Viral di TikTok: Fenomena Quiet Vacation, Liburan Tanpa Pamer di Sosmed

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral di TikTok: Fenomena Quiet Vacation, Liburan Tanpa Pamer di Sosmed

Viral di TikTok: Fenomena Quiet Vacation, Liburan Tanpa Pamer di Sosmed

Viral di TikTok: Fenomena Quiet Vacation, Liburan Tanpa Pamer di Sosmed

Tren terbaru di kalangan pengguna media sosial, khususnya TikTok, sedang ramai diperbincangkan: Quiet Vacation. Fenomena ini menjadi viral karena banyak orang mulai memilih liburan dengan cara yang lebih privat dan tidak diumbar di media sosial. Bukan hanya tentang menenangkan diri, tapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya flexing atau pamer gaya hidup di internet.

Apa Itu Quiet Vacation?

Quiet vacation adalah istilah untuk liburan yang dilakukan secara diam-diam tanpa publikasi berlebihan di media sosial. Berbeda dengan gaya liburan yang biasanya dibanjiri Instagram Stories, postingan feed estetik, dan video TikTok, konsep quiet vacation justru menghindari semua itu.

Tujuannya? Agar momen liburan menjadi lebih autentik dan tidak terganggu oleh keinginan untuk mendapat like, komentar, atau validasi sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awal Mula Tren Ini Viral

Fenomena ini mulai viral di TikTok sejak awal 2025, ketika beberapa kreator membagikan pengalaman detoks media sosial selama traveling. Salah satunya adalah akun TikTok @simple.nomad yang membagikan video pendek berjudul I went on a 5-day quiet vacation. No stories, no check-ins, just peace. Video ini disukai lebih dari 3 juta kali dalam waktu seminggu.

Dari situ, banyak pengguna lain mulai membagikan versi quiet vacation mereka entah itu ke gunung, pantai, bahkan staycation di kota sendiri tanpa sepengetahuan siapa pun, termasuk followers mereka.

Mengapa Banyak Orang Tertarik?

Ada beberapa alasan mengapa tren ini mendapat sambutan positif, terutama dari generasi muda:

  1. Kejenuhan Sosial Media
    Banyak orang mulai merasa lelah dengan rutinitas digital. Alih-alih menikmati suasana liburan, mereka justru sibuk mencari spot foto atau mengatur caption sempurna.

  2. Ingin Privasi Lebih
    Tidak semua momen perlu diketahui publik. Quiet vacation menawarkan ketenangan yang tidak bisa didapatkan dari liburan yang diumbar.

  3. Lebih Fokus ke Diri Sendiri
    Liburan menjadi waktu yang benar-benar digunakan untuk refleksi, healing, atau sekadar istirahat dari hiruk-pikuk dunia maya.

  4. Menghindari Toxic Comparison
    Dengan tidak memamerkan liburan, seseorang juga tidak ikut memicu rasa iri atau perbandingan sosial yang bisa berdampak negatif.

Apa Kata Netizen?

Di Twitter dan TikTok, tagar seperti #QuietVacation dan #OfflineTrip mulai ramai digunakan. Banyak yang menyambut tren ini dengan antusias, bahkan menyebutnya sebagai “cara sehat menikmati liburan.”

“Baru nyadar, liburan gak update medsos tuh rasanya damai banget. Quiet vacation is the real vacation.” komentar dari pengguna TikTok @hiddensoul_

“Gak semua hal perlu di-posting. Kadang, momen paling indah justru yang hanya kita simpan sendiri.” tulis akun X (Twitter) @liburansendiri

Tren yang Akan Bertahan?

Meski terlihat sebagai tren sesaat, quiet vacation tampaknya punya potensi untuk bertahan lama. Di tengah tekanan sosial media yang terus meningkat, kebutuhan akan ruang privat dan ketenangan justru semakin dicari. Banyak orang juga mulai lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan salah satu caranya adalah dengan liburan tanpa tekanan eksistensi digital.

Tips Jika Ingin Ikut Quiet Vacation

  • Matikan notifikasi atau uninstall sementara aplikasi media sosial.

  • Hindari membawa kamera atau ponsel ke tempat wisata, jika tidak diperlukan.

  • Pilih destinasi yang tenang dan tidak terlalu ramai.

  • Fokus pada pengalaman, bukan dokumentasi.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xbox Bantah Rumor Perubahan Layanan Game Pass di 2027
Ruang Redaksi California Ganti Puluhan Reporter dengan Penulis AI
Profil Dewi Gita yang Dikaitkan dengan Rumor Andre Taulany
Kondisi Terkini Cedera Blake Snell di LA Dodgers
Pistons Perpanjang Kontrak Ausar Thompson, Jalen Duren Belum Pasti
Peringati Hari Malaysia 2026, Rossa Doakan Cinta dan Persatuan
85 Peneliti Unhan RI Dibekali Strategi Jurnal Internasional
Profil Dewi Gita yang Terseret Isu Andre Taulany

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:54 WIB

Xbox Bantah Rumor Perubahan Layanan Game Pass di 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 18:52 WIB

Ruang Redaksi California Ganti Puluhan Reporter dengan Penulis AI

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Profil Dewi Gita yang Dikaitkan dengan Rumor Andre Taulany

Sabtu, 19 September 2026 - 18:28 WIB

Kondisi Terkini Cedera Blake Snell di LA Dodgers

Sabtu, 19 September 2026 - 18:25 WIB

Pistons Perpanjang Kontrak Ausar Thompson, Jalen Duren Belum Pasti

Berita Terbaru

Microsoft membantah rumor mengenai perubahan besar pada layanan Xbox Game Pass yang santer dibicarakan akan terjadi pada tahun 2027.

Viral

Xbox Bantah Rumor Perubahan Layanan Game Pass di 2027

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:54 WIB

Persikad Depok meraih kemenangan dramatis 1-2 atas Adhyaksa FC Bekasi di Stadion Patriot Chandra Bhaga.

Olahraga

Hasil Pertandingan Adhyaksa FC Bekasi vs Persikad Depok 1-2

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:49 WIB

Emas batangan kini menjadi pilihan investasi populer masyarakat Indonesia sebagai strategi pertahanan ekonomi.

Bisnis

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam 1 Gram Rp2,6 Juta

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:37 WIB

error: Content is protected !!