Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Redaksiku.com – Penunjukan wasit Argentina vs Swiss menjadi bagian yang paling banyak diperhatikan menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026.

FIFA memberikan tanggung jawab tersebut kepada João Pinheiro, pengadil asal Portugal yang akan memimpin salah satu laga paling menentukan dalam karier internasionalnya.

Pinheiro tidak datang ke pertandingan dalam suasana biasa. Sorotan terhadap kepemimpinan wasit meningkat setelah laga Argentina melawan Mesir memunculkan protes keras mengenai penggunaan VAR dan konsistensi keputusan. Di sisi lain, rekam jejak Pinheiro sendiri pernah dipertanyakan setelah ia memimpin pertandingan besar di Liga Champions.

Argentina menghadapi Swiss di Kansas City pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. Pemenang laga ini akan melangkah ke semifinal dan bertemu pemenang pertandingan Norwegia melawan Inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FIFA Percayakan Laga Besar kepada João Pinheiro

FIFA menunjuk João Pinheiro sebagai wasit utama pertandingan Argentina melawan Swiss. Ia akan didampingi dua asisten yang juga berasal dari Portugal, yakni Bruno Jesus dan Luciano Maia. Drew Fischer dari Kanada bertugas sebagai wasit keempat, sedangkan Michael Barwegen menjadi asisten cadangan.

Keputusan tersebut menjadikan Argentina vs Swiss sebagai pertandingan ketiga yang dipimpin Pinheiro pada Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, ia bertugas ketika Swiss mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 4-1 pada fase grup. Pinheiro kemudian memimpin kemenangan Kanada 1-0 atas Afrika Selatan pada babak 32 besar. Dengan demikian, tim Swiss sudah memiliki pengalaman langsung menghadapi gaya kepemimpinan wasit Portugal tersebut.

Dalam dua penampilan sebelumnya, Pinheiro dilaporkan telah mengeluarkan lima kartu kuning, satu kartu merah, dan memberikan satu tendangan penalti. Catatan itu menunjukkan bahwa ia tidak ragu mengambil keputusan disiplin ketika pertandingan membutuhkannya.

Mengapa Penunjukan Wasit Ini Menjadi Sorotan?

Perhatian terhadap Pinheiro bukan hanya disebabkan besarnya pertandingan. Laga terakhir Argentina di babak 16 besar meninggalkan perdebatan panjang mengenai kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi VAR.

Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol. Federasi Sepak Bola Mesir kemudian memprotes sejumlah keputusan, terutama dianulirnya gol Mostafa Zico dan tidak diberikannya pelanggaran dalam insiden yang melibatkan Mohamed Salah sebelum gol kemenangan Argentina.

Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menyampaikan dugaan bahwa terdapat tekanan agar Argentina tetap berada di turnamen. Namun, pernyataan tersebut tidak disertai bukti yang menunjukkan adanya intervensi terhadap perangkat pertandingan.

Kepala perwasitan FIFA Pierluigi Collina menolak tuduhan keberpihakan. Ia menyatakan perangkat pertandingan bekerja secara independen dan menjelaskan bahwa VAR memiliki dasar untuk menganulir gol Zico setelah mendeteksi pelanggaran dalam proses serangan. FIFA juga menilai kontak terhadap Salah sebagai kontak normal dalam permainan.

Latar belakang inilah yang membuat setiap keputusan João Pinheiro berpotensi diperiksa secara lebih ketat. Pelanggaran, penggunaan kartu, pemeriksaan VAR, dan keputusan di dalam kotak penalti akan menjadi perhatian kedua kubu.

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji
Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Pernah Dipertanyakan Setelah Laga Bayern vs PSG

João Pinheiro memiliki pengalaman di kompetisi Eropa, termasuk Primeira Liga Portugal, Liga Champions, dan sejumlah turnamen UEFA. Meski demikian, pengalamannya memimpin pertandingan bertekanan tinggi pernah dipertanyakan.

Pada musim 2025–2026, Pinheiro memimpin leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern München dan Paris Saint-Germain. Pertandingan berakhir 1-1, sementara Bayern tersingkir dari kompetisi tersebut.

Pinheiro mengeluarkan enam kartu kuning dalam laga itu, masing-masing tiga kepada pemain Bayern dan PSG. Setelah pertandingan, CEO Bayern Jan-Christian Dreesen mempertanyakan keputusan UEFA memberikan pertandingan sebesar semifinal kepada wasit yang ketika itu baru memimpin 15 laga Liga Champions.

Kritik tersebut tidak berarti Pinheiro terbukti melakukan pelanggaran atau tidak layak memimpin pertandingan. Namun, komentar dari petinggi Bayern kembali dibicarakan setelah FIFA menunjuknya untuk pertandingan hidup-mati antara juara bertahan dunia dan Swiss.

Di sisi lain, penunjukan ini juga dapat dibaca sebagai bentuk kepercayaan FIFA. Pinheiro sebelumnya mendapat tugas pada Piala Super Eropa 2025, pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, dan berbagai kompetisi internasional lain.

