Redaksiku.com – Provinsi Hainan di China kini tengah melakukan transformasi besar-besaran untuk menjadi pusat budidaya durian lokal, sebuah langkah ambisius yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor dari Asia Tenggara. Meskipun wilayah ini dikenal sebagai destinasi resor tropis, para petani setempat kini memanfaatkan teknologi pertanian mutakhir untuk menaklukkan tantangan iklim demi memproduksi durian kelas premium bagi konsumen domestik yang haus akan buah berjuluk “raja buah” ini.
Pedagang buah Qin Chunchang di kiosnya di Hongxingang Fruit Wholesale Market, Sanya, China, 5 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Lan Yu)
Ledakan Konsumsi Durian di China
Pasar durian di China telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2025 saja, China mencatatkan rekor impor durian segar sebanyak 1,87 juta ton dengan nilai mencapai US$7,5 miliar atau setara Rp133 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan konsumsi yang sangat tajam dibandingkan volume impor sepuluh tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Impor durian ke China telah melonjak lebih dari enam kali lipat dalam satu dekade terakhir, didorong oleh efisiensi logistik dan daya beli masyarakat yang meningkat.
Menurut data dari Agricultural Trade Promotion Centre China, lonjakan permintaan ini mulai terlihat signifikan sejak tahun 2018. Hal ini terjadi berkat perbaikan infrastruktur perdagangan yang mempercepat distribusi buah dari negara-negara Asia Tenggara ke berbagai wilayah di China.
Aris Dacanay, ekonom senior ASEAN di HSBC, menjelaskan bahwa durian telah berubah citra menjadi simbol kemewahan di China. Popularitas buah ini di kalangan influencer media sosial turut mendorong permintaan yang sempat mencatatkan pertumbuhan hingga 300 persen dalam satu tahun tertentu.
Tantangan Alam dan Inovasi Budidaya
Meskipun potensi pasarnya sangat besar, budidaya durian di Hainan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pulau ini menghadapi ancaman topan yang sering kali merusak perkebunan, serta karakteristik pohon durian yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mencapai masa panen produktif.
Petani Hainan berfokus pada kualitas buah premium dan penggunaan teknologi pertanian presisi untuk mengimbangi keterbatasan skala produksi dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara.
Para petani di Hainan saat ini sedang menguji berbagai teknik adaptasi lingkungan. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa bersaing dalam hal volume produksi secara langsung dengan negara pengekspor besar seperti Thailand, Vietnam, atau Malaysia. Oleh karena itu, strategi yang diambil adalah:
- Mengembangkan varietas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem di Hainan.
- Penerapan sistem pemantauan berbasis teknologi untuk mengoptimalkan nutrisi pohon.
- Fokus pada durian berkualitas tinggi untuk mengisi ceruk pasar premium di kota-kota besar China.

Perkebunan durian yang tengah disiapkan untuk penanaman bibit muda di Lingshui, Hainan, China, 7 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Lan Yu)
Masa Depan Durian Lokal Hainan
Keberhasilan Hainan dalam membudidayakan durian akan sangat bergantung pada konsistensi hasil panen dan kemampuan mereka mengelola risiko cuaca. Saat ini, pemandangan pohon durian yang berbuah di wilayah Sanya dan sekitarnya mulai menjadi hal yang lazim, menandai pergeseran profil pertanian di provinsi tersebut.
Keberhasilan budidaya durian di iklim non-tradisional memerlukan manajemen drainase yang sangat baik dan perlindungan angin yang kuat untuk meminimalkan dampak kerusakan akibat topan.
Pemerintah setempat dan pihak swasta terus memberikan dukungan melalui riset agronomi. Jika upaya ini berhasil, Hainan berpotensi mengubah lanskap pasokan durian di China, memberikan opsi buah lokal yang lebih segar dengan waktu distribusi yang jauh lebih singkat dibandingkan buah impor.
Pertanyaan Umum
Apakah Hainan bisa sepenuhnya menggantikan durian impor?
Saat ini, Hainan berfokus pada segmen premium dan belum mampu menyaingi volume besar yang dipasok oleh negara-negara Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah efisiensi kualitas dan penguasaan teknologi budidaya di tanah air sendiri.
Mengapa durian menjadi sangat populer di China?
Selain karena rasa dan aromanya yang khas, durian telah diposisikan sebagai buah mewah dan tren gaya hidup di media sosial, yang secara drastis meningkatkan permintaan dari konsumen kelas menengah hingga atas.
Apa hambatan terbesar petani durian di Hainan?
Hambatan utama adalah ancaman topan yang merusak tanaman serta kebutuhan waktu yang lama bagi pohon durian untuk mulai berbuah secara komersial, sehingga memerlukan investasi jangka panjang yang cukup besar.
Ringkasan
Provinsi Hainan, China, tengah melakukan transformasi strategis untuk menjadi pusat budidaya durian lokal guna mengurangi ketergantungan pada impor dari Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Agricultural Trade Promotion Centre China, permintaan domestik melonjak drastis dengan rekor impor mencapai 1,87 juta ton pada tahun 2025 senilai US$7,5 miliar, yang didorong oleh status durian sebagai simbol kemewahan di kalangan konsumen kelas menengah.
Untuk menaklukkan tantangan iklim seperti ancaman topan, petani di Hainan menerapkan teknologi pertanian presisi dan sistem pemantauan nutrisi untuk menghasilkan durian kualitas premium. Meski belum mampu menandingi volume produksi negara pengekspor besar, fokus pada inovasi agronomi ini bertujuan mengisi ceruk pasar kelas atas dengan keunggulan kesegaran buah lokal yang didukung oleh riset pemerintah dan sektor swasta.






