Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

Redaksiku.com – Anwar Ibrahim menegaskan Malaysia akan segera mendeportasi warga Israel apabila investigasi menemukan mereka berada di Network School, Forest City, Johor.

Perdana Menteri Malaysia itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah muncul tuduhan di media sosial bahwa warga Israel mengikuti program Network School dengan menggunakan paspor negara kedua.

Anwar menekankan bahwa penyelidikan masih dilakukan oleh lembaga terkait. Ia belum menyatakan bahwa tuduhan tersebut telah terbukti maupun mengonfirmasi keberadaan warga Israel di lokasi tersebut.

Malaysia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. Anwar mengatakan tindakan harus diambil apabila investigasi menemukan pelanggaran atau warga Israel yang terlibat dalam program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan terbaru menunjukkan persoalan ini tidak hanya menyangkut keimigrasian. Pemerintah daerah Johor telah menghentikan operasional salah satu lokasi Network School karena ditemukan persoalan izin usaha dan penggunaan bangunan.

Sementara itu, pendiri Network School, Balaji Srinivasan, mengumumkan penundaan rencana ekspansi senilai lebih dari RM500 juta. Ia meminta pertemuan dengan kantor Anwar Ibrahim untuk memperoleh kepastian mengenai iklim investasi dan kelanjutan operasinya di Malaysia.

Anwar Ibrahim Perintahkan Penyelidikan

Polemik bermula dari tuduhan yang beredar melalui media sosial mengenai keberadaan warga Israel di Network School.

Program tersebut beroperasi di Forest City, kawasan pengembangan terpadu di Johor yang berada tidak jauh dari Singapura.

Anwar mengatakan persoalan tersebut telah diserahkan kepada lembaga pemerintah yang berwenang. Ia juga menyebut Kementerian Pendidikan Tinggi akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status dan kegiatan program tersebut.

Pernyataan Anwar bersifat kondisional. Deportasi akan dilakukan apabila petugas benar-benar menemukan warga Israel dan terdapat dasar hukum untuk mengambil tindakan.

Dengan demikian, pernyataannya tidak dapat diartikan sebagai konfirmasi bahwa warga Israel telah ditemukan di Network School.

Apa Itu Network School?

Network School merupakan komunitas internasional yang menggabungkan tempat tinggal, ruang kerja, pelatihan teknologi, kewirausahaan, kebugaran, dan kegiatan pengembangan komunitas.

Program ini didirikan oleh Balaji Srinivasan, pengusaha teknologi dan mantan eksekutif Coinbase.

Network School mulai membangun komunitasnya di Forest City pada 2024. Pesertanya berasal dari berbagai negara dan umumnya bergerak dalam sektor teknologi, investasi, perusahaan rintisan, serta ekonomi digital.

Komunitas tersebut menggunakan konsep tempat tinggal bersama bagi para pengusaha dan pekerja teknologi yang ingin belajar, bekerja, membangun jaringan, dan mengembangkan proyek bisnis.

Kontroversi berkembang setelah sejumlah konten promosi dan unggahan media sosial dikaitkan dengan gagasan mengenai komunitas digital yang dapat memperoleh tingkat kemandirian tertentu.

Pemerintah Johor menilai seluruh kegiatan tetap harus menghormati hukum, kedaulatan, peraturan imigrasi, dan kepentingan Malaysia.

Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

Tuduhan Warga Israel Menggunakan Paspor Kedua

Tuduhan yang beredar menyebut warga Israel diduga memasuki Malaysia menggunakan paspor dari negara lain.

Seseorang dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan atau dokumen perjalanan. Dalam kondisi tersebut, kewarganegaraan Israel tidak selalu terlihat hanya dari paspor negara kedua yang digunakan ketika memasuki Malaysia.

Namun, tuduhan di media sosial belum cukup untuk membuktikan identitas, kewarganegaraan, atau pelanggaran seseorang.

Pemerintah perlu memeriksa dokumen perjalanan, data keimigrasian, status izin tinggal, serta informasi lain sebelum mengambil tindakan.

Reuters melaporkan Malaysia tidak memiliki aturan khusus yang secara otomatis melarang warga Israel masuk menggunakan paspor negara kedua. Meski demikian, pemerintah tetap dapat mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran imigrasi atau persoalan keamanan.

Sebanyak 266 Warga Asing Diperiksa

Departemen Imigrasi Malaysia melakukan pemeriksaan terhadap 266 warga asing dari sekitar 40 negara di Forest City.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh orang yang diperiksa memiliki dokumen perjalanan dan izin yang berlaku dalam catatan keimigrasian.

Petugas tetap menjalankan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan lain.

Hasil tersebut berarti belum ditemukan pelanggaran dokumen perjalanan dalam pemeriksaan awal. Hasil itu juga tidak mendukung klaim bahwa ratusan peserta berada di Malaysia secara ilegal.

Meski demikian, petugas belum menyatakan seluruh aspek investigasi selesai. Pemeriksaan mengenai kegiatan, perizinan, identitas peserta, dan kepatuhan operasional masih dapat berlanjut.

Belum Ada Warga Israel yang Dikonfirmasi

Hingga perkembangan terbaru, pemerintah Malaysia belum mengumumkan penemuan warga Israel dalam pemeriksaan terhadap 266 peserta.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FIFA Investigasi Spanduk Malvinas Pemain Argentina
Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia
Kapolsek Balusu Pantau Distribusi BBM di SPBU Takkalasi
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas
IU and Lee Jong Suk Putus Setelah Hampir Empat Tahun, Agensi Beri Konfirmasi
Samir Nasri Jadi Sorotan, Eks Arsenal dan Man City Diperiksa Polisi Prancis
Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi, Operasi Pencarian Diperluas

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:47 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel Akan Dideportasi, Polemik Network School Memanas

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:25 WIB

FIFA Investigasi Spanduk Malvinas Pemain Argentina

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:23 WIB

Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Kapolsek Balusu Pantau Distribusi BBM di SPBU Takkalasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:35 WIB

Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas

Berita Terbaru