Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Angkat Tema Perang Bayu, Catat Jadwal dan Lokasinya

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahui jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026, tema, lokasi, dan rangkaian kegiatannya melalui ulasan ini. (Foto: Dok Banyuwangi kab) 

Ketahui jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026, tema, lokasi, dan rangkaian kegiatannya melalui ulasan ini. (Foto: Dok Banyuwangi kab) 

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 kembali digelar sebagai salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Banyuwangi.

Memasuki penyelenggaraan ke-13, karnaval budaya bertaraf internasional ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, dan menjadi puncak rangkaian BEC Week 2026.

‎Setiap tahunnya, Banyuwangi Ethno Carnival selalu menghadirkan tema berbeda yang mengangkat kekayaan sejarah, budaya, maupun tradisi masyarakat Banyuwangi.

Tahun ini, BEC mengusung tema “Perang Bayu”, sebuah kisah heroik perjuangan rakyat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 yang menjadi bagian penting dari sejarah daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Banyuwangi Ethno Carnival 2026

Ketahui jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026, tema, lokasi, dan rangkaian kegiatannya melalui ulasan ini. (Foto: Dok Banyuwangi kab) 
Ketahui jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026, tema, lokasi, dan rangkaian kegiatannya melalui ulasan ini. (Foto: Dok Banyuwangi kab)

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 akan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan titik keberangkatan di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi.

Ratusan peserta akan mengenakan kostum spektakuler yang dirancang khusus sesuai tema, kemudian berjalan menyusuri rute sepanjang kurang lebih dua kilometer di jalan protokol Kota Banyuwangi.

‎Karnaval ini memadukan unsur seni pertunjukan, fesyen, tari, musik, dan budaya lokal dalam satu pertunjukan terbuka yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

‎Mengangkat Tema Perang Bayu

‎Tema Perang Bayu dipilih untuk mengenang perjuangan masyarakat Banyuwangi saat melawan kolonial Belanda pada abad ke-18. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah lahirnya Banyuwangi.

‎Dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026, kisah perjuangan tersebut akan divisualisasikan melalui lima subtema yang menggambarkan berbagai fragmen perlawanan rakyat Banyuwangi.

Setiap kostum dirancang dengan sentuhan artistik yang memadukan unsur budaya Osing, sejarah, serta kreativitas para desainer lokal.

‎Melalui konsep tersebut, BEC tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkenalkan sejarah Banyuwangi kepada masyarakat luas.

‎Menjadi Puncak BEC Week 2026

‎Banyuwangi Ethno Carnival 2026 merupakan acara utama dalam rangkaian BEC Week yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026.

‎Sebelum pelaksanaan karnaval, masyarakat dapat menikmati berbagai agenda menarik, seperti Festival UMKM Sekarkijang Creative Fest (SCF), lomba desain batik, kompetisi menyanyi, workshop kreatif, Kids Fashion Show, donor darah, hingga pasar murah.

‎Setelah karnaval selesai, kemeriahan masih berlanjut pada malam harinya melalui pertunjukan budaya Barong Battle di Agro Wisata Tamansuruh.

‎SCF Waqf Run dan Konser Penutup

‎Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 belum berakhir setelah pelaksanaan karnaval. Pada Minggu, 19 Juli 2026, masyarakat masih dapat mengikuti SCF Waqf Run 5K yang dipusatkan di Taman Blambangan.

‎Selain lomba lari, panitia juga menggelar Halal Chef Competition, Talkshow Beyond Halal, edukasi perlindungan konsumen, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.

‎Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Konser Musik BEC di Gedung Seni Budaya (Gesibu). Pada acara tersebut juga diumumkan para pemenang Best Costume Banyuwangi Ethno Carnival 2026, yang menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi dalam penyelenggaraan BEC.

‎Kolaborasi untuk Mendukung UMKM

‎Penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 kembali mendapat dukungan dari Bank Indonesia Jember. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, berbagai kegiatan selama BEC Week juga dimanfaatkan untuk mempromosikan produk UMKM lokal.

‎Festival UMKM menghadirkan pelaku usaha dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Lumajang. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk unggulan, mulai dari kain tradisional, kerajinan tangan, hingga aneka kuliner khas daerah.

‎Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Mengapa BEC Selalu Dinantikan?

‎Selama lebih dari satu dekade, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 menjadi salah satu ikon pariwisata Banyuwangi yang berhasil menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Keunikan kostum, kualitas pertunjukan, serta tema yang selalu berganti setiap tahun membuat BEC memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan festival budaya lainnya.

‎Tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, BEC juga menjadi ruang bagi para desainer, seniman, dan komunitas kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka.

Karena itulah, setiap penyelenggaraan selalu menghadirkan konsep baru yang dinantikan oleh masyarakat.

Sebagai penutup, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 kembali menawarkan perpaduan antara seni, budaya, sejarah, dan kreativitas melalui tema Perang Bayu. Karnaval yang digelar pada 18 Juli 2026 ini menjadi agenda utama dalam BEC Week sekaligus salah satu event pariwisata terbesar di Banyuwangi.

Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati kemeriahan budaya Banyuwangi, BEC 2026 menjadi momen yang tidak boleh dilewatkan. Selain menyaksikan parade kostum spektakuler, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung yang berlangsung selama empat hari penuh dan turut memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi kreatif Banyuwangi.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB