Redaksiku.com – Pemerintah Australia mengambil langkah tegas dengan melarang pelajar internasional membawa pasangan serta anak mereka selama menempuh masa studi di negara tersebut. Kebijakan radikal ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran sistem imigrasi guna menekan angka migrasi bersih secara drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke memaparkan strategi tersebut dalam pidatonya di National Press Club pada Kamis, 17 September 2026. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat migrasi bersih dari luar negeri atau net overseas migration (NOM) menjadi 225.000 orang pada 2028, turun jauh dari angka sekitar 300.000 saat ini.
Seorang pria sedang berlari santai melintasi sebuah taman dengan Gedung Opera Sydney sebagai latar belakangnya pada hari pertama musim semi di Sydney, Australia, pada 1 September 2026. (Foto: REUTERS/Hollie Adams/Foto Arsip)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perombakan Aturan Keluarga Pelajar Asing
Meskipun jumlah total kuota pelajar internasional diperkirakan tidak akan dipangkas secara signifikan, aturan baru ini secara efektif mencabut hak mereka untuk membawa anggota keluarga tanggungan. Sebelumnya, pasangan dari pelajar asing diizinkan tinggal dan bekerja di Australia dengan batasan jam tertentu, serta dapat membawa anak di bawah usia 18 tahun.
Data anggaran menunjukkan bahwa dari total 337.427 visa pelajar yang diterbitkan pada tahun anggaran terakhir, terdapat 45.991 visa yang diberikan kepada pemohon sekunder sebagai anggota keluarga. Kebijakan pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah visa sementara di Australia yang kini telah menyentuh angka tiga juta orang.
Pemerintah Australia menargetkan penurunan angka migrasi bersih menjadi 225.000 orang pada 2028 melalui pengetatan aturan visa pelajar dan migran sementara.
Lonjakan Migrasi Pascapandemi dan Tekanan Domestik
Arus kedatangan migran ke Australia melonjak tajam setelah pembukaan kembali perbatasan pada Februari 2022 akibat pembatasan pandemi COVID-19. Lonjakan ini didorong oleh kedatangan pelajar internasional, pekerja dengan visa backpacker, serta tenaga kerja terampil pemegang visa sementara.
Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia, Tony Burke, berpidato di National Press Club di Canberra, Australia, pada 17 September 2026. (Foto: AAP/Lukas Coch via REUTERS)
Tingginya angka migrasi ini memicu perdebatan politik dan ekonomi yang sengit di dalam negeri karena dinilai membebani ketersediaan perumahan serta infrastruktur publik. Statistik resmi mencatat migrasi bersih sempat mencapai puncaknya pada angka 518.000 pada 2023, sebelum perlahan turun menjadi 429.000 pada 2024 dan 306.000 pada pertengahan 2025.
Pengetatan Bridging Visa dan Permohonan Perlindungan
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga mengincar celah hukum pada sistem bridging visa yang kerap dimanfaatkan untuk memperpanjang masa tinggal. Opsi pencabutan hak bekerja kini tengah dipertimbangkan bagi migran sementara yang permohonan suaka atau perlindungannya telah ditolak oleh kementerian.
- Rata-rata 1.580 permohonan perlindungan diajukan setiap bulan dari dalam negeri oleh warga negara asing pemegang visa pelajar atau pengunjung.
- Sekitar 90 persen dari total permohonan perlindungan tersebut pada akhirnya ditolak oleh instansi berwenang.
- Proses banding melalui pengadilan dapat memakan waktu hingga delapan tahun sementara pemohon tetap memegang bridging visa.
Pemerintah berupaya menutup celah praktik visa hopping dan penyalahgunaan sistem suaka yang memperpanjang masa tinggal migran secara ilegal.
Tony Burke menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan jalur legislasi untuk mengesahkan perubahan sistem imigrasi ini di parlemen. Kendati demikian, otoritas eksekutif tetap menyiapkan instrumen kebijakan alternatif jika dukungan parlemen tidak berhasil dikantongi.
“Hasil terbaik adalah jika kita dapat menemukan jalan untuk opsi legislasi. Jika tidak, masih ada instrumen lain yang dapat digunakan pemerintah.”
— Tony Burke
Pertanyaan Umum
Apakah jumlah kuota pelajar internasional di Australia akan dipangkas?
Jumlah total pelajar internasional yang masuk ke Australia diperkirakan tidak akan dipangkas, namun mereka kehilangan hak untuk membawa pasangan serta anak sebagai tanggungan.
Apa alasan utama pemerintah Australia memperketat aturan visa ini?
Kebijakan ini diambil untuk menekan angka migrasi bersih, mengurangi beban terhadap fasilitas perumahan dan infrastruktur, serta menutup celah hukum seperti praktik visa hopping.
Berapa target migrasi bersih yang ingin dicapai Australia?
Pemerintah Australia menargetkan angka migrasi bersih dari luar negeri turun menjadi 225.000 orang pada tahun 2028.
Ringkasan
Pemerintah Australia resmi melarang pelajar internasional membawa pasangan dan anak sebagai tanggungan selama masa studi. Kebijakan yang diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Tony Burke pada 17 September 2026 ini bertujuan merombak sistem imigrasi guna menekan angka migrasi bersih.
Strategi radikal tersebut menargetkan penurunan tingkat migrasi bersih dari luar negeri (NOM) hingga mencapai 225.000 orang pada tahun 2028, turun drastis dari angka sekitar 300.000 saat ini. Meskipun kuota total pelajar asing tidak dipangkas secara signifikan, aturan baru ini mencabut hak visa sekunder bagi anggota keluarga untuk mengatasi tekanan pada sektor perumahan dan infrastruktur publik.
Selain pengetatan visa pelajar, pemerintah Australia juga berencana menutup celah hukum pada bridging visa yang kerap disalahgunakan untuk memperpanjang masa tinggal melalui permohonan suaka yang ditolak. Pemerintah mengutamakan jalur legislasi di parlemen, namun tetap menyiapkan instrumen kebijakan alternatif demi mengesahkan pembatasan migran sementara ini.






