Shin Tae-yong Dikabarkan Dilarang 10 Tahun di Korea, Apakah Persija Terdampak?

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shin Tae-yong Dikabarkan Dilarang 10 Tahun di Korea, Apakah Persija Terdampak?

Shin Tae-yong Dikabarkan Dilarang 10 Tahun di Korea, Apakah Persija Terdampak?

Redaksiku.com – Shin Tae-yong menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau Korea Football Association mengonfirmasi telah menjatuhkan sanksi disiplin berat kepadanya.

Sanksi tersebut berkaitan dengan kontroversi yang terjadi ketika pelatih asal Korea Selatan itu menangani Ulsan HD pada 2025. Sejumlah laporan media Korea dan Indonesia menyebut hukumannya berupa larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Namun, KFA tidak membuka detail keputusan tersebut kepada publik karena dinilai menyangkut informasi pribadi dan sensitif.

Karena rincian resmi KFA tidak dipublikasikan, durasi 10 tahun masih perlu disebut sebagai informasi yang dilaporkan media, bukan isi putusan lengkap yang dapat diperiksa publik.

Sanksi tersebut dilaporkan hanya berlaku di wilayah sepak bola Korea Selatan. Dengan demikian, untuk saat ini tidak terdapat indikasi bahwa keputusan itu menghalangi Shin Tae-yong melatih Persija Jakarta di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ringkasan Berita Terbaru Shin Tae-yong

Keterangan Informasi terbaru
Perkembangan utama Mendapat sanksi disiplin berat dari KFA
Durasi yang diberitakan Larangan 10 tahun
Wilayah berlakunya sanksi Sepak bola Korea Selatan
Perkara yang disorot Kontroversi ketika melatih Ulsan HD
Tanggapan Shin Tae-yong Merasa ada sejumlah hal yang tidak adil
Langkah berikutnya Mempertimbangkan banding
Jabatan saat ini Pelatih kepala Persija Jakarta
Dampak terhadap Persija Tidak terdampak berdasarkan laporan yang tersedia
Agenda terdekat Piala Presiden 2026 dan persiapan Super League

KFA telah mengonfirmasi keputusan disiplin telah dibuat melalui komite yang berwenang. Akan tetapi, federasi tersebut hanya menyebut sanksinya masuk kategori berat tanpa mengumumkan secara terbuka bentuk dan durasi lengkapnya.

Mengapa Shin Tae-yong Mendapat Sanksi?

Perkara tersebut berawal dari masa kepelatihan Shin Tae-yong di Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2025.

Kontroversi muncul setelah beredar video yang memperlihatkan Shin melakukan kontak fisik terhadap pemain Ulsan, Jung Seung-hyun, dalam agenda perkenalan dengan tim. Peristiwa itu kemudian memunculkan tuduhan bahwa Shin menggunakan pendekatan yang terlalu keras terhadap pemain.

Laporan lain turut menyinggung ketegangan internal antara pelatih dan pemain, serta dugaan Shin bermain golf ketika tim sedang berada dalam jadwal kompetisi.

Hal-hal tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan KFA bersama lembaga etika olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Penggunaan istilah dugaan tetap penting karena publik tidak mempunyai akses terhadap seluruh hasil pemeriksaan, kesaksian pemain, pembelaan Shin, maupun pertimbangan lengkap komite disiplin.

KFA Tidak Membuka Rincian Putusan

KFA menyatakan detail tindakan disiplin tidak dapat diungkapkan karena menyangkut informasi pribadi yang sensitif.

Media Korea hanya melaporkan bahwa Shin menerima sanksi berat. Dalam aturan disiplin sepak bola Korea, kategori berat dapat meliputi penangguhan kualifikasi, larangan beraktivitas, larangan pertandingan, hingga pencabutan keanggotaan.

Sejumlah media kemudian memberitakan bahwa hukuman yang diberikan berupa larangan beraktivitas dalam sepak bola Korea selama 10 tahun.

