Redaksiku.com – Gebrakan pemerintahan President Donald Trump dalam memberantas penipuan anggaran pemerintah mendapat dukungan tak terduga dari sebagian besar politisi Partai Demokrat di DPR AS, termasuk Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries dari New York.
Sebanyak lebih dari 140 anggota DPR dari Partai Demokrat bergabung dengan seluruh anggota Partai Republik untuk mengesahkan Divisi Penegakan Penipuan Nasional menjadi undang-undang permanen. Langkah legislatif ini meluncur mulus dengan perolehan suara telak 352 berbanding 72, di mana seluruh suara penolakan murni datang dari kubu Demokrat sendiri.
Gedung Putih pertama kali mengumumkan pembentukan divisi khusus di bawah naungan Departemen Kehakiman atau DOJ tersebut pada Januari 2026. Satuan tugas ini dibentuk dengan mandat utama untuk membasmi segala bentuk kecurangan yang merugikan keuangan federal, program-program bersubsidi, hingga warga negara secara privat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, program tersebut sempat memicu kontroversi ketika dimanfaatkan untuk menekan lawan politik awal tahun ini. Wakil Presiden JD Vance secara resmi merujuk Gubernur Minnesota Tim Walz beserta Jaksa Agung negara bagian Keith Ellison ke divisi penipuan tersebut untuk menjalani potensi investigasi kriminal.
Dinamika Politik di Balik Pengesahan Undang-Undang
Pihak Partai Republik menuding Walz dan Ellison turut memfasilitasi skandal bantuan sosial di Minnesota yang kian membengkak. Meskipun kedua pejabat tersebut mengakui adanya dana pembayar pajak yang diselewengkan, mereka bersikeras bahwa kubu oposisi sengaja membesar-besarkan situasi demi kepentingan serangan politik.
Pemerintahan Trump sendiri sempat melabeli situasi di Minnesota sebagai epidemi penipuan yang masif. Di sisi lain, politisi progresif senior Jamie Raskin dari Maryland menyatakan bahwa dirinya hanya memberikan dukungan setengah hati terhadap RUU tersebut, seraya mengingatkan bahwa divisi serupa sebenarnya sudah eksis di tubuh DOJ selama beberapa dekade.
Lebih dari 140 politisi Partai Demokrat di DPR AS memilih untuk mendukung pengesahan Divisi Penegakan Penipuan Nasional.
Raskin mengkritik dinamika yang terjadi sebagai bagian dari teater politik, meski tetap memilih ambil bagian. Sementara itu, politisi Republik Jeff Van Drew dari New Jersey menegaskan bahwa inisiatif ini murni bertujuan untuk membereskan pemborosan anggaran yang sudah membuat masyarakat muak.
Perdebatan di lantai DPR sempat memanas ketika Raskin menyoroti kebijakan pengampunan atau grasi yang kerap diberikan kepada para pelaku kejahatan kerah putih. Meskipun diwarnai silang pendapat mengenai isu partisan, pengesahan divisi penipuan ini tetap melenggang mulus berkat dukungan lintas partai yang solid di parlemen.
Pertanyaan Umum
Mengapa Partai Demokrat mendukung undang-undang ini?
Sebagian besar anggota DPR dari Partai Demokrat memilih mendukung RUU ini karena substansinya berfokus pada pemberantasan penipuan dan korupsi dana publik yang dinilai penting oleh konstituen, meskipun ada perdebatan mengenai motif politik di baliknya.
Apa fungsi utama Divisi Penegakan Penipuan Nasional?
Divisi ini bertugas menyelidiki dan menindak berbagai bentuk kecurangan serta penipuan yang menyasar anggaran pemerintah federal, program bersubsidi negara, hingga merugikan masyarakat luas.
Ringkasan
DPR AS resmi mengesahkan Divisi Penegakan Penipuan Nasional menjadi undang-undang permanen dengan dukungan lintas partai, termasuk dari 140 anggota Demokrat. Divisi di bawah Departemen Kehakiman ini dibentuk untuk memberantas korupsi dan kecurangan yang menyalahgunakan anggaran federal.






