Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Gali Potensi demi Ekonomi 8 Persen

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya berbicara mengenai pentingnya pemerintah daerah menggali potensi ekonomi lokal

Wamendagri Bima Arya meminta pemerintah daerah menggali potensi lokal guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Redaksiku.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam membaca peluang ekonomi lokal untuk mencapai target nasional yang ambisius. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama untuk menggerakkan roda perekonomian dari akar rumput hingga tingkat nasional.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik, kekayaan sumber daya, serta tantangan yang berbeda satu sama lain. Pemahaman yang mendalam mengenai keunggulan komparatif ini akan membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan fiskal dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Strategi Pemerintah Daerah Mengejar Pertumbuhan Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen bukanlah angka yang bisa dicapai hanya melalui kebijakan makro di tingkat pusat. Kementerian Dalam Negeri mendorong para kepala daerah untuk keluar dari zona nyaman dan mulai memetakan potensi unggulan di wilayah masing-masing secara komprehensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan berbasis data menjadi instrumen krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah saat ini. Pemerintah daerah diminta untuk tidak lagi mengandalkan cara-cara konvensional yang kerap lambat merespons dinamika pasar global maupun lokal.

Optimalisasi potensi daerah memerlukan kolaborasi erat antara birokrasi, sektor swasta, dan masyarakat lokal agar dampaknya langsung terasa.

Penguatan Sektor Unggulan dan Investasi Daerah

Dalam arahannya, Kementerian Dalam Negeri menyoroti beberapa sektor prioritas yang dapat segera diakselerasi oleh pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan komoditas lokal dan penciptaan iklim investasi yang sehat.

  • Pemerintah daerah perlu memangkas regulasi berbelit yang menghambat masuknya investasi padat karya ke wilayah mereka.
  • Pengembangan produk UMKM lokal harus diarahkan agar mampu menembus pasar ekspor melalui pendampingan intensif.
  • Pemanfaatan teknologi digital wajib diterapkan dalam pelayanan publik guna mendongkrak efisiensi birokrasi dan transparansi anggaran.

Transformasi ekonomi daerah juga menuntut adanya sinergi antarwilayah yang lebih kuat guna menciptakan rantai pasok yang efisien. Kebijakan ego sektoral antar-kabupaten atau kota harus segera ditinggalkan demi kepentingan ekonomi makro yang lebih besar.

Tantangan Birokrasi dan Solusi Pengembangannya

Kendati potensi yang dimiliki sangat besar, masih banyak pemerintah daerah yang menghadapi kendala klasik dalam hal kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola anggaran. Oleh karena itu, pendampingan berkala terus dilakukan oleh pemerintah pusat.

Kementerian Dalam Negeri berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja aparatur sipil negara di daerah agar lebih berorientasi pada hasil nyata. Reformasi birokrasi ini dipandang sejalan dengan visi besar pemerintah pusat dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

Pertanyaan Umum

Mengapa pemerintah daerah harus memahami potensi wilayahnya?

Pemahaman potensi wilayah membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan yang tepat guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Apa saja sektor yang didorong untuk diperkuat di daerah?

Sektor-sektor yang didorong meliputi pengembangan produk UMKM, peningkatan investasi padat karya, serta pemanfaatan teknologi digital dalam layanan publik.

Bagaimana cara pemerintah pusat mengawasi kinerja ekonomi daerah?

Pemerintah pusat melakukan evaluasi berkala terhadap tata kelola anggaran, reformasi birokrasi, serta memberikan pendampingan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ringkasan

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mendorong seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk aktif menggali dan membaca peluang ekonomi lokal guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Kebijakan ini menuntut kepala daerah agar meninggalkan cara-cara konvensional dan fokus memetakan keunggulan komparatif di wilayah masing-masing.

Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya pendekatan berbasis data serta kolaborasi lintas sektor, termasuk memangkas regulasi yang menghambat investasi padat karya dan mendampingi UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital wajib diterapkan dalam pelayanan publik guna mendongkrak efisiensi birokrasi dan transparansi anggaran.

Untuk mengatasi kendala kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola anggaran di daerah, pemerintah pusat berkomitmen memberikan pendampingan serta evaluasi kinerja aparatur secara berkala. Sinergi antarwilayah dan penghapusan ego sektoral juga dinilai krusial demi menciptakan rantai pasok yang efisien serta pemerataan kesejahteraan nasional.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencarian Arupadhatu I Dihentikan, Gubernur Banten: Pemantauan Lanjut
Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Kejari Jaksel
DPRD Kota Serang Soroti Betonisasi dan Drainase di RAPBD 2027
SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran PU dan Survei Jalan
Strategi Prabowo Wujudkan Swasembada Energi Lewat 6 Langkah
Sidang Perdana Roy Suryo Terkait Kasus Ijazah Jokowi di PN Jaktim
Pria 49 Tahun di Jaktim Dihakimi Massa Usai Diduga Lecehkan Dua Anak
Pemprov Banten Janji Dampingi Keluarga Korban Kapal Arupadhatu I

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:55 WIB

Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Gali Potensi demi Ekonomi 8 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 18:17 WIB

Pencarian Arupadhatu I Dihentikan, Gubernur Banten: Pemantauan Lanjut

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

Kejagung Limpahkan Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Kejari Jaksel

Jumat, 18 September 2026 - 16:37 WIB

DPRD Kota Serang Soroti Betonisasi dan Drainase di RAPBD 2027

Jumat, 18 September 2026 - 15:33 WIB

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran PU dan Survei Jalan

Berita Terbaru

Tobani Tiku telaten memproses kulit kayu beringin menjadi kain tradisional kumu nunu di Desa Mataue.

Viral

Kisah Tobani Tiku, Pelestari Kain Kulit Kayu di Kulawi

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:45 WIB

error: Content is protected !!