Di sisi lain, empat helikopter yang memiliki kemampuan water bombing telah disiapkan untuk membantu proses pemadaman di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Fokus pada Keselamatan Personel
Dalam menghadapi ancaman Karhutla 2026, Wakapolri juga menginstruksikan agar seluruh personel dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan, seperti baju tahan api, sepatu khusus, pelindung kepala, masker, hingga peralatan pemadaman bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, jajaran kepolisian diminta mendata kembali embung, waduk, kanal, dan sumur bor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air ketika kebakaran terjadi.
Wilayah Rawan Karhutla
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan telah mencapai sekitar 107.465 hektare. Sementara itu, lima wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan.
Data tersebut menjadi dasar bagi Polri untuk memprioritaskan penempatan personel dan sarana pendukung di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi.
Sebagai penutup, menghadapi ancaman Karhutla 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah mitigasi melalui kesiapan personel, pemanfaatan teknologi, serta koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Selain kesiapan aparat, keberhasilan pencegahan karhutla juga memerlukan peran aktif masyarakat. Dengan tidak membuka lahan menggunakan api, segera melaporkan titik kebakaran, dan mendukung upaya pencegahan di lingkungan sekitar, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian dapat diminimalkan.
Meski demikian, tidak semua wilayah di Indonesia akan merasakan dampak El Nino dengan tingkat yang sama. Beberapa daerah mungkin hanya mengalami penurunan curah hujan dalam waktu singkat, sementara wilayah lain dapat menghadapi kemarau yang jauh lebih panjang. Karena itu, kesiapsiagaan dan langkah antisipasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah menjadi hal penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena iklim ini.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