Karena dokumen putusan tidak dibuka, masyarakat perlu membedakan dua informasi berikut:

  1. KFA telah mengonfirmasi adanya sanksi berat terhadap Shin Tae-yong.
  2. Durasi 10 tahun berasal dari laporan media, bukan pengumuman rinci yang tersedia di situs resmi KFA.

Pembedaan tersebut diperlukan agar informasi tidak disajikan lebih pasti daripada bukti yang dapat diperiksa.

Shin Tae-yong Dikabarkan Dilarang 10 Tahun di Korea, Apakah Persija Terdampak?
Shin Tae-yong Dikabarkan Dilarang 10 Tahun di Korea, Apakah Persija Terdampak?

Respons Shin Tae-yong terhadap Hukuman KFA

Shin Tae-yong menyatakan terdapat banyak bagian dari keputusan tersebut yang menurutnya tidak adil.

Ia mengaku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi memilih menahan diri karena khawatir pernyataannya dapat melukai mantan pemain yang pernah dilatihnya dan memperburuk situasi sepak bola Korea Selatan.

Shin juga disebut sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

Belum terdapat pengumuman bahwa banding telah resmi didaftarkan. Karena itu, status terbarunya adalah masih mempertimbangkan langkah tersebut setelah mempelajari keputusan dan konsekuensinya.

Apakah Hukuman Berlaku untuk Persija Jakarta?

Berdasarkan laporan yang tersedia, sanksi tersebut hanya berlaku dalam lingkungan sepak bola Korea Selatan.

Artinya, hukuman tidak otomatis membatalkan kontrak Shin Tae-yong dengan Persija, tidak melarangnya memimpin latihan di Indonesia, dan tidak menghalanginya mendampingi tim dalam kompetisi domestik Indonesia.

Belum ada informasi bahwa FIFA atau Konfederasi Sepak Bola Asia memperluas sanksi tersebut menjadi larangan internasional.

Tidak terdapat pula pengumuman dari Persija yang menyebut Shin diberhentikan, dinonaktifkan, atau dilarang menjalankan tugasnya.

Karena itu, selama tidak ada keputusan baru dari otoritas sepak bola internasional maupun perubahan dari manajemen klub, Shin tetap berstatus pelatih kepala Persija Jakarta.

Persija Resmi Menunjuk Shin Tae-yong pada Juni 2026

Persija resmi mengumumkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala pada 8 Juni 2026.

Manajemen memilihnya setelah melakukan evaluasi dan seleksi terhadap kandidat pelatih untuk menghadapi musim 2026/2027. Persija menilai pengalaman internasional, kedisiplinan, kemampuan taktikal, serta rekam jejak Shin dalam mengembangkan pemain muda sesuai dengan arah klub.

Presiden Persija Mohamad Prapanca menyatakan klub membutuhkan pelatih yang mampu membangun budaya juara dan mentalitas pemenang.

Shin sendiri menargetkan prestasi terbaik serta menjanjikan tim dengan perjuangan, mental kuat, dan pemain yang bersedia berkorban untuk kepentingan Persija.

Dengan demikian, kabar sanksi KFA muncul ketika Shin baru memulai proyek barunya bersama klub berjuluk Macan Kemayoran.

Kondisi Persija Baru Sekitar 60–70 Persen

Shin Tae-yong mengakui persiapan Persija belum berada pada kondisi ideal menjelang Piala Presiden 2026.

Menurutnya, kondisi fisik pemain masih berada di kisaran 60 persen, sementara keseluruhan persiapan tim diperkirakan baru mencapai sekitar 70 persen. Perubahan agenda pemusatan latihan menjadi salah satu penyebab program pramusim tidak berjalan sesuai rencana awal.

Meski demikian, Shin menegaskan Persija tetap harus tampil secara profesional dan mengejar hasil terbaik.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus kerjanya di Indonesia masih berjalan di tengah kabar hukuman dari KFA.

