Bentrok Antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah Tewaskan 1 Anggota Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya

- Penulis

Jumat, 4 April 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Bentrok antarwarga di Desa Masihulan, Maluku Tengah, menewaskan seorang polisi saat berupaya melerai konflik. (Foto: Freepik/EyeEm)

Ilustrasi. Bentrok antarwarga di Desa Masihulan, Maluku Tengah, menewaskan seorang polisi saat berupaya melerai konflik. (Foto: Freepik/EyeEm)

Bentrok antarwarga kembali memanas di wilayah timur Indonesia.

Kali ini terjadi di Desa Masihulan, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Insiden tersebut menelan korban jiwa, yakni seorang anggota polisi yang gugur saat menjalankan tugas.

Kronologi Bentrok Antarwarga di Masihulan Maluku Tengah

Ilustrasi. Bentrok antarwarga di Desa Masihulan, Maluku Tengah, menewaskan seorang polisi saat berupaya melerai konflik. (Foto: Freepik/EyeEm)
Bentrok Antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah Tewaskan 1 Anggota Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya

Bentrok antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah pecah pada Kamis pagi, 3 April 2025, sekitar pukul 10.00 WIT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini menambah daftar panjang konflik horizontal di daerah tersebut. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Aries Aminullah, membenarkan insiden bentrok antarwarga ini dalam pernyataannya kepada media.

Ia mengungkapkan bahwa aparat kepolisian bersama anggota TNI sudah dikerahkan untuk melerai bentrokan.

Namun nahas, saat upaya pengamanan dilakukan, satu anggota kepolisian dari Polsek Wahai, Bripka Husni Abdullah, terkena tembakan hingga akhirnya meninggal dunia.

Jenazah korban segera dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk proses lebih lanjut. Peristiwa ini memicu duka mendalam di jajaran kepolisian sekaligus kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan.

Senjata Tajam dan Panah Digunakan dalam Bentrok Warga Masihulan Maluku Tengah

Kabid Humas menyebutkan bahwa bentrok yang terjadi di Desa Masihulan Maluku Tengah melibatkan penggunaan senjata tajam, termasuk parang dan panah.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa warga membawa senjata tradisional yang berpotensi mematikan.

Hal ini membuat aparat harus bekerja ekstra hati-hati dalam melerai dan menenangkan situasi yang sangat panas tersebut.

Menurut laporan awal, bentrok ini dipicu oleh masalah lama yang belum terselesaikan antar kelompok warga.

Namun, pihak kepolisian belum merinci secara pasti motif utama dari bentrokan tersebut.

Fokus utama aparat saat ini adalah mengamankan situasi dan mencegah konflik berkembang lebih luas.

Penambahan Personel dan Penanganan Situasi di Masihulan Maluku Tengah

Melihat eskalasi bentrokan antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah, aparat kepolisian segera menambah jumlah personel yang diterjunkan ke lokasi.

Sebanyak 58 personel tambahan dikerahkan untuk mendukung proses pengamanan dan memastikan bentrokan tidak menyebar ke desa-desa sekitar.

Langkah ini dilakukan guna mencegah aksi susulan yang bisa lebih fatal. Selain itu, kehadiran aparat gabungan TNI-Polri diharapkan bisa meredam emosi masyarakat yang mulai tersulut.

Situasi di Desa Masihulan Maluku Tengah saat ini masih dijaga ketat dan dalam pengawasan penuh aparat keamanan pasca bentrok terjadi.

Polda Maluku Imbau Warga Tenang dan Tidak Terprovokasi

Dalam pernyataannya, Polda Maluku mengimbau seluruh warga Desa Masihulan Maluku Tengah dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Masyarakat diminta untuk menyerahkan penanganan konflik kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa memperburuk keadaan.

Selain itu, aparat juga mengajak tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk ikut serta dalam proses mediasi dan perdamaian. Pendekatan persuasif diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari konflik yang telah menelan korban jiwa ini.

Kematian Bripka Husni Abdullah dalam insiden bentrok warga Desa Masihulan Maluku Tengah menjadi pukulan berat bagi institusi Polri.

Kejadian bentrok antarwarga ini juga sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi aparat keamanan dalam menangani konflik horizontal di daerah rawan.

Pengamanan di wilayah konflik seperti Desa Masihulan Maluku Tengah ke depan perlu lebih diperkuat dengan pendekatan preventif dan intelijen yang matang.

Diperlukan pula peran serta dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, dalam menyelesaikan akar permasalahan sosial yang seringkali memicu bentrokan.

Insiden di Desa Masihulan Maluku Tengah ini kembali menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Gugurnya seorang anggota polisi dalam menjalankan tugas membuktikan betapa seriusnya ancaman konflik horizontal jika tidak ditangani secara komprehensif.

Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki pelaku penembakan yang menyebabkan gugurnya Bripka Husni Abdullah.

Proses investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi brutal tersebut.

Insiden di Desa Masihulan Maluku Tengah ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

Masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak menyebarkan isu provokatif yang bisa memperkeruh keadaan.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tengah

Duka mendalam atas gugurnya anggota polisi ini menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian bukan hal yang mudah.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gadis 18 Tahun di Semarang Ditemukan Tewas Dibunuh Pacar Setelah Hilang
Steam Deck Tembus 30.000 Game Kompatibel
Sony Rilis Controller DualSense Edisi Terbatas GTA 6 (2 Varian)
Baja Profil SNI dari Garuda Yamato Steel Perkuat Konstruksi
Pohon Tumbang di Jalan Pandanaran Semarang, Pemkot Evaluasi RTH
3 Fakta Juventus vs AC Milan: Amorim Berpeluang Cetak Rekor
Kerangka Mozza Gadis Semarang Ditemukan di Jurang Tol
Pemkab Mimika dan Uncen Teken Kerja Sama Pendidikan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:26 WIB

Gadis 18 Tahun di Semarang Ditemukan Tewas Dibunuh Pacar Setelah Hilang

Minggu, 6 September 2026 - 09:10 WIB

Steam Deck Tembus 30.000 Game Kompatibel

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Sony Rilis Controller DualSense Edisi Terbatas GTA 6 (2 Varian)

Minggu, 6 September 2026 - 08:46 WIB

Baja Profil SNI dari Garuda Yamato Steel Perkuat Konstruksi

Minggu, 6 September 2026 - 08:30 WIB

Pohon Tumbang di Jalan Pandanaran Semarang, Pemkot Evaluasi RTH

Berita Terbaru

Pelatih Persib Bandung Igor Tolic menyiapkan strategi tim jelang laga pembuka melawan PSM Makassar.

Olahraga

Persib vs PSM: Igor Tolic Analisis Kekuatan PSM Makassar

Minggu, 6 Sep 2026 - 11:31 WIB

Olahraga

Pieter Huistra Kecewa PSS Sleman Kalah dari Bali United

Minggu, 6 Sep 2026 - 11:00 WIB

Keuangan

Pemerintah Uji Coba Penyaluran Bansos Tunai Mulai Awal 2027

Minggu, 6 Sep 2026 - 11:00 WIB