap mampu menarik dana masyarakat.

Bagi deposan, kondisi tersebut dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi. Akan tetapi, penyesuaiannya tidak selalu langsung dan berbeda pada setiap bank.

Bank dengan kebutuhan likuiditas lebih besar dapat menawarkan bunga yang lebih kompetitif. Sebaliknya, bank dengan dana berlimpah mungkin tidak perlu menaikkan bunga secara agresif.

Nasabah tetap perlu memperhatikan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan karena simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan berisiko tidak memenuhi seluruh persyaratan penjaminan.

Dampak terhadap Rupiah

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset rupiah, seperti obligasi pemerintah dan instrumen pasar uang.

Apabila selisih imbal hasil Indonesia dengan negara lain menjadi lebih menarik, investor asing berpotensi menambah penempatan dana di dalam negeri.

Masuknya modal asing dapat meningkatkan permintaan terhadap rupiah. Namun, penguatan nilai tukar tetap dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat, harga minyak, kondisi geopolitik, neraca perdagangan, dan persepsi terhadap kebijakan fiskal.

Dampak terhadap Saham dan Obligasi

Kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan kepada saham perusahaan yang mempunyai utang besar atau sangat bergantung pada pembiayaan.

Sektor properti, otomotif, konstruksi, dan barang konsumsi bernilai tinggi dapat terpengaruh apabila masyarakat menunda pengajuan kredit.

Sebaliknya, sektor perbankan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan margin bunga apabila kenaikan bunga kredit lebih cepat daripada kenaikan biaya dana. Namun, keuntungan tersebut dapat berkurang apabila permintaan kredit melemah atau risiko gagal bayar meningkat.

Pada pasar obligasi, kenaikan ekspektasi suku bunga cenderung mendorong imbal hasil naik dan harga obligasi turun. Dampaknya berbeda berdasarkan jangka waktu serta sensitivitas masing-masing obligasi.

Apa Itu BI Rate?

BI-Rate adalah suku bunga kebijakan yang ditetapkan Bank Indonesia dan menjadi sinyal arah kebijakan moneter.

Suku bunga tersebut menjadi salah satu acuan bagi lembaga keuangan dalam menentukan bunga pinjaman, deposito, tabungan, dan berbagai instrumen keuangan lainnya.

Sejak 21 Desember 2023, Bank Indonesia menggunakan kembali nama BI-Rate untuk menggantikan istilah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Perubahan nama tersebut tidak mengubah makna maupun tujuan kebijakan. Operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia dengan tenor tujuh hari.

Perbedaan BI Rate dan Bunga Bank

BI-Rate bukan bunga KPR, bunga deposito, atau bunga kredit yang langsung dibayarkan nasabah.

BI-Rate merupakan sinyal kebijakan dari bank sentral. Sementara itu, suku bunga perbankan ditentukan oleh masing-masing bank berdasarkan biaya dana, risiko, likuiditas, jangka waktu, persaingan, dan kondisi nasabah.

Karena itu, kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin tidak selalu membuat bunga kredit naik tepat 25 basis poin.

Proses transmisinya dapat berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Masyarakat

Pemilik cicilan berbunga mengambang dapat memeriksa jadwal evaluasi bunga dan menyiapkan ruang tambahan dalam anggaran bulanan.

Calon peminjam sebaiknya membandingkan bunga efektif, biaya provisi, biaya administrasi, penalti, asuransi, dan total cicilan—bukan hanya melihat bunga promosi.

Nasabah deposito dapat membandingkan penawaran bank dengan tingkat bunga penjaminan LPS serta memastikan simpanannya memenuhi ketentuan penjaminan.

Investor perlu memahami bahwa keputusan BI-Rate dapat memengaruhi rupiah, obligasi, saham, dan biaya pendanaan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan pasar.

Kesimpulan

BI-Rate terbaru masih berada di level 5,75 persen hingga Rabu, 22 Juli 2026 pukul 10.11 WIB.

Suku bunga Deposit Facility berada di level 4,75 persen, sedangkan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Angka tersebut merupakan hasil RDG 17–18 Juni 2026.

Bank Indonesia sedang menyelenggarakan RDG Juli pada 21–22 Juli 2026. Keputusan terbaru belum dipublikasikan ketika artikel ini diperbarui.

Rupiah yang melemah ke sekitar Rp17.930 per dolar AS, inflasi Juni sebesar 3,34 persen, serta defisit perdagangan Mei menjadi beberapa indikator penting yang dipertimbangkan pasar.

Dua kemungkinan utama adalah BI mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen atau menaikkannya 25 basis poin menjadi 6 persen. Kepastian hanya dapat diperoleh dari pengumuman resmi Bank Indonesia setelah RDG selesai.

FAQ BI Rate

Berapa BI Rate terbaru?

BI-Rate resmi terbaru masih 5,75 persen berdasarkan keputusan 18 Juni 2026.

Kapan keputusan BI Rate Juli 2026 diumumkan?

Bank Indonesia menyelenggarakan RDG pada 21–22 Juli 2026. Hasilnya diumumkan setelah rapat selesai.

Berapa suku bunga Deposit Facility?

Suku bunga Deposit Facility berada di level 4,75 persen.

Berapa suku bunga Lending Facility?

Suku bunga Lending Facility berada di level 6,50 persen.

Mengapa BI Rate dinaikkan?

BI menaikkan suku bunga untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah.

Apakah BI Rate akan naik menjadi 6 persen?

Kenaikan menjadi 6 persen merupakan salah satu kemungkinan yang diperkirakan pasar, tetapi belum menjadi keputusan resmi.

Apakah kenaikan BI Rate langsung menaikkan bunga KPR?

Tidak selalu langsung. Penyesuaian bunga bank membutuhkan waktu dan bergantung pada jenis kredit serta kebijakan masing-masing bank.

Apakah bunga deposito akan naik?

Bunga deposito cenderung dapat meningkat ketika BI-Rate naik, tetapi besarnya berbeda pada setiap bank.

Apa perbedaan BI Rate dan BI7DRR?

Keduanya mengacu pada kebijakan yang sama. Sejak Desember 2023, BI mengganti nama BI7DRR menjadi BI-Rate untuk memperkuat komunikasi.

Apakah BI Rate tinggi baik bagi ekonomi?

BI-Rate tinggi dapat membantu menjaga rupiah dan inflasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya kredit serta menekan konsumsi dan investasi.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya
Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir
Harga Emas Dunia Berpeluang Terbang Lagi, Ahli Bidik US$4.493 Pekan Ini
IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun
Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu
India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit
Harga Emas Antam Hari Ini, Cek Pergerakan Harga Logam Mulia Terbaru
4 Tanda Tindakan Bullying di Tempat Kerja

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Harga Emas Dunia Berpeluang Terbang Lagi, Ahli Bidik US$4.493 Pekan Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:39 WIB

IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu

Berita Terbaru

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap turun langsung memantau kondisi sumber air baku di Bendung Batu Bessi

Internasional

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:59 WIB

Polres Barru menggelar apel gelar pasukan, Selasa (11/8/2026).

Internasional

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:44 WIB

Polisi bersama warga langsung turun tangan. Pohon dievakuasi dan material yang menutup jalan dibersihkan.

Internasional

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:02 WIB

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB