Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Emas Sudan — Petugas dan warga melakukan pencarian korban di lokasi tambang emas al-Zaraa, Kordofan Barat, Sudan, yang runtuh dan menewaskan 82 orang.

Proses pencarian korban masih dilakukan oleh warga setempat setelah runtuhnya tambang emas di Kordofan Barat, Sudan.

Redaksiku.com – Sebuah bencana tambang emas al-Zaraa yang berlokasi di dekat kota al-Nuhud, Kordofan Barat, Sudan, telah menelan banyak korban jiwa pada Selasa, 15 September 2026. Sedikitnya 82 orang dikonfirmasi tewas dan 50 lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya lubang-lubang galian yang berdekatan. Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga setempat di tengah ketidakpastian mengenai jumlah pasti penambang yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Kelompok pemantau Observatorium Kordofan melaporkan bahwa insiden ini dipicu oleh keruntuhan beruntun pada sejumlah lubang tambang yang letaknya saling berdekatan. Struktur tanah yang gembur dan berpasir membuat area galian tersebut sangat labil dan rawan ambruk. Upaya evakuasi yang dilakukan oleh warga menghadapi berbagai kendala besar, terutama karena ketiadaan alat berat dan minimnya peralatan penyelamatan modern di lokasi kejadian.

Seorang sumber dari Pasukan Pendukung Cepat (RSF) yang menguasai wilayah tersebut mengungkapkan bahwa metode pencarian korban masih sangat konvensional. “Ada sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan sedang dilakukan dengan metode yang masih sangat sederhana,” ujar sumber anonim tersebut kepada media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi geografis dan metode penambangan tradisional yang berisiko tinggi di Kordofan Barat memperparah dampak dari runtuhnya struktur tanah di area galian emas al-Zaraa.

Kondisi Penyelamatan dan Tantangan di Lapangan

Proses evakuasi korban yang tertimbun material tambang berjalan sangat lambat karena tidak ada tim penyelamat khusus yang diterjunkan ke lokasi terpencil tersebut. Para penyintas dan warga sekitar terpaksa mengandalkan peralatan seadanya untuk menggali tumpukan tanah demi mencari rekan mereka yang hilang.

Khair al-Sayyed Jabara, salah seorang korban selamat dari insiden maut tersebut, menuturkan bahwa ia bersama para penambang lainnya harus bekerja sepanjang malam untuk membersihkan reruntuhan. Mereka menggunakan alat apa pun yang tersedia di sekitar lokasi karena bantuan alat berat belum kunjung tiba di area tambang.

Tragedi di Kordofan Barat ini mencatat sedikitnya 82 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka akibat runtuhnya struktur galian tambang emas ilegal tersebut.

Penambang lain bernama Amin Suleiman menjelaskan bahwa jarak antar lubang tambang yang terlalu dekat menjadi faktor pemicu utama bencana susulan. Ketika satu lubang mengalami keruntuhan, tekanan dan getaran tersebut langsung merembet serta memengaruhi kestabilan lubang tambang di sekitarnya.

Standar Keselamatan Kerja yang Dipertanyakan

Jaringan Dokter Sudan yang berbasis di Khartoum mengeluarkan peringatan keras bahwa jumlah korban tewas masih berpotensi meningkat seiring berlanjutnya proses pencarian. Mereka menyoroti tidak adanya perlindungan dasar bagi para pekerja yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan tradisional.

  • Pencarian korban terus dilanjutkan oleh warga meski menghadapi keterbatasan alat keselamatan kerja.
  • Bantuan medis dan logistik darurat didesak segera dikirimkan ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat terdampak.
  • Aktivitas penambangan ilegal di wilayah konflik tersebut mendapat sorotan tajam karena mengabaikan standar keselamatan minimum.

Organisasi kesehatan tersebut juga mendesak agar aktivitas penambangan tanpa izin dihentikan sementara waktu guna mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang. Kondisi kerja yang berbahaya di sektor pertambangan informal telah lama menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pekerja di berbagai wilayah Sudan.

