Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Redaksiku.com – Abdullah dari Arab Saudi menjadi perbincangan setelah hasil pemeriksaan koroner Inggris mengungkap penyebab meninggalnya seorang anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi di sebuah hotel di London.

Sosok tersebut adalah Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Musaed bin Jalawi Al Saud. Pengumuman resmi Kerajaan Arab Saudi sebelumnya telah mengonfirmasi wafatnya sang pangeran. Dalam sejumlah pemberitaan Inggris, namanya ditulis dengan bentuk lebih singkat sebagai Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud.

Pangeran Abdullah ditemukan meninggal di kamar mandi London Marriott Hotel Kensington pada 25 November 2025. Ia berusia 29 tahun ketika meninggal dunia.

Dengan demikian, Pangeran Abdullah bukan meninggal pada Juli 2026. Informasi yang baru dipublikasikan pada 24 Juli 2026 adalah hasil persidangan koroner atau inquest yang menjelaskan kronologi serta penyebab medis kematiannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ringkasan Kasus Abdullah dari Arab Saudi

Keterangan Informasi
Nama Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Musaed bin Jalawi Al Saud
Usia 29 tahun
Tanggal meninggal 25 November 2025
Lokasi London Marriott Hotel Kensington, London
Ditemukan Di lantai kamar mandi
Penyebab medis Henti jantung akibat kombinasi alkohol dan sejumlah zat
Kesimpulan koroner Kematian karena misadventure
Indikasi bunuh diri Tidak ditemukan
Keterlibatan pihak lain Tidak ditemukan
Perkembangan terbaru Hasil pemeriksaan koroner dipublikasikan pada Juli 2026

Kesimpulan tersebut dibacakan setelah pengadilan koroner memeriksa hasil autopsi, laporan toksikologi, rekaman kamera pengawas, catatan perawatan medis, serta keadaan kamar hotel.

Kronologi Pangeran Abdullah Meninggal di London

Pangeran Abdullah dilaporkan masuk ke London Marriott Hotel Kensington pada 19 November 2025 untuk menginap selama satu pekan.

Pada malam sebelum ditemukan meninggal, rekaman kamera pengawas memperlihatkan dirinya keluar sendirian untuk merokok. Tidak ditemukan orang lain yang masuk atau mendampinginya ke kamar pada malam tersebut.

Pada 25 November 2025, seorang petugas kebersihan membuka kamar di lantai lima yang dalam keadaan terkunci.

Petugas menemukan Pangeran Abdullah dalam keadaan tidak merespons, masih berpakaian lengkap, dan terbaring di lantai kamar mandi. Pihak keamanan hotel serta layanan ambulans kemudian dipanggil ke lokasi.

Upaya pertolongan tidak berhasil dan Pangeran Abdullah dinyatakan meninggal dunia.

Lokasi tersebut merupakan London Marriott Hotel Kensington di Cromwell Road, kawasan Kensington, London.

Apa Penyebab Kematian Pangeran Abdullah?

Hasil pemeriksaan menunjukkan Pangeran Abdullah mengalami henti jantung setelah mengonsumsi campuran alkohol dan beberapa zat lainnya.

Laporan toksikologi menemukan konsentrasi alkohol dalam darah sebesar 222 miligram per 100 mililiter darah. Angka itu hampir tiga kali lipat batas legal mengemudi di Inggris sebesar 80 miligram per 100 mililiter darah.

Pemeriksaan juga menemukan kadar gamma-hydroxybutyrate atau GHB yang berpotensi fatal.

Selain itu, ditemukan jejak ganja, alprazolam yang dikenal dengan merek Xanax, serta beberapa obat untuk gangguan kecemasan dalam kadar yang berbeda.

Autopsi tidak menemukan penyakit akut maupun kronis yang menjadi penyebab utama kematian. Kesimpulan medis menyebut henti jantung terjadi akibat efek gabungan alkohol dan sejumlah zat tersebut.

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya
Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Apa Itu GHB?

GHB atau gamma-hydroxybutyrate merupakan zat depresan sistem saraf pusat.

Zat tersebut dapat menimbulkan rasa mengantuk, penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, koma, hingga kematian apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau dicampurkan dengan zat lain.

Layanan kesehatan Inggris memperingatkan GHB tidak boleh dicampur dengan alkohol. Interaksi keduanya dapat memperkuat efek penekanan terhadap sistem saraf pusat dan meningkatkan risiko kehilangan kesadaran maupun kematian.

Dalam kasus Pangeran Abdullah, koroner tidak hanya mempertimbangkan keberadaan satu zat, tetapi efek gabungan dari alkohol, GHB, ganja, alprazolam, dan obat-obatan lain yang ditemukan melalui pemeriksaan toksikologi.

Koroner Menyatakan Kematian sebagai Misadventure

Asisten Koroner Jean Harkin mencatat kesimpulan kematian Pangeran Abdullah sebagai death by misadventure, dengan penyebab berupa konsumsi beberapa jenis zat atau multi-drug ingestion.

Istilah misadventure dalam sistem koroner Inggris tidak berarti adanya petualangan atau tindak kejahatan.

Pedoman kehakiman Inggris menjelaskan bahwa istilah tersebut dapat digunakan ketika suatu tindakan yang dilakukan dengan sengaja berakhir secara tidak terduga dan tidak diniatkan. Untuk keperluan statistik, kesimpulan tersebut dikelompokkan bersama kematian akibat kecelakaan.

Dengan kata lain, koroner menilai Pangeran Abdullah memang mengonsumsi zat-zat tersebut, tetapi tidak ditemukan bukti bahwa ia bermaksud mengakhiri hidupnya.

Akibat fatal dari tindakan itu dinilai tidak direncanakan dan tidak diinginkan.

Tidak Ditemukan Bukti Bunuh Diri

Koroner menyatakan tidak terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa Pangeran Abdullah meninggal karena bunuh diri.

Tidak ditemukan surat atau pesan yang menunjukkan niat mengakhiri hidup. Ia juga tidak pernah menyampaikan keinginan tersebut kepada tenaga medis yang sebelumnya merawatnya.

Laporan dari dua fasilitas rehabilitasi tempat Pangeran Abdullah menjalani perawatan sebelumnya juga menyebut tidak ada kekhawatiran mengenai risiko bunuh diri ketika ia keluar dari perawatan.

Atas dasar itu, koroner menyimpulkan kematian terjadi secara tidak disengaja akibat konsumsi beberapa zat.

Tidak Ada Keterlibatan Pihak Ketiga

Pemeriksaan juga tidak menemukan indikasi keterlibatan orang lain dalam kematian Pangeran Abdullah.

Kamar hotel ditemukan dalam keadaan terkunci. Rekaman CCTV memperlihatkan dirinya sendirian pada malam sebelum ditemukan meninggal. Tidak ditemukan tanda bahwa pihak lain masuk ke kamar atau melakukan kekerasan terhadapnya.

Karena itu, hasil pemeriksaan tidak mengarah kepada pembunuhan, penyerangan, maupun tindak pidana oleh pihak ketiga.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang
Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru
Konsultan Hukum Pidana Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Jika Berpotensi Jalan di Tempat Tanpa Kejelasan P-21
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas
FIFA Investigasi Spanduk Malvinas Pemain Argentina
Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia
Kapolsek Balusu Pantau Distribusi BBM di SPBU Takkalasi
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:57 WIB

Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:40 WIB

Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:12 WIB

Konsultan Hukum Pidana Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Jika Berpotensi Jalan di Tempat Tanpa Kejelasan P-21

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:47 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

Berita Terbaru

Mood Berantakan? 4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Life Style

Mood Berantakan? 4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 12:22 WIB