Redaksiku.com – Provinsi Hainan di China kini tengah melakukan transformasi agrikultur yang ambisius dengan membudidayakan durian secara komersial di lahan mereka sendiri. Meskipun selama ini durian di pasar China hampir sepenuhnya bergantung pada impor dari negara-negara Asia Tenggara, upaya pengembangan di pulau tropis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan petani lokal untuk merebut pangsa pasar buah premium di dalam negeri.
Pedagang buah Qin Chunchang di kiosnya di Hongxingang Fruit Wholesale Market, Sanya, China, 5 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Lan Yu)
Lonjakan Permintaan Durian di Pasar China
Ketergantungan China terhadap durian impor telah mencapai angka yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi, China mengimpor 1,87 juta ton durian segar dengan nilai mencapai US$7,5 miliar atau setara dengan Rp133 triliun pada tahun 2025. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang mencerminkan pertumbuhan lebih dari enam kali lipat dibandingkan volume impor satu dekade sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Agricultural Trade Promotion Centre China, tren ini dipicu oleh perbaikan infrastruktur logistik dan jalur perdagangan yang lebih efisien. Selain itu, meningkatnya daya beli masyarakat China secara luas turut mengubah durian dari buah musiman menjadi komoditas gaya hidup yang sangat dicari.
Pertumbuhan permintaan durian di China sempat mencapai angka fantastis sebesar 300 persen dalam satu tahun pada periode puncak ledakan konsumsi.
Ekonom senior ASEAN di HSBC, Aris Dacanay, menjelaskan bahwa citra durian sebagai simbol kemewahan dan pengaruh kuat dari media sosial menjadi katalis utama. “Terjadi ledakan permintaan durian yang sangat besar,” ujarnya kepada CNA. Fenomena inilah yang kemudian mendorong Hainan untuk mencoba peruntungan dengan memanfaatkan iklim tropisnya yang unik.
Tantangan Alam dan Teknologi Pertanian
Meskipun memiliki iklim yang hangat, Hainan bukanlah habitat alami durian seperti halnya hutan tropis di Asia Tenggara. Para petani di sana harus menghadapi berbagai kendala lingkungan yang cukup berat, terutama ancaman topan yang sering melanda wilayah selatan China. Angin kencang dapat dengan mudah merusak pohon durian yang sedang berbuah, sehingga diperlukan sistem perlindungan dan struktur perkebunan yang lebih tahan banting.

Durian Ri6 yang belum dipanen di sebuah perkebunan durian di Sanya, China, 7 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Lan Yu)
Petani durian di Hainan saat ini lebih memilih fokus pada produksi buah premium melalui teknologi canggih daripada mencoba menyaingi volume ekspor besar-besaran dari negara tetangga.
Beberapa tantangan teknis yang sedang diatasi oleh para pelaku industri di Hainan meliputi:
- Masa tanam yang panjang sebelum pohon mencapai usia produktif untuk berbuah secara konsisten.
- Pengujian varietas yang paling sesuai dengan kondisi tanah dan curah hujan lokal di Hainan.
- Penerapan teknologi pertanian presisi untuk memantau kesehatan pohon di tengah fluktuasi cuaca ekstrem.
Strategi Menuju Swasembada Buah Premium
Alih-alih bersaing secara kuantitas dengan Thailand, Vietnam, atau Malaysia yang sudah memiliki skala produksi masif, Hainan mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka memosisikan durian lokal sebagai produk kelas atas yang menawarkan kesegaran maksimal karena jarak tempuh distribusi yang sangat singkat ke pasar-pasar domestik di China.

Perkebunan durian yang tengah disiapkan untuk penanaman bibit muda di Lingshui, Hainan, China, 7 Agustus 2026. (FOTO: CNA/Lan Yu)
Keunggulan utama durian Hainan terletak pada durasi pengiriman yang singkat, memungkinkan buah dipanen pada tingkat kematangan optimal tanpa harus melalui proses pengiriman lintas negara yang panjang.
Produksi durian lokal di Hainan masih dalam tahap pengembangan skala dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional China secara signifikan.
Pertanyaan Umum
Apakah durian Hainan akan menggantikan durian impor?
Saat ini, Hainan belum mampu bersaing secara volume dengan negara pengekspor utama seperti Thailand atau Vietnam. Fokus utama mereka adalah mengisi ceruk pasar premium dengan mengandalkan keunggulan logistik dan kesegaran produk.
Apa kendala terbesar budidaya durian di China?
Kendala utamanya adalah kerentanan terhadap topan yang sering melanda pulau tersebut serta kebutuhan akan teknologi budidaya yang presisi untuk memastikan pohon dapat berbuah secara konsisten di luar habitat tropis alaminya.
Mengapa permintaan durian di China begitu tinggi?
Permintaan melonjak karena perubahan gaya hidup, peningkatan daya beli konsumen, serta pengaruh tren media sosial yang menjadikan durian sebagai buah populer dan mewah di kalangan masyarakat urban China.
Ringkasan
Provinsi Hainan, China, tengah melakukan transformasi agrikultur strategis dengan mengembangkan budidaya durian lokal untuk menyasar segmen pasar premium domestik. Meskipun China mencatatkan rekor impor durian segar sebesar 1,87 juta ton senilai US$7,5 miliar pada tahun 2025, Hainan memposisikan produksinya bukan sebagai pengganti volume impor, melainkan sebagai produk unggulan dengan keunggulan kesegaran berkat jarak distribusi yang lebih singkat.
Dalam upaya mengatasi ketergantungan pada pasar Asia Tenggara, petani di Hainan menghadapi tantangan iklim berupa ancaman topan serta kebutuhan akan teknologi pertanian presisi untuk memastikan produktivitas pohon. Berdasarkan analisis pakar ekonomi ASEAN di HSBC, Aris Dacanay, strategi ini didorong oleh ledakan permintaan durian yang dipicu oleh perubahan gaya hidup dan status sosial buah tersebut di China, yang kini menjadi komoditas gaya hidup bernilai tinggi.