Persija Akan Menghadapi Persebaya

Persija tergabung dalam Grup B Piala Presiden 2026 bersama Persebaya Surabaya, Port FC, dan PSMS Medan.

Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Persebaya pada 26 Juli, kemudian Port FC pada 29 Juli, dan PSMS pada 1 Agustus 2026. Pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Turnamen tersebut menjadi kesempatan awal untuk melihat penerapan metode Shin Tae-yong pada level klub Indonesia.

Namun, hasil Piala Presiden juga perlu dilihat dalam konteks pramusim karena kondisi fisik, komposisi pemain, dan pemahaman taktik tim masih dalam tahap pembentukan.

Rencana TC Thailand Sempat Berubah

Persija awalnya merencanakan pemusatan latihan di Thailand selama tiga pekan, mulai 27 Juli sampai 16 Agustus 2026.

Program tersebut disusun untuk meningkatkan fisik, kekompakan, dan pemahaman taktik menjelang Super League. Karena jadwalnya berbenturan dengan Piala Presiden, rencana awalnya adalah tim muda Persija mewakili klub di turnamen pramusim tersebut.

Perkembangan terbaru menyebut agenda Thailand ditunda sehingga manajemen memutuskan menurunkan tim utama dalam Piala Presiden.

Perubahan mendadak tersebut membuat persiapan tidak sepenuhnya ideal, tetapi memberikan kesempatan kepada Shin menguji pemain utama dalam pertandingan kompetitif.

Latihan Awal Difokuskan pada Kondisi Fisik

Shin memimpin latihan perdana Persija untuk musim 2026/2027 pada 14 Juli 2026 di Persija Training Ground, Sawangan.

Dalam tahap awal, tim pelatih memprioritaskan kondisi fisik dasar dan adaptasi antara pemain dengan staf pelatih. Materi taktikal akan ditingkatkan setelah kebugaran membaik dan komposisi skuad semakin lengkap.

Pendekatan tersebut sesuai dengan karakter Shin yang dikenal menerapkan intensitas tinggi.

Ia ingin membangun tim dengan mobilitas, disiplin posisi, kekuatan fisik, transisi cepat, dan kemauan bekerja bersama sebagai satu kesatuan.

Nadeo Argawinata Perkuat Persija

Persija juga resmi mendatangkan penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, dari Borneo FC.

Nadeo mendapatkan kontrak sampai 2031. Transfer tersebut juga melibatkan perpindahan Aditya Warman dan Ibrah Ohorella dari Persija menuju Borneo FC.

Shin menyambut kedatangan mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia tersebut.

Ia menilai pengalaman Nadeo di level nasional akan membuat sektor penjaga gawang dan pertahanan Persija menjadi lebih kuat. Shin juga memperkirakan Nadeo dapat mengambil peran penting dalam upaya klub meraih prestasi.

Kehadiran Nadeo mempertemukannya kembali dengan Shin setelah keduanya bekerja bersama dalam periode kepelatihan Timnas Indonesia.

Karier Singkat Shin Tae-yong di Ulsan HD

Shin Tae-yong ditunjuk menjadi pelatih Ulsan HD pada Agustus 2025 ketika klub tersebut sedang berada di posisi ketujuh liga Korea Selatan.

Penunjukan itu menjadi kepulangannya ke kompetisi klub Korea setelah lama bekerja di level tim nasional dan sepak bola Indonesia.

Masa kerjanya di Ulsan tidak berlangsung lama. Ia kemudian meninggalkan klub setelah hasil tim tidak memenuhi harapan dan hubungan internal menjadi perhatian.

Kontroversi selama periode tersebut akhirnya berlanjut ke pemeriksaan etika dan keputusan disiplin KFA pada Juli 2026.

