Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Redaksiku.com – Gempa bumi tektonik mengguncang kawasan Selat Sunda pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 02.44 WIB.

Getaran yang terjadi ketika sebagian besar warga masih beristirahat itu dirasakan cukup nyata di wilayah Sumur dan Pandeglang, Banten.

Informasi awal BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,5 dengan kedalaman 10 kilometer. Setelah dilakukan pemutakhiran analisis, parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo 5,3 dengan kedalaman 43 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 62 kilometer arah barat daya Sumur, Banten.

BMKG memastikan hasil pemodelan tidak menunjukkan potensi tsunami. Masyarakat tetap diminta waspada, memeriksa kondisi bangunan, dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parameter Awal dan Pembaruan Gempa Bumi

Perbedaan angka magnitudo pada informasi awal dan hasil pembaruan kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Dalam kejadian ini, informasi otomatis pertama mencatat magnitudo 5,5, kedalaman 10 kilometer, dan lokasi sekitar 122 kilometer barat daya Pandeglang.

Analisis lanjutan BMKG kemudian menetapkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 5,3. Kedalamannya diperbarui menjadi 43 kilometer, dengan pusat gempa berada sekitar 62 kilometer barat daya Sumur.

Pembaruan parameter merupakan bagian dari proses analisis gempa. Data awal biasanya dirilis dengan cepat agar masyarakat segera memperoleh informasi, kemudian diperbaiki setelah lebih banyak rekaman dari jaringan sensor seismik dianalisis.

Karena itu, data pembaruan sebaiknya dijadikan acuan utama. Dalam kasus gempa Selat Sunda ini, parameter akhirnya adalah magnitudo 5,3 dengan kedalaman 43 kilometer.

Getaran Terasa Kuat di Sumur

Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa bumi dirasakan di Sumur dengan intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar bangunan.

Guncangan pada intensitas IV MMI juga dapat membuat jendela atau pintu berderik, dinding berbunyi, dan benda-benda ringan bergoyang. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa masyarakat yang sedang beristirahat dapat terbangun ketika gempa terjadi.

Di Pandeglang, gempa dirasakan pada intensitas III MMI. Getarannya terasa nyata di dalam rumah dan dapat digambarkan seperti ada kendaraan berat yang sedang melintas.

Laporan yang dihimpun ANTARA dari BMKG juga menyebut efek getaran terpantau di sekitar Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan intensitas yang lebih lemah dibandingkan daerah yang berdekatan dengan pusat gempa.

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten
Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Gempa Dipicu Aktivitas Subduksi

BMKG menjelaskan gempa bumi di Selat Sunda tersebut termasuk gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.

Subduksi merupakan proses ketika satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya. Tekanan yang terkumpul di zona pertemuan lempeng dapat dilepaskan dalam bentuk energi gempa.

Wilayah selatan Jawa dan Selat Sunda berada dekat zona pertemuan lempeng aktif. Kondisi geologi tersebut membuat kawasan ini memiliki aktivitas kegempaan yang perlu terus dipantau.

Namun, terjadinya gempa tidak berarti gempa yang lebih besar pasti akan menyusul. Waktu, kekuatan, dan lokasi gempa berikutnya tidak dapat disimpulkan hanya dari satu kejadian.

Masyarakat sebaiknya mengikuti pemantauan resmi BMKG dan menghindari pesan berantai yang mengklaim dapat memastikan waktu terjadinya gempa.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG memastikan peristiwa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kesimpulan itu diperoleh melalui pemodelan berdasarkan parameter gempa yang telah dianalisis.

Lokasi gempa di laut memang sering membuat masyarakat pesisir khawatir. Namun, tidak semua gempa laut dapat menghasilkan tsunami. Potensi tsunami dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kekuatan gempa, kedalaman, mekanisme patahan, dan besarnya perubahan dasar laut.

Dalam kejadian Selat Sunda ini, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami. Masyarakat tetap perlu memahami bahwa keputusan resmi mengenai potensi tsunami harus mengacu pada BMKG, bukan pada perkiraan yang beredar di media sosial.

Bagi warga pesisir, mengenali jalur evakuasi tetap penting sebagai bagian dari kesiapsiagaan jangka panjang. Jalur tersebut sebaiknya dipahami sebelum bencana terjadi, bukan baru dicari ketika situasi darurat berlangsung.

Belum Ada Gempa Susulan pada Pemantauan Awal

BMKG menyatakan hingga pukul 03.05 WIB atau sekitar 20 menit setelah kejadian, sistem pemantauan belum mencatat aktivitas gempa susulan.

Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Imbauan tersebut penting karena gempa susulan dapat terjadi setelah gempa utama, walaupun kekuatan dan waktunya tidak selalu dapat dipastikan.

Warga yang merasakan guncangan sebaiknya memeriksa kondisi rumah, terutama bagian dinding, atap, tiang, sambungan, kaca, dan benda berat yang berpotensi jatuh.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada! 5 Fakta Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini
Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat 19–20 Juni 2026, Sumut hingga NTT Waspada
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Status Tanggap Darurat Ditetapkan dan Warga Diminta Waspada Susulan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 15 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Waspada Hujan Lebat
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Viral! Pria di Manado Lari Keluar Rumah Masih Bersabun Saat Gempa 7,7

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:52 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:25 WIB

Waspada! 5 Fakta Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:42 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:28 WIB

Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:54 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat 19–20 Juni 2026, Sumut hingga NTT Waspada

Berita Terbaru

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Politik

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:57 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Bencana

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:52 WIB

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Olahraga

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:47 WIB

Skor Spanyol vs Belgia 2-1, Merino Bawa La Roja ke Semifinal

Olahraga

Skor Spanyol vs Belgia 2-1, Merino Bawa La Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:34 WIB

Asosiasi Sepak Bola Argentina Jaga Misi Juara Dunia

Olahraga

Asosiasi Sepak Bola Argentina Jaga Misi Juara Dunia

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:26 WIB