Redaksiku.com – Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 tidak hanya ditentukan oleh Lionel Messi, keputusan Lionel Scaloni, atau kemampuan pemain mengatasi tekanan di lapangan. Di belakang seluruh proses itu terdapat Asosiasi Sepak Bola Argentina, organisasi yang bertanggung jawab menjaga agar mesin Albiceleste tetap bekerja di tengah tuntutan mempertahankan gelar dunia.
Organisasi yang dikenal dengan nama Asociación del Fútbol Argentino atau AFA tersebut kembali mendapat perhatian ketika Argentina bersiap menghadapi Swiss pada perempat final. Pertandingan di Kansas City itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB dan menentukan satu tempat di semifinal Piala Dunia.
Asosiasi Sepak Bola Argentina Bukan Sekadar Pengurus Timnas
Asosiasi Sepak Bola Argentina merupakan federasi nasional yang menaungi sepak bola Argentina dan menjadi anggota konfederasi CONMEBOL. FIFA mencatat organisasi tersebut dipimpin Claudio Tapia, yang juga menjalankan peran sebagai anggota Dewan FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tingkat internal, susunan komite eksekutif AFA menempatkan Claudio Fabián Tapia sebagai presiden. Sejumlah figur sepak bola Argentina juga berada dalam struktur kepemimpinan, termasuk Juan Román Riquelme sebagai salah satu wakil presiden.
Tanggung jawab AFA jauh lebih luas daripada mengumumkan daftar pemain tim nasional. Organisasi ini mengelola kompetisi, pembinaan usia muda, futsal, sepak bola putri, pengembangan wasit, serta hubungan Argentina dengan FIFA dan CONMEBOL.
Karena itu, keberhasilan tim senior selalu berkaitan dengan pekerjaan organisasi dalam jangka panjang. Tim yang terlihat selama 90 menit di lapangan merupakan hasil dari sistem seleksi pemain, fasilitas latihan, administrasi, logistik, ilmu olahraga, dan koordinasi yang dibangun selama bertahun-tahun.
Ujian Terbaru Datang dari Swiss
Agenda terdekat AFA adalah memastikan persiapan Argentina menuju perempat final berjalan tanpa gangguan. Albiceleste menghadapi Swiss setelah melewati pertandingan dramatis melawan Mesir, ketika mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menang 3-2.
Swiss datang dengan organisasi permainan kuat dan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. AFA menyebut pertemuan tersebut sebagai perebutan tempat di semifinal, sekaligus kelanjutan dari upaya Argentina mempertahankan trofi yang dimenangkan di Qatar pada 2022.
Pertandingan ini juga dipimpin wasit Portugal João Pinheiro. FIFA menunjuk Bruno Jesus dan Luciano Maia sebagai asisten dalam tim perangkat pertandingan.
Di level organisasi, laga seperti ini menuntut koordinasi yang sangat rinci. Jadwal latihan, perjalanan, pemulihan pemain, konferensi pers, komunikasi dengan penyelenggara, hingga administrasi pertandingan berada dalam satu rangkaian kerja yang tidak terlihat oleh penonton.
AFA dan Stabilitas Era Lionel Scaloni
Salah satu keputusan terpenting Asosiasi Sepak Bola Argentina dalam beberapa tahun terakhir adalah mempertahankan kepercayaan kepada Lionel Scaloni. Pelatih yang semula datang sebagai figur sementara itu berkembang menjadi arsitek salah satu periode tersukses dalam sejarah modern Albiceleste.
AFA mencatat Scaloni mencapai pertandingan ke-100 sebagai pelatih Argentina ketika timnya mengalahkan Tanjung Verde 3-2 pada fase gugur Piala Dunia 2026. Siklusnya dimulai pada September 2018 dan telah menghasilkan empat gelar bagi tim nasional.
Keberhasilan itu memperlihatkan pentingnya kesinambungan. Federasi tidak selalu harus mengganti pelatih ketika tim mengalami tekanan. Dalam kasus Scaloni, kepercayaan organisasi memberi ruang bagi staf teknis untuk membangun identitas, memperbaiki hubungan antarpemain, dan menciptakan lingkungan kompetitif yang stabil.
AFA juga mencatat Scaloni pernah membawa Argentina menjalani 36 pertandingan tanpa kekalahan, rekor terpanjang dalam sejarah tim nasional tersebut.
Kini, tantangan Scaloni berbeda. Ia tidak lagi memimpin tim yang mengejar trofi pertama, melainkan skuad yang memikul status juara bertahan. Setiap hasil buruk akan diperiksa lebih tajam, sementara setiap keputusan mengenai Messi, Lautaro Martínez, Julián Álvarez, atau komposisi lini belakang menjadi bahan perdebatan.

Mengelola Generasi Messi dan Masa Sesudahnya
Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina di Piala Dunia 2026. AFA mencatat sang kapten menerima penghargaan pemain terbaik pertandingan dalam tiga dari empat penampilan awal Argentina di turnamen ini.
Namun, pekerjaan Asosiasi Sepak Bola Argentina tidak boleh berhenti pada generasi Messi. Organisasi tersebut harus memastikan transisi berlangsung tanpa menghilangkan karakter kompetitif yang sudah dibangun.
Tantangan itu mencakup pengembangan pemain muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, pemantauan pemain Argentina di luar negeri, dan penciptaan jalur yang jelas dari kelompok umur menuju tim senior.
Argentina memiliki sejarah panjang menghasilkan pemain berkualitas. Akan tetapi, bakat tidak otomatis berkembang menjadi tim nasional yang sukses. Diperlukan sistem yang mampu menghubungkan pembinaan, kesempatan bermain, pelatih berkualitas, dan tuntutan sepak bola internasional.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






