Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Redaksiku.com – Pertandingan Swiss vs Argentina berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Albiceleste setelah melalui perpanjangan waktu.

Argentina sempat kehilangan kendali pada babak kedua, tetapi kembali menemukan jalan ketika Swiss harus bermain dengan sepuluh orang.

Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul cepat pada menit ke-10. Swiss membalas melalui Dan Ndoye pada menit ke-67 dan memaksa pertandingan berlangsung lebih panjang. Julián Álvarez kemudian memecahkan kebuntuan pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martínez menutup laga pada menit ke-121.

Kemenangan di Kansas City itu mengantar Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026. Pasukan Lionel Scaloni selanjutnya menghadapi Inggris di Atlanta pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Swiss vs Argentina Dibuka Gol Cepat Mac Allister

Argentina tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka skor. Pada menit ke-10, Lionel Messi mengirimkan sepak pojok ke tiang dekat yang disambut Alexis Mac Allister dengan sundulan tipis.

Bola bergerak ke sudut jauh dan tidak mampu dihentikan Gregor Kobel. Gol tersebut menjadi pukulan awal bagi Swiss karena untuk pertama kalinya mereka berada dalam posisi tertinggal sepanjang Piala Dunia 2026.

Argentina terlihat berada dalam jalur yang nyaman setelah gol itu. Albiceleste menguasai fase awal pertandingan dan berusaha menarik Swiss keluar dari blok pertahanan melalui pergerakan Messi, Mac Allister, dan para pemain sayap.

Namun, keunggulan satu gol tidak membuat Swiss kehilangan kedisiplinan. Tim asuhan Murat Yakin tetap menjaga jarak antarlini dan menunggu kesempatan untuk menyerang ketika Argentina kehilangan bola.

Swiss Perlahan Mengambil Alih Pertandingan

Babak pertama tidak menghasilkan terlalu banyak peluang terbuka. Situasinya berubah setelah jeda ketika Swiss mulai berani menekan lebih tinggi dan mengirimkan lebih banyak pemain ke wilayah Argentina.

Tekanan tersebut memaksa Emiliano Martínez melakukan sejumlah penyelamatan. Swiss tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mulai memenangkan perebutan bola kedua dan membuat lini belakang Albiceleste bekerja lebih keras.

Gol penyama kedudukan akhirnya datang pada menit ke-67. Dan Ndoye bertukar umpan dengan Ricardo Rodríguez dari sisi kiri sebelum melepaskan penyelesaian kaki kanan yang melewati sela kaki Emiliano Martínez.

Gol itu mengubah atmosfer pertandingan. Pendukung Swiss kembali percaya, sedangkan Argentina menghadapi ancaman tersingkir setelah sebelumnya juga harus melalui laga sulit melawan Mesir pada babak 16 besar.

Swiss membuktikan keyakinan mereka sebelum pertandingan bahwa Argentina bukan tim yang tidak bisa dilukai. Murat Yakin sebelumnya menilai beberapa penampilan Albiceleste memperlihatkan ruang yang dapat dimanfaatkan.

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis
Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Kartu Merah Embolo Mengubah Arah Laga

Momentum Swiss terganggu pada menit ke-72. Breel Embolo menerima kartu kuning kedua karena dinilai melakukan simulasi dan harus meninggalkan lapangan.

Proses keputusannya berlangsung tidak biasa. Wasit awalnya memberikan kartu kepada Leandro Paredes, tetapi pemeriksaan VAR menemukan adanya kekeliruan identitas. Keputusan kemudian diperbaiki dan kartu diberikan kepada Embolo.

Dengan sepuluh pemain, Swiss terpaksa mengubah prioritas. Mereka tidak lagi leluasa menekan dan harus memadatkan area pertahanan untuk menahan gelombang serangan Argentina.

Albiceleste langsung mengambil kembali penguasaan permainan. Serangan diarahkan dari kedua sisi, sementara Messi berusaha menemukan ruang di depan kotak penalti.

Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina tidak langsung mendapatkan gol kedua. Organisasi Swiss tetap bertahan, sedangkan Kobel dan lini belakangnya berulang kali menggagalkan peluang.

Messi Nyaris Menentukan Laga pada Waktu Normal

Lionel Messi tetap menjadi pusat kreativitas Argentina. Selain mengirimkan sepak pojok yang menghasilkan gol Mac Allister, ia beberapa kali mencoba membongkar pertahanan melalui umpan pendek dan pergerakan dari area tengah.

