Stres Bikin Wajah Kusam? BKKBN Ungkap Penyebab Orang Indonesia Tidak Glowing Seperti Warga Negara Maju

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. BKKBN sebut wajah glowing sulit tercapai jika stres tinggi, hormon kortisol sebabkan kulit kusam dan lelah. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi. BKKBN sebut wajah glowing sulit tercapai jika stres tinggi, hormon kortisol sebabkan kulit kusam dan lelah. (Foto: Pixabay)

Baru-baru ini pernyataan BKKN yang menyangkal anggapan bahwa wajah glowing hanya bisa diperoleh melalui perawatan kulit atau faktor genetik menjadi sorotan.

Pernyataan terbaru dari BKKBN mengungkap bahwa anggapan wajah glowing hanya bisa diperoleh dengan perawatan atau genetik tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktor terbesar yang membuat seseorang terlihat segar, cerah, dan bersinar justru berasal dari kondisi psikologis.

Stres yang berkepanjangan dapat menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah tinggi, yang membuat wajah terlihat lebih lelah dan kusam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah alasan mengapa masyarakat Indonesia sering kali tampak tidak bercahaya dibandingkan warga negara maju.

BKKBN Sebut Wajah Glowing Tidak Hanya Soal DNA dan Skincare, Tapi Juga Tingkat Stres Harian

Ilustrasi. BKKBN sebut wajah glowing sulit tercapai jika stres tinggi, hormon kortisol sebabkan kulit kusam dan lelah. (Foto: Pixabay)
Stres Bikin Wajah Kusam? BKKBN Ungkap Penyebab Orang Indonesia Tidak Glowing Seperti Warga Negara Maju

Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengatakan bahwa tampilan wajah yang menarik bukan hanya hasil dari perawatan.

Menurutnya, warga negara maju seperti Eropa tampak lebih bersinar karena tingkat kesejahteraan dan rasa aman yang lebih tinggi.

Mereka tidak terus-menerus dibayang-bayangi kekhawatiran tentang pekerjaan, masa depan, atau ketidakpastian ekonomi.

Sebaliknya, masyarakat Indonesia masih hidup dalam tekanan yang konstan, mulai dari kebutuhan pokok, utang, hingga masa depan keluarga.

Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang tinggi secara terus-menerus.

Hormon ini adalah respons alami tubuh terhadap stres, tapi jika kadarnya berlebihan, akan berdampak langsung pada kulit.

Kortisol mengganggu regenerasi sel kulit, meningkatkan peradangan, dan menyebabkan produksi minyak tidak seimbang.

Akibatnya, wajah akan tampak lebih lelah, kusam, bahkan mempercepat timbulnya kerutan dan jerawat.

Budi juga menekankan bahwa bukan genetik yang menjadikan warga negara maju terlihat glowing, melainkan kestabilan hidup yang membuat mereka bebas dari tekanan besar.

Ketika hidup lebih tenang, tubuh tidak terpicu memproduksi hormon stres, sehingga wajah lebih rileks dan sehat.

Mengapa Negara Maju Wajahnya Lebih Glowing? Ini Analisis BKKBN

BKKBN menyoroti perbandingan mencolok antara kondisi wajah masyarakat Indonesia dengan penduduk di negara maju.

Menurut Budi, bukan berarti warga negara maju memiliki gen lebih unggul, tetapi mereka hidup dalam sistem sosial yang lebih stabil.

Ketika seseorang tidak dibebani dengan kekhawatiran tentang pekerjaan, biaya hidup, atau masa depan anak, tubuh lebih rileks dan kulit lebih sehat.

Warga negara maju juga memiliki akses yang lebih merata terhadap kesehatan mental, kesejahteraan sosial, dan jaminan hidup.

Mereka tak perlu bergelut dengan ketidakpastian hari esok, sehingga tekanan psikologis dapat ditekan seminimal mungkin.

Situasi ini berbanding terbalik dengan masyarakat Indonesia yang masih banyak hidup di bawah tekanan ekonomi dan sosial.

Akibatnya, kortisol terus diproduksi secara berlebihan dan mengganggu kesehatan kulit secara langsung.

Hal ini bukan hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga kepercayaan diri dan kondisi emosional jangka panjang.

BKKBN menekankan bahwa jika ingin wajah glowing secara alami, maka yang harus dibenahi bukan hanya rutinitas skincare, tetapi juga kualitas hidup secara menyeluruh.

Skincare Tak Efektif Jika Akar Masalahnya Belum Diatasi

BKKBN secara tidak langsung menyampaikan bahwa penyebab wajah tidak glowing tidak akan hilang hanya dengan membeli produk kecantikan.

Selama stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka skincare hanya akan menutupi masalah permukaan.

Perawatan kulit memang membantu memperbaiki lapisan luar, tapi tidak menyelesaikan efek internal dari hormon kortisol.

Efek jangka panjang dari stres tidak hanya pada wajah, tetapi juga metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Kondisi seperti jerawat hormonal, lingkar hitam mata, kulit pucat, dan garis halus sangat dipengaruhi oleh tingkat stres seseorang.

Oleh karena itu, strategi terbaik untuk memperbaiki tampilan kulit adalah dengan mengurangi sumber stres itu sendiri.

Bisa dimulai dari menciptakan lingkungan hidup yang lebih stabil, pengelolaan keuangan yang bijak, hingga menjaga relasi sosial yang sehat.

Dukungan kesehatan mental, cukup tidur, dan menghindari tekanan sosial yang tidak perlu juga menjadi cara untuk mengendalikan kadar kortisol.

Perubahan gaya hidup inilah yang menurut BKKBN akan memberikan dampak paling signifikan terhadap kualitas kulit wajah.

BKKBN Dorong Negara Hadir untuk Cegah Kejahatan Kortisol

BKKBN tidak hanya menyerahkan solusi ini kepada individu, tetapi juga mendorong kebijakan negara untuk menjamin kesejahteraan rakyat.

Menurut Budi, penjaminan hidup yang stabil dari pemerintah sangat penting untuk menekan tingkat stres di masyarakat.

Mulai dari lapangan kerja yang memadai, jaminan kesehatan, pendidikan, dan kepastian masa depan harus dirancang sebagai sistem penyangga kehidupan warga.

Jika negara bisa menghadirkan rasa aman, maka masyarakat juga lebih tenang dalam menjalani hidup dan tidak dihantui kecemasan setiap hari.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua
Jadwal Kapal Pelni Rute Surabaya Kalabahi Juli 2026, Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Rutenya
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas
Ledakan Bom Rakitan Tasikmalaya Dipicu Cekcok PKL, Polisi Pastikan Bukan Aksi Teror

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:08 WIB

Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:48 WIB

Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:43 WIB

PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Politik

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:37 WIB