Belum Pernah Memimpin Tim Senior Argentina

Pertandingan di Kansas City akan menjadi pengalaman pertama Pinheiro memimpin Timnas Argentina senior. Meski demikian, ia pernah menjadi wasit pertandingan yang melibatkan Argentina U-20.

Pinheiro memimpin kemenangan Argentina U-20 dengan skor 1-0 atas Kolombia pada Piala Dunia kelompok umur. Pengalaman tersebut tidak dapat sepenuhnya dibandingkan dengan tekanan pertandingan tim senior yang melibatkan Lionel Messi dan berstatus perempat final Piala Dunia.

Argentina datang sebagai juara bertahan dan salah satu tim dengan perhatian publik terbesar. Hampir setiap kontak terhadap Messi, keputusan tendangan bebas, dan kemungkinan pemeriksaan VAR akan menghasilkan reaksi dari penonton maupun media.

Swiss juga membawa kepentingan sejarah. Mereka mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Karena itu, tim asuhan Murat Yakin tentu menginginkan pertandingan yang dipimpin secara tegas dan konsisten.

Argentina Membela Kualitas Perwasitan

Di tengah perdebatan yang berkembang, bek Argentina Lisandro Martínez memberikan pembelaan terhadap kinerja wasit di Piala Dunia 2026.

Martínez menilai para perangkat pertandingan telah melakukan pekerjaan dengan baik. Ia menyebut kontroversi mengenai wasit lebih banyak berkembang dalam pemberitaan, sedangkan para pemain Argentina memilih berkonsentrasi pada penampilan di lapangan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kubu Argentina tidak ingin polemik pertandingan melawan Mesir mengganggu persiapan. Lionel Scaloni dan para pemainnya harus berfokus memperbaiki kelemahan yang terlihat ketika mereka sempat tertinggal dua gol.

Namun, pembelaan dari Argentina tidak otomatis menghapus perhatian publik. João Pinheiro tetap harus memastikan standar pelanggaran diterapkan sama kepada kedua tim sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir.

VAR Berpotensi Memainkan Peran Penting

Pertandingan fase gugur sering kali ditentukan oleh detail yang sangat kecil. Posisi offside, kontak tangan, pelanggaran dalam proses terjadinya gol, dan benturan di dalam kotak penalti dapat mengubah perjalanan tim menuju semifinal.

Kasus Argentina melawan Mesir memperlihatkan bagaimana keputusan VAR dapat menghasilkan perbedaan besar. Gol yang semula dinyatakan sah dapat dibatalkan apabila ditemukan pelanggaran pada fase serangan, sementara kontak di kotak penalti tetap membutuhkan interpretasi berdasarkan aturan dan tingkat intensitasnya.

Tugas Pinheiro bukan hanya mengambil keputusan pertama di lapangan. Ia juga harus menjaga komunikasi dengan tim VAR dan tetap memiliki kendali setelah proses peninjauan dilakukan.

Keputusan yang terlalu cepat dapat memunculkan kesalahan. Sebaliknya, terlalu sering menghentikan pertandingan juga dapat merusak ritme permainan. Keseimbangan tersebut menjadi ujian penting bagi setiap wasit di fase gugur.

Swiss Sudah Mengenal Cara Pinheiro Memimpin

Swiss memiliki satu keuntungan kecil dari sisi pengalaman. Mereka pernah merasakan langsung kepemimpinan Pinheiro ketika menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada fase grup.

Dalam pertandingan tersebut, Swiss menang telak 4-1. Fakta itu tentu tidak menjamin keuntungan pada perempat final karena lawan, situasi, dan tekanan pertandingan jauh berbeda. Namun, pemain Swiss setidaknya sudah mengenal cara Pinheiro berkomunikasi dan menentukan batas pelanggaran.

Bagi Argentina, proses membaca standar wasit perlu dilakukan sejak awal. Pemain harus memahami seberapa jauh kontak fisik diperbolehkan, bagaimana Pinheiro menangani protes, dan seberapa cepat kartu dikeluarkan.

Kemampuan menyesuaikan diri dengan kepemimpinan wasit dapat membantu tim menghindari kartu yang tidak perlu. Dalam pertandingan yang dapat berlangsung hingga perpanjangan waktu, menjaga jumlah pemain dan disiplin menjadi sangat penting.

Tekanan Tidak Hanya Datang dari Lapangan

Seorang wasit Piala Dunia tidak hanya menghadapi tekanan dari pemain dan puluhan ribu penonton di stadion. Keputusan mereka akan diputar ulang dari berbagai sudut, dianalisis mantan wasit, diperdebatkan media, dan disebarkan melalui media sosial dalam hitungan detik.

Collina memperingatkan bahwa tuduhan tanpa dasar mengenai integritas wasit dapat memicu ancaman terhadap perangkat pertandingan dan keluarga mereka. Ia tetap membuka ruang untuk pembahasan keputusan secara konstruktif, tetapi menolak tuduhan keberpihakan yang tidak disertai bukti.