Rekam Jejak Shin Tae-yong

Sebelum bergabung dengan Persija, Shin Tae-yong mempunyai pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih di Korea Selatan.

Ia membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011. Shin juga memimpin Korea Selatan dalam Piala Dunia 2018, termasuk ketika mengalahkan Jerman dengan skor 2-0.

Di Indonesia, Shin menangani Timnas sejak akhir 2019 hingga Januari 2025.

Dalam periode tersebut, Indonesia mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023, menembus semifinal Piala Asia U-23 2024, serta melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

PSSI mengakhiri kerja sama dengan Shin pada Januari 2025 dengan alasan kebutuhan akan kepemimpinan, komunikasi, dan penerapan strategi yang berbeda untuk mengejar tiket Piala Dunia.

Apakah Persija Perlu Mengambil Sikap?

Untuk saat ini, Persija belum diwajibkan mengambil tindakan terhadap Shin hanya berdasarkan sanksi domestik KFA.

Klub dapat meminta penjelasan langsung mengenai status keputusan, kemungkinan banding, serta apakah terdapat risiko sanksi tersebut berkembang ke tingkat internasional.

Langkah itu penting untuk memastikan stabilitas tim dan memberikan informasi yang jelas kepada pemain, sponsor, serta pendukung.

Namun, menghentikan kerja sama sebelum mengetahui dokumen dan cakupan sanksi secara lengkap juga dapat menjadi keputusan yang terlalu cepat.

Fakta terpenting saat ini adalah Shin masih memimpin latihan dan Persija tetap menjalankan persiapan menghadapi Piala Presiden serta Super League.

Apa yang Terjadi Bila Shin Mengajukan Banding?

Apabila banding diajukan, otoritas sepak bola Korea dapat memeriksa kembali pertimbangan, bukti, proses pemeriksaan, dan bentuk hukuman yang dijatuhkan.

Hasilnya dapat berupa penguatan keputusan, pengurangan hukuman, perubahan bentuk sanksi, atau pembatalan apabila ditemukan masalah prosedural maupun bukti baru.

Belum ada kepastian mengenai waktu pengajuan maupun proses pemeriksaan banding.

Shin baru menyatakan sedang mempertimbangkan langkah tersebut dan belum memberikan penjelasan rinci mengenai strategi hukumnya.

Jangan Salah Memahami Hukuman 10 Tahun

Kabar ini tidak berarti Shin Tae-yong dilarang melatih sepak bola di seluruh dunia selama 10 tahun.

Informasi yang beredar menyebut larangan hanya berlaku pada kegiatan sepak bola di Korea Selatan. Ia masih dapat bekerja di luar negeri, termasuk di Indonesia bersama Persija.

Kabar tersebut juga tidak berarti Persija otomatis terkena hukuman atau dikeluarkan dari kompetisi.

Persija merupakan klub Indonesia yang mengikuti kompetisi di bawah yurisdiksi PSSI dan operator liga Indonesia. Tidak ada informasi bahwa klub melakukan pelanggaran dalam perkara yang diperiksa KFA.

Tantangan Shin Tae-yong di Persija

Terlepas dari persoalan di Korea, Shin menghadapi ekspektasi besar di Jakarta.

Persija mempunyai basis pendukung luas dan menargetkan prestasi tertinggi. Manajemen memilih Shin karena menilai karakter disiplin, profesionalisme, serta standar kerjanya dapat membangun mentalitas pemenang.

Shin perlu segera membentuk identitas permainan, menentukan komposisi utama, menjaga kebugaran pemain, serta mengelola tekanan dalam kompetisi domestik.

Piala Presiden menjadi ujian awal, sedangkan ukuran keberhasilan yang lebih utama akan terlihat dalam Super League 2026/2027.

Kesimpulan

KFA telah mengonfirmasi menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada Shin Tae-yong terkait kontroversi ketika menangani Ulsan HD.

