Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii

Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii

Redaksiku.com – Universitas Oxford dan Oxford Botanic Garden tengah menghadapi kritik tajam dari publik Indonesia setelah unggahan resmi mereka terkait penemuan spesies langka Rafflesia hasseltii di Sumatera dianggap tidak memberikan pengakuan yang layak kepada para peneliti Indonesia yang ikut terlibat.

Aksi ini memicu gelombang protes di media sosial, terutama karena kontribusi peneliti lokal dinilai sangat krusial dalam eksplorasi ilmiah tersebut.

Kecaman publik semakin menguat setelah tokoh nasional, Anies Baswedan, turut menyampaikan kritiknya secara terbuka. Ia menuntut agar Oxford segera mencantumkan nama-nama peneliti Indonesia yang berperan penting dalam penemuan spesies endemik tersebut.

Kontroversi ini bermula dari unggahan akun resmi Oxford Botanic Garden (@UniofOxford) dan peneliti asal Oxford, Chris Thorogood (@thorogoodchris1), di platform X (sebelumnya Twitter). Dalam unggahan tersebut, Thorogood menggambarkan perjalanannya menembus hutan hujan Sumatera dalam ekspedisi menemukan bunga langka Rafflesia hasseltii. Ia menulis bahwa dirinya merupakan anggota tim yang harus melakukan perjalanan siang dan malam di hutan yang dihuni harimau, dan menyebut perjumpaan dengan bunga tersebut sebagai pengalaman yang mengubah hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, baik dalam unggahan Thorogood maupun Oxford, tidak terdapat penyebutan nama-nama peneliti Indonesia yang turut serta dalam ekspedisi itu. Meski kata tim berulang kali disebut, sorotan hanya diarahkan pada Thorogood sebagai perwakilan Oxford sementara kontribusi ahli lokal yang membantu penelitian tersebut sama sekali tidak disebutkan.

Mereka Bukan NPC!: Kritik Anies Baswedan untuk Oxford

Tidak adanya pengakuan terhadap peneliti Indonesia memicu kemarahan banyak pihak. Anies Baswedan menegur langsung Universitas Oxford melalui akun X miliknya.

“Dear @UniofOxford, our Indonesian researchers Joko Witono, Septi Andriki, and Iswandi are not NPCs. Name them too, tulis Anies.

Frasa bukan NPC (Non-Playable Character)istilah dalam dunia gim yang merujuk pada karakter figuran tanpa peran utamamenjadi pernyataan yang menarik perhatian publik. Melalui kalimat tersebut, Anies menyoroti bagaimana perlakuan Oxford seolah memosisikan para peneliti Indonesia hanya sebagai pendamping atau figuran, bukan mitra riset setara yang layak mendapatkan kredit penuh.

Tiga peneliti Indonesia yang dimaksudJoko Witono, Septi Andriki, dan Iswandidiketahui merupakan bagian penting dari tim lapangan yang berhasil menemukan spesies Rafflesia hasseltii. Mereka berasal dari lembaga penelitian Indonesia yang secara langsung memahami ekologi, lokasi, dan kondisi hutan hujan Sumatera. Dalam penelitian spesies endemik, kontribusi ilmuwan lokal tidak hanya penting, tetapi juga wajib dihargai sebagai bentuk etika kolaborasi internasional.

Kecaman dari Anies Baswedan sekaligus menegaskan bahwa pengakuan yang adil bukan hanya tentang pencantuman nama, tetapi juga penghormatan terhadap martabat ilmuwan negara asal penemuan. Hal ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi riset internasional harus berjalan dengan prinsip kesetaraan dan transparansi.

Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii
Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii

Oxford Belum Tanggapi Kritik Publik

Hingga laporan ini diterbitkan, baik Universitas Oxford maupun Oxford Botanic Garden belum memberikan respons resmi terkait tuntutan publik Indonesia. Tidak adanya tanggapan ini memicu semakin banyak diskusi di media sosial, di mana warganet meminta Oxford bertanggung jawab dan segera melakukan koreksi.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana praktik kolonial dalam dunia akademikdi mana peneliti lokal sering dipinggirkan dalam publikasi atau kredit penelitianmasih bisa terjadi. Banyak akademisi Indonesia menilai bahwa situasi ini harus menjadi momentum untuk mengadvokasi etika kolaborasi ilmiah yang lebih setara dan transparan.

Kontroversi ini juga mengingatkan pentingnya mencantumkan kontribusi peneliti lapangan, terutama ketika riset dilakukan di negara biodiversitas tinggi seperti Indonesia. Tanpa dukungan ilmuwan lokal yang memahami geografi, budaya, dan ekosistem, penemuan spesies seperti Rafflesia hasseltii tidak akan mungkin terjadi.

Kejadian ini menjadi peringatan sekaligus pelajaran: pengakuan ilmiah bukan sekadar nama dalam unggahan, tetapi bentuk penghormatan terhadap keahlian dan kerja keras yang nyata.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Berbeda dengan Koalisi
KPK Belum Jadwalkan Pemanggilan Nusron Wahid dalam Kasus ATR/BPN
Harga Emas Antam Naik Rp 25 Ribu per Gram Hari Ini 19 September 2026
Meta Digugat 70 Orang Terkait Privasi Kacamata Pintar AI
Aaron Donald Bersiap Kembali ke Rams di Laga Kontra Giants
Pavel Dorofeyev Tampil Percaya Diri dengan Atribut Mematikan
Xbox Bantah Rumor Perubahan Layanan Game Pass di 2027
Ruang Redaksi California Ganti Puluhan Reporter dengan Penulis AI

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:23 WIB

NasDem Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Berbeda dengan Koalisi

Sabtu, 19 September 2026 - 19:22 WIB

KPK Belum Jadwalkan Pemanggilan Nusron Wahid dalam Kasus ATR/BPN

Sabtu, 19 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp 25 Ribu per Gram Hari Ini 19 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 19:16 WIB

Meta Digugat 70 Orang Terkait Privasi Kacamata Pintar AI

Sabtu, 19 September 2026 - 19:03 WIB

Aaron Donald Bersiap Kembali ke Rams di Laga Kontra Giants

Berita Terbaru

Bermain game konsol menjadi sarana relaksasi yang efektif bagi profesional di usia matang untuk melepas penat.

Life Style

10 Rekomendasi Game Konsol Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:51 WIB

Sejumlah saham tetap mencatatkan penguatan di tengah tekanan indeks IHSG sepanjang pekan ini.

Market Update

10 Saham yang Tetap Menguat Saat IHSG Melemah Pekan Ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:42 WIB

Aktivis dan jutawan Amerika Serikat, James Chambers, kini ditahan di Madrid menyusul permintaan ekstradisi.

Spain

Aktivis Jutawan James Chambers Ajukan Suaka di Spanyol

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:39 WIB

error: Content is protected !!