Menjelang akhir waktu normal, Messi memperoleh peluang untuk menyelesaikan pertandingan. Tembakannya meluncur tipis di samping gawang dan membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Bagi Swiss, bertahan hingga menit ke-90 menjadi pencapaian tersendiri setelah kehilangan Embolo. Mereka memilih menjaga bentuk pertahanan dan berharap dapat membawa pertandingan sampai adu penalti.

Argentina, sebaliknya, harus menghindari rasa frustrasi. Serangan yang terburu-buru berpotensi memberi Swiss peluang melalui bola mati atau serangan balik yang jarang, tetapi tetap berbahaya.

Gol Álvarez Mematahkan Perlawanan Swiss

Swiss terus bertahan pada babak pertama perpanjangan waktu. Pertandingan terlihat akan bergerak menuju adu penalti sebelum Julián Álvarez menghasilkan momen pembeda pada menit ke-112.

Álvarez melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur ke sudut atas gawang. Kobel sudah meregangkan tubuh, tetapi tidak memiliki cukup jangkauan untuk menghentikan bola.

Gol tersebut bukan hanya mengubah skor menjadi 2-1. Secara psikologis, gol itu meruntuhkan rencana Swiss yang tinggal beberapa menit lagi membawa pertandingan ke adu penalti.

Argentina kemudian mengendalikan sisa pertandingan dengan lebih tenang. Swiss terpaksa keluar menyerang meski bermain dengan sepuluh orang, sehingga ruang terbuka mulai muncul di wilayah pertahanan mereka.

Lautaro Martínez Mengunci Kemenangan

Lautaro Martínez menutup pertandingan pada menit ke-121. Gol ketiga bermula dari tembakan Thiago Almada yang tidak dapat diamankan dengan sempurna.

Lautaro berada di posisi tepat untuk menyambar bola pantul dan memastikan Argentina menang 3-1. Gol itu sekaligus menghilangkan peluang Swiss melakukan kebangkitan terakhir.

Kontribusi Álvarez dan Lautaro memperlihatkan kedalaman lini depan Argentina. Ketika Messi tidak mencetak gol, Albiceleste tetap memiliki beberapa pemain yang mampu menentukan pertandingan.

Hal tersebut menjadi modal penting sebelum semifinal. Inggris memiliki pertahanan dan intensitas yang berbeda, sehingga Argentina tidak dapat hanya menunggu inspirasi dari satu pemain.

Swiss Pulang dengan Perjalanan Bersejarah

Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Swiss yang menjadi salah satu cerita menarik Piala Dunia 2026. Mereka sebelumnya mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti.

Swiss juga belum pernah mencapai semifinal Piala Dunia. Kesempatan itu sempat terlihat terbuka ketika Ndoye menyamakan skor dan tim mereka mampu menekan Argentina pada babak kedua.

Namun, kartu merah Embolo serta kualitas individual Argentina pada perpanjangan waktu menjadi dua faktor yang sulit mereka atasi.

Meski tersingkir, penampilan Swiss menunjukkan perkembangan penting. Mereka tidak hanya mengandalkan pertahanan, tetapi juga mampu membuat juara bertahan kehilangan kenyamanan.

Granit Xhaka tetap menjadi pemimpin di lini tengah, sedangkan Ndoye memberikan ancaman melalui kecepatan dan keberaniannya menyerang ruang. Sayangnya, mereka tidak memiliki cukup tenaga untuk mempertahankan intensitas setelah bermain dengan sepuluh orang.

Argentina Mempertahankan Rekor atas Swiss

Sebelum pertandingan ini, Argentina dan Swiss telah bertemu tujuh kali. Albiceleste mencatat lima kemenangan dan dua hasil imbang, dengan 15 gol serta hanya tiga kali kebobolan.

Dengan kemenangan terbaru, catatan pertemuan kedua negara menjadi delapan pertandingan: enam kemenangan untuk Argentina dan dua hasil imbang. Ini merupakan kesimpulan dari rekor sebelum laga dan hasil perempat final Piala Dunia 2026.

Argentina juga mempertahankan dominasi dalam pertemuan di Piala Dunia. Pada 1966, mereka menang 2-0 di fase grup. Pada 2014, gol Ángel Di María di perpanjangan waktu membawa Argentina menang 1-0 pada babak 16 besar.