Sejumlah media melaporkan sanksinya berupa larangan beraktivitas dalam sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Namun, KFA tidak mengumumkan secara terbuka rincian dan durasi hukuman karena alasan kerahasiaan informasi pribadi.

Shin merasa terdapat beberapa bagian keputusan yang tidak adil dan sedang mempertimbangkan banding. Ia memilih tidak membuka seluruh versinya karena khawatir dapat melukai mantan pemain dan memperburuk suasana sepak bola Korea.

Sanksi tersebut dilaporkan hanya berlaku di Korea Selatan sehingga tidak memengaruhi pekerjaannya sebagai pelatih Persija Jakarta.

Shin masih memimpin persiapan Persija menuju Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027. Kondisi tim disebut baru mencapai sekitar 60–70 persen setelah perubahan agenda pramusim.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada keputusan Shin mengenai banding, penjelasan lebih lanjut KFA, serta sikap Persija jika muncul informasi baru mengenai cakupan sanksi.

FAQ Shin Tae-yong

Apa berita terbaru Shin Tae-yong?

Shin Tae-yong mendapat sanksi disiplin berat dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan terkait kontroversi ketika melatih Ulsan HD.

Apakah Shin Tae-yong dihukum 10 tahun?

Sejumlah media melaporkan larangan selama 10 tahun. Namun, KFA tidak membuka rincian dan durasi lengkap keputusan kepada publik.

Mengapa Shin Tae-yong dihukum?

Sanksi dikaitkan dengan kontroversi perlakuan terhadap pemain, termasuk video kontak fisik dengan seorang pemain ketika menangani Ulsan HD.

Apakah Shin Tae-yong mengakui kesalahan?

Shin menyatakan terdapat banyak bagian yang menurutnya tidak adil. Ia belum membuka penjelasan lengkap mengenai peristiwa tersebut.

Apakah Shin Tae-yong akan mengajukan banding?

Ia sedang mempertimbangkan banding, tetapi belum mengumumkan bahwa pengajuan telah dilakukan.

Apakah Shin Tae-yong masih melatih Persija?

Ya. Shin tetap berstatus pelatih kepala Persija Jakarta.

Apakah sanksi KFA berlaku di Indonesia?

Berdasarkan laporan yang tersedia, sanksi hanya berlaku dalam sepak bola Korea Selatan dan tidak memengaruhi pekerjaannya di Persija.

Kapan Shin Tae-yong bergabung dengan Persija?

Persija resmi mengumumkan penunjukannya pada 8 Juni 2026.

Bagaimana kondisi Persija saat ini?

Shin menyebut kondisi fisik dan persiapan tim baru berada pada kisaran 60–70 persen.

Siapa lawan Persija di Piala Presiden 2026?

Persija berada satu grup dengan Persebaya Surabaya, Port FC, dan PSMS Medan.

Kapan Persija melawan Persebaya?

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026
Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah
Marc Márquez Cari Jawaban Jelang MotoGP Inggris Malam Ini, Start P6 Usai Sprint Buruk
Jangan Terlewat! Veda Ega Balapan Moto3 Malam Ini, Start P16 di Silverstone
Kabar Duka Lionel Messi, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario
Resmi! Persib Datangkan Danijel Loncar, Bek Kroasia 189 Cm Dikontrak Dua Musim
Chelsea Vs AC Milan Main di GBK Malam Ini! Cek Jam Kick-off dan Siaran Langsungnya
30 Tahun Tanpa Gelar! Timnas Indonesia Kembali Gagal Juara Piala AFF Usai Ditahan Singapura

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Marc Márquez Cari Jawaban Jelang MotoGP Inggris Malam Ini, Start P6 Usai Sprint Buruk

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Jangan Terlewat! Veda Ega Balapan Moto3 Malam Ini, Start P16 di Silverstone

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kabar Duka Lionel Messi, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario

Berita Terbaru

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB

Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Bisnis

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:17 WIB