Redaksiku.com – Beberapa hari terakhir, warga Jakarta dan sekitarnya terus mengeluhkan cuaca yang makin panas dan bikin gerah luar biasa.
Panasnya bukan main bukan cuma bikin keringetan, tapi juga bikin banyak orang cepat lelah, bahkan gampang dehidrasi.
Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tinggi ini belum akan segera mereda. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa Jakarta dan sejumlah wilayah Indonesia sedang berada pada puncak periode panas tahunan, dan masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
˜ï¸ Jam Paling Panas di Jakarta: 10.00 dan 16.00 WIB
BMKG menyarankan agar masyarakat menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB, karena di rentang waktu inilah intensitas sinar matahari mencapai titik tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada jam-jam tersebut, paparan sinar UV sedang sangat kuat dan bisa berdampak negatif bagi kesehatan kulit dan tubuh, ujar Guswanto.
Paparan sinar matahari berlebih bisa memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari kulit terbakar (sunburn), dehidrasi, heatstroke, hingga peningkatan risiko kanker kulit jika terjadi terus-menerus tanpa perlindungan.
Untuk itu, BMKG memberikan beberapa imbauan praktis agar masyarakat tetap aman dan sehat di tengah suhu ekstrem seperti saat ini.
🧴 Tips Aman dari BMKG Saat Cuaca Panas
Guswanto menegaskan, masyarakat bisa tetap beraktivitas seperti biasa asalkan memperhatikan langkah-langkah perlindungan berikut:
-
Gunakan pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, atau pakaian berbahan ringan namun tertutup. Sunscreen dengan SPF tinggi juga penting untuk melindungi kulit dari sinar UV.
-
Minum air putih yang cukup hindari minuman berkafein atau bersoda yang justru bisa memperparah dehidrasi.
-
Kurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama di siang hari saat suhu mencapai puncaknya.
-
Cari tempat teduh atau ruangan ber-AC jika memungkinkan.
-
Konsumsi makanan bergizi dan buah-buahan tinggi air seperti semangka, jeruk, atau mentimun untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko gangguan kesehatan akibat panas ekstrem bisa diminimalkan.
ðŸŒ¡ï¸ Suhu Panas Capai 35 Derajat, Sebar Merata di Indonesia
BMKG mencatat, suhu udara di beberapa wilayah Indonesia bisa mencapai hingga 35°C, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat udara terasa menyengat dan bikin tubuh cepat lelah.
Adapun wilayah yang paling terdampak antara lain:
-
Sebagian besar Nusa Tenggara
-
Jawa bagian barat hingga timur
-
Kalimantan bagian barat dan tengah
-
Sulawesi bagian selatan dan tenggara
-
Serta sejumlah daerah di Papua
Fenomena ini bukan hanya dirasakan di perkotaan besar seperti Jakarta, tapi juga di daerah-daerah pedesaan. Perbedaan suhu antara siang dan malam pun terasa sangat ekstrem siang bisa panas menyengat, malam justru lembap dan gerah.
Penyebab Utama Cuaca Panas
BMKG menjelaskan bahwa penyebab utama cuaca panas ini adalah pergerakan semu matahari, yang saat ini sedang berada di belahan bumi selatan. Artinya, posisi matahari sedang lebih dekat dengan wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Selain itu, monsun Australia atau angin musim kering dari Benua Australia ikut berperan besar. Angin ini membawa udara panas dan kering sehingga menyebabkan berkurangnya awan dan minimnya curah hujan. Akibatnya, sinar matahari menjadi lebih terik karena tidak ada tutupan awan yang menghalangi.
BMKG juga menambahkan bahwa fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Setelah itu, cuaca secara bertahap akan mulai bertransisi menuju musim hujan.
Kondisi panas seperti ini bersifat musiman dan umumnya akan berakhir saat awan-awan hujan mulai terbentuk lebih banyak, kata Guswanto.
ðŸŒ§ï¸ Masih Ada Peluang Turun Hujan
Meskipun cuaca sedang panas-panasnya, BMKG memastikan masih ada peluang hujan lokal di beberapa daerah, termasuk Jabodetabek. Berdasarkan prakiraan cuaca untuk Jumat (17/10/2025), wilayah-wilayah berikut berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang:
-
Kota Tangerang
-
Kota Tangerang Selatan
-
Kabupaten Tangerang
-
Jakarta Barat
-
Jakarta Selatan
-
Jakarta Timur
-
Kepulauan Seribu
-
Kabupaten dan Kota Bekasi
-
Kabupaten dan Kota Bogor
-
Kota Depok
Cuaca seperti ini bisa menimbulkan perubahan suhu yang tiba-tiba dari sangat panas di siang hari menjadi sejuk saat sore atau malam ketika hujan turun. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, agar tidak mudah terserang flu, batuk, atau infeksi saluran pernapasan akibat perubahan cuaca ekstrem.
💧 Tips Bertahan di Cuaca Panas dan Lembap
Selain menjaga hidrasi, ada beberapa langkah tambahan agar tubuh tetap fit di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang:
Halaman : 1 2 Selanjutnya