Menariknya, dua pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia sama-sama harus melewati perpanjangan waktu. Swiss kembali mampu membuat Argentina bekerja jauh lebih lama dari 90 menit, tetapi hasil akhirnya masih berpihak kepada Albiceleste.

Ambisi Mempertahankan Gelar Tetap Hidup

Argentina kini tinggal dua kemenangan dari kemungkinan mempertahankan gelar dunia. Belum ada tim yang mampu menjadi juara Piala Dunia dua kali berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Perjalanan menuju semifinal tidak selalu berlangsung mulus. Argentina harus bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2, kemudian membutuhkan perpanjangan waktu saat menghadapi Swiss.

Dua pertandingan tersebut memperlihatkan daya juang Argentina, tetapi sekaligus memberi peringatan. Lini belakang mereka masih dapat ditekan dan lawan mampu menciptakan peluang ketika Albiceleste kehilangan kontrol permainan.

Menghadapi Inggris, Argentina memerlukan performa yang lebih stabil. Three Lions telah memastikan tempat di semifinal setelah menyingkirkan Norwegia 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Inggris vs Argentina Menjadi Duel Besar Berikutnya

Semifinal Inggris vs Argentina akan berlangsung di Atlanta pada Rabu, 15 Juli 2026 waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB.

Pertemuan tersebut menghadirkan dua tim yang sama-sama harus melewati perpanjangan waktu di perempat final. Kondisi fisik, kedalaman bangku cadangan, dan kecepatan pemulihan pemain akan menjadi faktor penting.

Inggris memiliki Jude Bellingham yang mencetak dua gol saat mengalahkan Norwegia. Argentina membawa pengalaman Messi, ketajaman Álvarez dan Lautaro, serta mental juara yang sudah berulang kali terlihat pada fase gugur.

Bagi Argentina, semifinal ini menjadi langkah berikutnya dalam misi menciptakan sejarah. Bagi Inggris, pertandingan tersebut merupakan kesempatan kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 1966.

Kesimpulan

Swiss vs Argentina berakhir 1-3 setelah perpanjangan waktu. Alexis Mac Allister membuka skor pada menit ke-10, sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan pada menit ke-67.

Swiss kehilangan Breel Embolo akibat kartu kuning kedua lima menit kemudian. Meski mampu bertahan sampai perpanjangan waktu, perlawanan mereka akhirnya dipatahkan Julián Álvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martínez pada menit ke-121.

Argentina berhak melaju ke semifinal dan akan menghadapi Inggris di Atlanta. Kemenangan ini menjaga peluang Albiceleste menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.

FAQ Swiss vs Argentina

Berapa skor Swiss vs Argentina?
Argentina menang 3-1 atas Swiss setelah perpanjangan waktu pada perempat final Piala Dunia 2026.

Siapa pencetak gol Argentina?
Gol Argentina dicetak Alexis Mac Allister pada menit ke-10, Julián Álvarez pada menit ke-112, dan Lautaro Martínez pada menit ke-121.

Siapa pencetak gol Swiss?
Dan Ndoye mencetak gol Swiss pada menit ke-67 setelah bertukar umpan dengan Ricardo Rodríguez.

Mengapa Breel Embolo mendapat kartu merah?
Embolo menerima kartu kuning kedua karena dinilai melakukan simulasi pada menit ke-72. Keputusan diberikan setelah pemeriksaan VAR memperbaiki kekeliruan identitas pemain.

Siapa lawan Argentina di semifinal?
Argentina akan menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Apakah Argentina pernah kalah dari Swiss?
Belum. Sebelum pertandingan ini Argentina mencatat lima kemenangan dan dua hasil imbang dari tujuh pertemuan. Kemenangan 3-1 pada 2026 memperpanjang catatan tersebut menjadi enam kemenangan dan dua hasil imbang.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cristian Romero Tinggalkan Tottenham, Atletico Madrid Capai Kesepakatan Rp700 Miliar
Megawati Hangestri Pertiwi Siap Memulai Babak Baru di Liga Voli Korea
Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru
Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026
Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah
Marc Márquez Cari Jawaban Jelang MotoGP Inggris Malam Ini, Start P6 Usai Sprint Buruk
Jangan Terlewat! Veda Ega Balapan Moto3 Malam Ini, Start P16 di Silverstone
Kabar Duka Lionel Messi, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Cristian Romero Tinggalkan Tottenham, Atletico Madrid Capai Kesepakatan Rp700 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Megawati Hangestri Pertiwi Siap Memulai Babak Baru di Liga Voli Korea

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB