Redaksiku.com – Pertandingan Swiss vs Argentina berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Albiceleste setelah melalui perpanjangan waktu.
Argentina sempat kehilangan kendali pada babak kedua, tetapi kembali menemukan jalan ketika Swiss harus bermain dengan sepuluh orang.
Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul cepat pada menit ke-10. Swiss membalas melalui Dan Ndoye pada menit ke-67 dan memaksa pertandingan berlangsung lebih panjang. Julián Álvarez kemudian memecahkan kebuntuan pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martínez menutup laga pada menit ke-121.
Kemenangan di Kansas City itu mengantar Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026. Pasukan Lionel Scaloni selanjutnya menghadapi Inggris di Atlanta pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Swiss vs Argentina Dibuka Gol Cepat Mac Allister
Argentina tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka skor. Pada menit ke-10, Lionel Messi mengirimkan sepak pojok ke tiang dekat yang disambut Alexis Mac Allister dengan sundulan tipis.
Bola bergerak ke sudut jauh dan tidak mampu dihentikan Gregor Kobel. Gol tersebut menjadi pukulan awal bagi Swiss karena untuk pertama kalinya mereka berada dalam posisi tertinggal sepanjang Piala Dunia 2026.
Argentina terlihat berada dalam jalur yang nyaman setelah gol itu. Albiceleste menguasai fase awal pertandingan dan berusaha menarik Swiss keluar dari blok pertahanan melalui pergerakan Messi, Mac Allister, dan para pemain sayap.
Namun, keunggulan satu gol tidak membuat Swiss kehilangan kedisiplinan. Tim asuhan Murat Yakin tetap menjaga jarak antarlini dan menunggu kesempatan untuk menyerang ketika Argentina kehilangan bola.
Swiss Perlahan Mengambil Alih Pertandingan
Babak pertama tidak menghasilkan terlalu banyak peluang terbuka. Situasinya berubah setelah jeda ketika Swiss mulai berani menekan lebih tinggi dan mengirimkan lebih banyak pemain ke wilayah Argentina.
Tekanan tersebut memaksa Emiliano Martínez melakukan sejumlah penyelamatan. Swiss tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mulai memenangkan perebutan bola kedua dan membuat lini belakang Albiceleste bekerja lebih keras.
Gol penyama kedudukan akhirnya datang pada menit ke-67. Dan Ndoye bertukar umpan dengan Ricardo Rodríguez dari sisi kiri sebelum melepaskan penyelesaian kaki kanan yang melewati sela kaki Emiliano Martínez.
Gol itu mengubah atmosfer pertandingan. Pendukung Swiss kembali percaya, sedangkan Argentina menghadapi ancaman tersingkir setelah sebelumnya juga harus melalui laga sulit melawan Mesir pada babak 16 besar.
Swiss membuktikan keyakinan mereka sebelum pertandingan bahwa Argentina bukan tim yang tidak bisa dilukai. Murat Yakin sebelumnya menilai beberapa penampilan Albiceleste memperlihatkan ruang yang dapat dimanfaatkan.

Kartu Merah Embolo Mengubah Arah Laga
Momentum Swiss terganggu pada menit ke-72. Breel Embolo menerima kartu kuning kedua karena dinilai melakukan simulasi dan harus meninggalkan lapangan.
Proses keputusannya berlangsung tidak biasa. Wasit awalnya memberikan kartu kepada Leandro Paredes, tetapi pemeriksaan VAR menemukan adanya kekeliruan identitas. Keputusan kemudian diperbaiki dan kartu diberikan kepada Embolo.
Dengan sepuluh pemain, Swiss terpaksa mengubah prioritas. Mereka tidak lagi leluasa menekan dan harus memadatkan area pertahanan untuk menahan gelombang serangan Argentina.
Albiceleste langsung mengambil kembali penguasaan permainan. Serangan diarahkan dari kedua sisi, sementara Messi berusaha menemukan ruang di depan kotak penalti.
Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina tidak langsung mendapatkan gol kedua. Organisasi Swiss tetap bertahan, sedangkan Kobel dan lini belakangnya berulang kali menggagalkan peluang.
Messi Nyaris Menentukan Laga pada Waktu Normal
Lionel Messi tetap menjadi pusat kreativitas Argentina. Selain mengirimkan sepak pojok yang menghasilkan gol Mac Allister, ia beberapa kali mencoba membongkar pertahanan melalui umpan pendek dan pergerakan dari area tengah.
Menjelang akhir waktu normal, Messi memperoleh peluang untuk menyelesaikan pertandingan. Tembakannya meluncur tipis di samping gawang dan membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Bagi Swiss, bertahan hingga menit ke-90 menjadi pencapaian tersendiri setelah kehilangan Embolo. Mereka memilih menjaga bentuk pertahanan dan berharap dapat membawa pertandingan sampai adu penalti.
Argentina, sebaliknya, harus menghindari rasa frustrasi. Serangan yang terburu-buru berpotensi memberi Swiss peluang melalui bola mati atau serangan balik yang jarang, tetapi tetap berbahaya.
Gol Álvarez Mematahkan Perlawanan Swiss
Swiss terus bertahan pada babak pertama perpanjangan waktu. Pertandingan terlihat akan bergerak menuju adu penalti sebelum Julián Álvarez menghasilkan momen pembeda pada menit ke-112.
Álvarez melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur ke sudut atas gawang. Kobel sudah meregangkan tubuh, tetapi tidak memiliki cukup jangkauan untuk menghentikan bola.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






