Redaksiku.com – Hotman Paris Hutapea resmi mengundurkan diri dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Pengacara berusia 66 tahun tersebut menjelaskan bahwa keputusan itu tidak berkaitan dengan substansi perkara maupun tekanan dari pihak tertentu. Ia memilih mundur karena kondisi kesehatannya belum pulih setelah menjalani operasi saraf kejepit dan harus melanjutkan pengobatan di Singapura.
Dalam pernyataan terbaru di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat, 24 Juli 2026, Hotman menyebut perkara yang dihadapi Febrie sebagai “the dream case” atau perkara impian bagi pengacara. Menurutnya, kasus tersebut menarik perhatian banyak advokat karena skala, kompleksitas, dan sorotan publik yang menyertainya.
Hotman bahkan mengaku menerima komunikasi dari sejumlah pengacara yang berminat bergabung dengan tim hukum Febrie setelah mengetahui dirinya mundur. Namun, ia tidak menyebut identitas advokat yang menghubunginya maupun siapa yang akan mengambil alih posisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ringkasan Berita Terbaru Hotman Paris
| Keterangan | Informasi terbaru |
|---|---|
| Perkembangan utama | Mundur sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah |
| Alasan | Kondisi kesehatan dan pemulihan pascaoperasi |
| Masalah kesehatan | Saraf kejepit |
| Rencana pengobatan | Melanjutkan perawatan di Singapura |
| Pernyataan terbaru | Menyebut perkara Febrie sebagai “the dream case” |
| Respons Febrie | Sempat meminta Hotman menunda pengunduran diri |
| Perkara lain | Hotman dilaporkan organisasi wartawan ke polisi |
| Sikap Hotman | Menyatakan siap hadir apabila dipanggil penyidik |
Pengunduran diri diumumkan pada Kamis, 23 Juli 2026. Sehari kemudian, Hotman kembali menjelaskan keputusannya ketika akan berangkat melanjutkan pengobatan.
Hotman Paris Mundur karena Kondisi Kesehatan
Hotman mengatakan dirinya masih menjalani pemulihan setelah operasi saraf kejepit. Ia khawatir beban pikiran dan pekerjaan dalam perkara besar dapat memperburuk kesehatannya.
Menurut Hotman, dokter yang menanganinya di Singapura telah meminta dirinya mengurangi aktivitas. Ia kemudian memutuskan menghentikan pendampingan hukum agar dapat berkonsentrasi menjalani pengobatan dan pemulihan.
Saat mengumumkan pengunduran diri di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Hotman menyebut telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Febrie beberapa hari sebelumnya.
Ia mengaku takut kondisinya semakin parah apabila tetap memaksakan diri bekerja dan terus memikirkan strategi pembelaan untuk perkara yang membutuhkan perhatian besar.
Keterangan terbaru juga menyebut Hotman belum sepenuhnya pulih setelah operasi. Karena itu, keputusan mundur disampaikan sebagai alasan medis dan bukan sebagai penilaian bahwa perkara Febrie tidak dapat dibela.

Febrie Sempat Meminta Hotman Tidak Mundur
Febrie Adriansyah disebut sempat meminta Hotman tetap mendampinginya dan tidak terlalu cepat meninggalkan tim hukum.
Hotman mengatakan Febrie berharap dirinya bertahan setidaknya beberapa minggu lagi, terutama sampai perkara memasuki tahap persidangan. Namun, Hotman tidak langsung menyanggupi permintaan tersebut karena harus mempertimbangkan kondisi fisiknya.
Menurut penuturan Hotman, Febrie beberapa kali menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Hotman dalam menghadapi persidangan.
Meski mendapat permintaan untuk bertahan, Hotman akhirnya memilih mengundurkan diri. Belum diumumkan secara resmi siapa pengacara utama yang akan menggantikannya dalam tim pembela Febrie.
Hanya Beberapa Hari Menjadi Kuasa Hukum
Hotman baru terlihat mendampingi Febrie dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026.
Pada pemeriksaan tersebut, Febrie dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan penanganan perkara PT ASABRI. Hotman menyampaikan bahwa mantan kliennya menerima sekitar 18 pertanyaan dari penyidik.
Hotman kemudian mengumumkan pengunduran dirinya pada 23 Juli 2026. Dengan demikian, keterlibatannya secara terbuka dalam tim hukum Febrie berlangsung kurang lebih enam hari.
Walaupun berlangsung singkat, keterlibatan Hotman memperoleh perhatian besar karena Febrie sebelumnya pernah memimpin penanganan berbagai perkara korupsi penting sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung.
Status Febrie dalam perkara yang sedang berjalan tetap harus dipahami berdasarkan asas praduga tidak bersalah. Penetapan tersangka belum merupakan putusan bersalah dan perkara harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah.
Mengapa Disebut “The Dream Case”?
Hotman menyebut perkara Febrie sebagai the dream case karena dinilai mempunyai tingkat kompleksitas dan perhatian publik yang tinggi.
Istilah tersebut tidak berarti perkara tersebut mudah dimenangkan. Dalam konteks pernyataan Hotman, sebutan itu menggambarkan sebuah kasus besar yang memberikan ruang luas kepada advokat untuk menguji kemampuan analisis hukum, strategi pembelaan, pemeriksaan bukti, dan argumentasi di persidangan.
Hotman juga menyebut banyak pengacara tertarik bergabung setelah dirinya mundur.
Namun, pergantian kuasa hukum tidak mengubah status maupun jalannya penyidikan. Penyidik tetap dapat melanjutkan pemeriksaan, sementara Febrie mempunyai hak memilih dan memperoleh pendampingan hukum dari advokat lain.
Perkara Febrie Tetap Berlanjut
Kejaksaan Agung kembali menjadwalkan pemeriksaan Febrie pada Jumat, 24 Juli 2026 dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang.
Pemanggilan ulang dilakukan setelah Febrie tidak menghadiri jadwal pemeriksaan pada Rabu, 22 Juli dengan alasan kesehatan. Dalam pemeriksaan terbaru ini, Febrie dijadwalkan dimintai keterangan sebagai saksi untuk perkara TPPU yang dikembangkan melalui surat perintah penyidikan baru.
Kejaksaan menyatakan perkara tersebut merupakan tindak lanjut dari penyerahan penanganan kasus dan barang bukti dari kepolisian.
Penyidikan baru berkaitan dengan temuan emas sekitar 74 kilogram serta uang dalam berbagai mata uang yang ditemukan di sebuah rumah yang dikaitkan dengan Febrie. Kepemilikan dan asal-usul aset tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan belum diputuskan oleh pengadilan.
Febrie dan pihak-pihak lain yang disebut dalam perkara mempunyai hak untuk memberikan penjelasan, mengajukan bukti, menghadirkan saksi, serta membantah tuduhan selama proses hukum berlangsung.
Pengunduran diri Hotman tidak menghentikan penyidikan maupun mengubah kewenangan aparat dalam memeriksa perkara tersebut.
Hotman Paris Juga Menghadapi Laporan Polisi
Selain kabar pengunduran diri, Hotman Paris sedang menghadapi laporan polisi yang diajukan organisasi wartawan.
Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Pusat melaporkan Hotman ke Polda Metro Jaya pada 20 Juli 2026. Laporan berawal dari ucapan Hotman kepada seorang wartawan setelah pemeriksaan Febrie di Kejaksaan Agung pada 17 Juli. PWI menilai pernyataan tersebut merendahkan profesi wartawan.
Laporan PWI telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/5291/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
PWI menyatakan langkah hukum itu ditempuh untuk menjaga kehormatan profesi pers dan meminta polisi memproses laporan secara profesional, objektif, serta transparan.
Pelaporan tersebut masih berada dalam tahap penanganan awal. Hotman berstatus sebagai pihak yang dilaporkan dan belum dinyatakan bersalah atas dugaan yang disampaikan pelapor.
Hotman Telah Menyampaikan Permintaan Maaf
Setelah pernyataannya menuai kritik, Hotman menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya.
Ia meminta maaf kepada wartawan dan organisasi pers serta menyatakan situasi ketika itu berlangsung dalam kondisi emosional. Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah PWI dan Dewan Pers memberikan tanggapan terhadap ucapannya.
PWI menyatakan menghargai dan menerima permintaan maaf tersebut. Namun, organisasi itu tetap meminta proses hukum berjalan.
Perwakilan PWI telah memberikan keterangan sebagai saksi pelapor serta menyerahkan bukti berupa video, transkrip percakapan, dan sejumlah tautan kepada penyidik Polda Metro Jaya.
Artinya, permintaan maaf dan proses hukum merupakan dua hal berbeda. Perdamaian dapat menjadi pertimbangan dalam penyelesaian perkara, tetapi kelanjutan penanganannya bergantung pada ketentuan hukum, penyidik, pelapor, dan hasil pemeriksaan.
Hotman Siap Memenuhi Panggilan Polisi
Hotman menyatakan tidak khawatir menghadapi laporan yang dibuat organisasi wartawan.
Ia menegaskan akan memenuhi panggilan apabila penyidik Polda Metro Jaya meminta dirinya memberikan keterangan. Hotman juga membantah mempunyai maksud menghina seluruh wartawan atau lembaga pers.
Menurut Hotman, pernyataan yang dipersoalkan terjadi dalam komunikasi dengan seorang wartawan secara individual saat konferensi pers.
Penjelasan tersebut merupakan posisi Hotman sebagai terlapor. Penyidik masih perlu memeriksa pelapor, terlapor, rekaman peristiwa, saksi, dan unsur hukum sebelum menentukan kelanjutan perkara.
Dua Masalah yang Perlu Dipisahkan
Pengunduran diri Hotman dari tim hukum Febrie dan laporan organisasi wartawan merupakan dua persoalan berbeda.
Hotman menyatakan pengunduran dirinya murni disebabkan kondisi kesehatan serta kebutuhan menjalani pengobatan. Belum ditemukan keterangan terverifikasi yang menyatakan keputusan mundur diambil karena laporan polisi dari PWI.
Laporan organisasi wartawan berhubungan dengan ucapan Hotman saat memberikan keterangan kepada media.
Sementara itu, pengunduran diri berhubungan dengan hubungan profesional antara pengacara dan klien serta kemampuan fisik Hotman untuk melanjutkan pendampingan.
Kedua peristiwa memang terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan dan berawal dari perkara Febrie, tetapi tidak boleh langsung dianggap mempunyai hubungan sebab-akibat tanpa bukti.
Kondisi Kesehatan Menjadi Prioritas
Hotman selama ini dikenal mempunyai aktivitas yang padat sebagai pengacara, pembawa acara, pengusaha, dan figur publik.
Dalam pernyataan terbarunya, ia menekankan bahwa kondisi setelah operasi membuat dirinya harus membatasi pekerjaan. Ia memilih menjalani pengobatan daripada mengambil risiko kesehatan yang lebih berat.
Keputusan mundur juga memperlihatkan bahwa perkara hukum besar membutuhkan kesiapan fisik dan mental dari tim pengacara.
Advokat perlu mempelajari dokumen dalam jumlah besar, menghadiri pemeriksaan, berkomunikasi dengan klien, menyiapkan saksi dan ahli, serta menyusun strategi apabila perkara dilimpahkan ke pengadilan.
Hotman belum menjelaskan berapa lama proses pengobatan akan berlangsung atau kapan dirinya dapat kembali menjalani aktivitas hukum secara penuh.
Siapa Hotman Paris?
Hotman Paris Hutapea adalah advokat, pembawa acara, dan pengusaha Indonesia yang dikenal menangani berbagai perkara korporasi maupun kasus figur publik.
Ia lahir pada 20 Oktober 1959 dan mendirikan firma hukum Hotman Paris & Partners. Latar belakang profesionalnya banyak berkaitan dengan hukum bisnis, kepailitan, keuangan internasional, litigasi komersial, dan perkara pidana yang mendapat perhatian publik.
Selain karier hukum, Hotman dikenal melalui program televisi dan layanan konsultasi hukum yang mempertemukannya dengan masyarakat.
Gaya berbusana mencolok, koleksi cincin, kendaraan mewah, dan cara berbicara yang lugas membuatnya menjadi salah satu pengacara paling dikenal di Indonesia.
Kronologi Singkat Perkembangan Hotman Paris
| Tanggal | Perkembangan |
|---|---|
| 17 Juli 2026 | Hotman mendampingi pemeriksaan Febrie di Kejaksaan Agung |
| 17 Juli 2026 | Pernyataan Hotman kepada wartawan memicu polemik |
| 20 Juli 2026 | Hotman menyampaikan permintaan maaf |
| 20 Juli 2026 | PWI melaporkan Hotman ke Polda Metro Jaya |
| 22 Juli 2026 | PWI diperiksa sebagai saksi pelapor dan menyerahkan bukti |
| 23 Juli 2026 | Hotman mengumumkan mundur sebagai pengacara Febrie |
| 24 Juli 2026 | Hotman menyebut perkara Febrie sebagai “the dream case” |
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kabar mengenai Hotman dalam sepekan terakhir berkembang dengan cepat, mulai dari pendampingan perkara besar, polemik dengan wartawan, laporan polisi, hingga pengunduran diri karena kesehatan.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Perhatian publik berikutnya tertuju pada tiga perkembangan.
Pertama, siapa pengacara yang akan menggantikan Hotman dalam tim hukum Febrie. Hotman menyebut banyak advokat tertarik, tetapi belum ada pengumuman resmi mengenai susunan tim baru.
Kedua, kelanjutan pemeriksaan Febrie oleh Kejaksaan Agung. Penyidik kembali menjadwalkan pemanggilan pada 24 Juli setelah pemeriksaan sebelumnya tidak dihadiri karena alasan kesehatan.
Ketiga, penanganan laporan organisasi wartawan di Polda Metro Jaya. Hotman telah menyatakan siap hadir, sedangkan PWI telah memberikan keterangan dan menyerahkan bukti awal kepada penyidik.
Belum ada kepastian mengenai hasil dari ketiga proses tersebut. Informasi baru perlu menunggu pengumuman resmi tim hukum, Kejaksaan Agung, dan Polda Metro Jaya.
Kesimpulan
Hotman Paris mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah karena kondisi kesehatannya belum pulih setelah menjalani operasi saraf kejepit.
Ia harus melanjutkan pengobatan di Singapura dan mengaku khawatir kesehatannya semakin buruk apabila tetap menangani perkara besar tersebut.
Febrie sempat meminta Hotman bertahan setidaknya sampai persidangan dimulai. Namun, Hotman akhirnya tetap memilih mundur.
Dalam pernyataan pada 24 Juli 2026, ia menyebut perkara Febrie sebagai the dream case dan mengatakan banyak pengacara berminat bergabung dalam tim pembela.
Pengunduran diri Hotman tidak menghentikan penyidikan perkara Febrie. Kejaksaan Agung kembali menjadwalkan pemeriksaan dalam pengembangan dugaan tindak pidana pencucian uang.
Hotman juga sedang menghadapi laporan dari organisasi wartawan atas dugaan penghinaan. Ia telah meminta maaf dan menyatakan siap memenuhi panggilan polisi, sementara PWI tetap meminta proses hukum berjalan.
FAQ Hotman Paris
Apa berita terbaru Hotman Paris?
Hotman Paris mundur sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah dan menyebut perkara mantan Jampidsus tersebut sebagai the dream case.
Mengapa Hotman Paris mundur?
Ia mengaku harus fokus menjalani pengobatan dan pemulihan setelah operasi saraf kejepit.
Kapan Hotman mengumumkan pengunduran dirinya?
Pengunduran diri diumumkan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Apakah Hotman mundur karena perkara Febrie sulit?
Hotman membantah mundur karena substansi perkara. Ia menyebut alasannya murni berkaitan dengan kesehatan.
Apa respons Febrie Adriansyah?
Menurut Hotman, Febrie sempat meminta dirinya tidak terlalu cepat mundur dan berharap ia bertahan sampai persidangan.
Siapa pengganti Hotman sebagai pengacara Febrie?
Belum ada pengumuman resmi mengenai pengacara utama yang menggantikannya.
Apa maksud “the dream case”?
Istilah tersebut digunakan Hotman untuk menggambarkan perkara besar dan kompleks yang dinilai menarik bagi banyak pengacara.
Apakah perkara Febrie berhenti setelah Hotman mundur?
Tidak. Proses penyidikan tetap berlangsung dan Febrie dapat menunjuk pengacara lain.
Mengapa Hotman Paris dilaporkan ke polisi?
PWI melaporkannya atas dugaan ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung.
Apakah Hotman sudah meminta maaf?
Ya. Hotman telah menyampaikan permintaan maaf, tetapi PWI menyatakan proses hukum tetap dilanjutkan.
Apakah Hotman akan memenuhi panggilan polisi?
Hotman menyatakan siap hadir apabila dipanggil penyidik.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






