Fakta Menarik Kukang: Primata Menggemaskan yang Memiliki Racun

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kukang

Ilustrasi Kukang

Memburu atau memeliharanya tanpa izin dapat berujung pada sanksi pidana berupa penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Tiga Spesies di Indonesia

Di Indonesia, terdapat tiga spesies: kukang Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Perbedaan utama terlihat dari berat tubuh dan warna punuk yang ada di punggungnya.

Kukang Jawa beratnya sekitar 900 gram dengan punuk terang, sementara yang Sumatra dan Kalimantan lebih kecil dan berwarna abu-abu kecokelatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data IUCN, kukang Jawa berstatus kritis dan terancam punah, sementara dua lainnya berstatus rentan.

Primata yang Pintar

Memiliki kecerdasan dalam memilih makanan dan hanya mengonsumsi bagian daging buah yang sudah matang dan manis, sedangkan kulit dan bijinya tidak dimakan.

Tubuh yang Lentur

Memiliki tubuh yang sangat lentur, iaa dapat bergelantungan terbalik dan tidur dengan posisi menggulung seperti bola untuk melindungi dirinya dari predator.

Berbeda dengan Kuskus

Meskipun sering dikira sama, kukang dan kuskus adalah dua jenis hewan berbeda. Ia bukan satwa berkantung seperti kuskus, dan jari-jarinya lebih panjang karena ia hidup sepenuhnya di atas pohon.

Taring Mengandung Bisa

Salah satu fakta paling mengejutkan adalah bahwa kukang memiliki kelenjar bisa di siku bagian dalam yang bisa disalurkan ke mulut dan digunakan saat menggigit.

Bisa ini dapat menyebabkan reaksi alergi serius seperti gatal, bengkak, kejang, hingga pingsan pada manusia.

Bukan Satwa Peliharaan

Penelitian dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB menunjukkan bahwa hewan ini bisa membawa penyakit zoonosis, seperti cacingan, yang dapat menular ke manusia.

Telur cacing dari kukang bisa hidup di tanah, air, bahkan pakaian selama berbulan-bulan dan menjadi ancaman kesehatan.

 Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammad Suryadi R Hadirkan Buku Geopolitik, Narasi, Kendali
Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026
Jangan Lewatkan! 5 Tips Melihat Hujan Meteor Bootids Dini Hari
Viral! 5 Fakta Bunga Bangkai Depok yang Jadi Tontonan Warga
Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrids Mei 2026: Jadwal, Asal-Usul, dan Cara Menyaksikannya
Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii
Setelah Pencarian 13 Tahun, Rafflesia Hasseltii Ditemukan di Hutan Sumatera
Cuaca Jakarta Masih Panas Banget, BMKG Imbau Warga Hindari Paparan Langsung di Jam-Jam Ini
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:01 WIB

Muhammad Suryadi R Hadirkan Buku Geopolitik, Narasi, Kendali

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:09 WIB

Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:30 WIB

Jangan Lewatkan! 5 Tips Melihat Hujan Meteor Bootids Dini Hari

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:53 WIB

Viral! 5 Fakta Bunga Bangkai Depok yang Jadi Tontonan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:01 WIB

Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrids Mei 2026: Jadwal, Asal-Usul, dan Cara Menyaksikannya

Berita Terbaru

Kirim Surat Lamaran Banyak, Tapi Selalu Ditolak

Keuangan

Kirim Surat Lamaran Banyak, Tapi Selalu Ditolak? 3 Penyebabnya

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:41 WIB