Pernyataan tersebut relevan menjelang Argentina vs Swiss. Kritik terhadap keputusan tetap diperlukan, tetapi perlu dibedakan dari tuduhan bahwa pertandingan telah diatur.

Pinheiro harus menjalankan tugas tanpa terpengaruh oleh perdebatan pertandingan sebelumnya. Sementara itu, pemain dan ofisial kedua tim memiliki tanggung jawab menghormati keputusan serta menggunakan jalur resmi apabila merasa dirugikan.

Pertandingan yang Dapat Menentukan Reputasi

Argentina vs Swiss dapat menjadi salah satu pertandingan yang menentukan perkembangan karier João Pinheiro.

Jika pertandingan berlangsung lancar dan keputusannya dapat dijelaskan secara konsisten, kepercayaan FIFA terhadap wasit Portugal tersebut berpotensi meningkat. Ia dapat kembali dipertimbangkan untuk tugas lain pada fase akhir turnamen.

Sebaliknya, keputusan kontroversial dalam laga ini dapat membawa namanya ke pusat perdebatan global. Risiko tersebut semakin besar karena pertandingan melibatkan Messi, juara bertahan, dan Swiss yang sedang mengejar semifinal bersejarah.

Namun, penilaian terhadap wasit seharusnya tidak hanya didasarkan pada satu tayangan lambat atau hasil akhir. Setiap insiden perlu dilihat melalui aturan permainan, konteks gerakan, dan informasi yang tersedia bagi wasit serta VAR.

Kesimpulan

FIFA menunjuk João Pinheiro sebagai wasit Argentina vs Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026. Wasit Portugal tersebut akan dibantu Bruno Jesus dan Luciano Maia, sementara Drew Fischer dan Michael Barwegen menjadi bagian dari tim ofisial pertandingan.

Penunjukan ini mendapat perhatian karena Pinheiro pernah dikritik mengenai pengalamannya setelah memimpin semifinal Liga Champions antara Bayern München dan PSG. Ia juga harus memimpin pertandingan Argentina hanya beberapa hari setelah laga melawan Mesir memunculkan polemik besar mengenai VAR.

FIFA telah menolak tuduhan keberpihakan dan menyatakan seluruh perangkat pertandingan bekerja secara independen. Kini, Pinheiro memiliki kesempatan membuktikan kepercayaan tersebut dalam salah satu laga paling penting di Piala Dunia 2026.

FAQ Wasit Argentina vs Swiss

Siapa wasit Argentina vs Swiss?
FIFA menunjuk João Pinheiro dari Portugal sebagai wasit utama pertandingan perempat final tersebut.

Siapa asisten João Pinheiro?
Pinheiro akan dibantu Bruno Jesus dan Luciano Maia, yang juga berasal dari Portugal. Drew Fischer menjadi wasit keempat dan Michael Barwegen bertugas sebagai asisten cadangan.

Kapan Argentina vs Swiss dimainkan?
Pertandingan dijadwalkan berlangsung Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB di Kansas City.

Apakah João Pinheiro pernah memimpin pertandingan Swiss?
Ya. Ia memimpin kemenangan Swiss 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina pada fase grup Piala Dunia 2026.

Mengapa João Pinheiro menjadi sorotan?
Pinheiro pernah dipertanyakan mengenai pengalamannya setelah memimpin semifinal Liga Champions. Sorotan juga meningkat karena pertandingan Argentina sebelumnya melawan Mesir memunculkan protes terhadap keputusan wasit dan VAR.

Apakah FIFA mengakui adanya keberpihakan kepada Argentina?
Tidak. Kepala perwasitan FIFA Pierluigi Collina menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa perangkat pertandingan bekerja secara independen.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026
Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah
Marc Márquez Cari Jawaban Jelang MotoGP Inggris Malam Ini, Start P6 Usai Sprint Buruk
Jangan Terlewat! Veda Ega Balapan Moto3 Malam Ini, Start P16 di Silverstone
Kabar Duka Lionel Messi, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario
Resmi! Persib Datangkan Danijel Loncar, Bek Kroasia 189 Cm Dikontrak Dua Musim
Chelsea Vs AC Milan Main di GBK Malam Ini! Cek Jam Kick-off dan Siaran Langsungnya
30 Tahun Tanpa Gelar! Timnas Indonesia Kembali Gagal Juara Piala AFF Usai Ditahan Singapura

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Putri KW Tak Mau Lagi Cuma Perunggu, Kini Bidik Gelar Juara Dunia 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Persebaya Juara, Rachmat Irianto Tak Ikut Pesta dan Kirim Pesan Haru untuk Mendiang Ayah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Marc Márquez Cari Jawaban Jelang MotoGP Inggris Malam Ini, Start P6 Usai Sprint Buruk

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Jangan Terlewat! Veda Ega Balapan Moto3 Malam Ini, Start P16 di Silverstone

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kabar Duka Lionel Messi, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia di Rosario

Berita Terbaru

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB

Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Bisnis

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:17 WIB