Latar Belakang Wilayah dan Sektor Pertambangan

Kordofan Barat berada di bawah kendali Pasukan Pendukung Cepat (RSF), sebuah kelompok paramiliter yang terlibat dalam konfik bersenjata melawan tentara reguler Sudan sejak April 2023. Sektor pertambangan emas, termasuk kegiatan penyelundupan hasilnya, diketahui menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi kelompok paramiliter tersebut.

Sebagian besar produksi emas di Sudan bersumber dari pertambangan informal yang beroperasi tanpa regulasi ketat maupun perlengkapan keselamatan kerja yang memadai.

Sebagai salah satu negara produsen emas terbesar di benua Afrika, Sudan menghadapi tantangan besar dalam mengelola sektor pertambangan rakyat yang kerap diabaikan oleh pengawasan negara. Sebagian besar aktivitas pencarian logam mulia dilakukan secara tradisional di lokasi-lokasi terpencil yang luput dari standar keamanan industri.

Bencana yang terjadi di al-Zaraa kembali membuka mata publik mengenai tingginya risiko yang harus dihadapi oleh para penambang tradisional setiap hari. Operasi pencarian dan evakuasi di lokasi runtuhnya tambang tersebut masih terus berlanjut di tengah duka mendalam keluarga korban.

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah korban dalam insiden runtuhnya tambang di Sudan?

Sedikitnya 82 orang dilaporkan tewas dan 50 lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya tambang emas al-Zaraa di Kordofan Barat, Sudan.

Kapan peristiwa runtuhnya tambang emas tersebut terjadi?

Insiden tragis tersebut terjadi pada hari Selasa, 15 September 2026, di dekat kota al-Nuhud.

Apa penyebab utama tingginya korban jiwa dalam kecelakaan tambang ini?

Tingginya korban jiwa disebabkan oleh runtuhnya sejumlah lubang tambang yang saling berdekatan, minimnya prosedur keselamatan kerja, serta lambatnya proses evakuasi akibat ketiadaan alat berat.

Ringkasan

Tragedi runtuhnya tambang emas tradisional al-Zaraa di Kordofan Barat, Sudan, pada 15 September 2026, menyebabkan 82 orang tewas dan 50 lainnya mengalami luka-luka. Bencana ini dipicu oleh struktur tanah berpasir yang labil serta jarak antar lubang galian yang terlalu dekat.

Proses evakuasi korban yang masih terjebak berjalan sangat lambat dan konvensional karena warga setempat harus menggunakan peralatan seadanya akibat ketiadaan alat berat dan minimnya standar keselamatan kerja di wilayah konflik tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Masa Kecil PM Modi di Vadnagar dari Cerita Teman Lamanya
Australia Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga ke Negaranya
OKI Kutuk Serangan Kelompok Houthi terhadap Kota Suci Mekkah
Aaron Guckian Menangkan Nominasi Gubernur Rhode Island dari Partai Republik
Alasan Pedesaan China Kini Makin Diminati Wisatawan Asing
IPO Kilang Minyak Dangote Berpotensi Melonjakkan Kekayaan Aliko
Kecaman Publik Terhadap Unggahan Rasis Politikus Republik Texas
Kenangan Menu Vegetarian Mantan Presiden Islandia untuk APJ Abdul Kalam

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 02:42 WIB

Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka

Kamis, 17 September 2026 - 17:43 WIB

Kisah Masa Kecil PM Modi di Vadnagar dari Cerita Teman Lamanya

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Australia Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga ke Negaranya

Rabu, 16 September 2026 - 21:16 WIB

OKI Kutuk Serangan Kelompok Houthi terhadap Kota Suci Mekkah

Rabu, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Aaron Guckian Menangkan Nominasi Gubernur Rhode Island dari Partai Republik

Berita Terbaru

Bank Banten resmi meluncurkan layanan pelanggan WhatsApp bercentang biru untuk memperkuat pelayanan digital bagi nasabah.

Keuangan

WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:48 WIB

Proses pencarian korban masih dilakukan oleh warga setempat setelah runtuhnya tambang emas di Kordofan Barat, Sudan.

Internasional

Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:42 WIB

error: Content is protected !!