Redaksiku.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang secara resmi memberikan sejumlah catatan mendasar terkait penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2027. Dalam proses perencanaan ini, dewan menekankan pentingnya pengawalan ketat terhadap aspirasi masyarakat, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, hingga efisiensi penggunaan anggaran daerah agar benar-benar tepat sasaran.
Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menegaskan bahwa seluruh usulan yang telah diserap dari warga akan dikawal secara konsisten agar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Artinya memang DPRD sudah berketetapan bahwa dua aspirasi usulan-usulan masyarakat ini yang memang kita akan kawal sesuai dengan RPJMD waktu kita serahkan. Jadi tidak bisa usulan itu tiba-tiba muncul tanpa adanya proses Musrenbang, proses daripada perencanaan, proses DED. Kami akan kawal.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
— Muji Rohman
Prioritas Pembangunan Infrastruktur dan Perbatasan
Muji membeberkan beberapa poin prioritas yang didorong oleh legislatif untuk program kerja pemerintah pada tahun 2027 mendatang. Salah satu fokus utama yang mendapat sorotan tajam adalah percepatan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan antardaerah demi meningkatkan konektivitas wilayah.
Pemerintah Kota Serang didorong untuk segera merealisasikan proyek betonisasi jalan yang menghubungkan wilayah ibu kota provinsi dengan kabupaten tetangga. Langkah ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah pinggiran.
- Pembangunan infrastruktur jalan beton di perbatasan Kabupaten Serang.
- Perluasan akses penghubung menuju wilayah Pandeglang dan Cilegon.
- Penanganan dampak banjir secara komprehensif melalui pengerjaan drainase yang optimal.
Porsi anggaran infrastruktur dalam draf RAPBD 2027 diproyeksikan mencapai 38 persen dan dinilai sudah melampaui ketentuan wajib belanja atau mandatory spending.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dan Efisiensi Anggaran
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Serang Farhan Azis menyoroti tantangan dari sektor penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi makrokonomi yang dinamis. Pemerintah daerah diimbau untuk lebih jeli dalam menggali potensi pendapatan baru dari sektor jasa dan pariwisata.
Pertumbuhan jumlah hotel, restoran, kafe, serta industri hotel dan restoran (horeka) dipandang sebagai peluang besar untuk mendongkrak PAD secara signifikan pada tahun anggaran mendatang. Meski demikian, efektivitas penggunaan anggaran infrastruktur tetap menjadi poin pengawasan utama agar tidak terjadi pemborosan.
Alokasi anggaran infrastruktur sebesar 38 persen harus dikawal secara ketat agar distribusinya merata hingga ke tingkat jalan lingkungan permukiman warga.
Farhan mencontohkan kondisi di daerah pemilihannya, di mana masih ditemukan ketimpangan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan yang belum tersentuh perbaikan selama bertahun-tahun. Aspirasi warga terkait betonisasi jalan lingkungan ini diharapkan bisa segera masuk dalam prioritas eksekutif melalui dinas terkait.
Evaluasi Penyaluran Program Pendidikan dan Kesehatan
Selain infrastruktur fisik, sektor pendidikan turut menjadi bahan evaluasi mendalam oleh pimpinan dewan, khususnya terkait efektivitas program bantuan sosial bagi masyarakat. Kebijakan pemberian seragam gratis disarankan untuk dievaluasi agar distribusinya benar-benar berfokus kepada warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut diusulkan agar berbasis pada data desil ekonomi yang akurat, sehingga alokasi anggaran yang tersisa dapat dialihkan untuk memperluas cakupan layanan dasar lainnya seperti program kesehatan gratis.
- Penyaluran seragam gratis difokuskan bagi keluarga pada desil ekonomi satu hingga tiga.
- Efisiensi anggaran pendidikan dialokasikan untuk pembiayaan BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
- Seluruh catatan dewan akan dibawa ke dalam rapat Badan Anggaran bersama TAPD.
Seluruh catatan dan masukan strategis dari dewan ini dipastikan akan menjadi bahan pembahasan intensif dalam agenda rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
Pertanyaan Umum
Apa fokus utama DPRD Kota Serang dalam RAPBD 2027?
DPRD Kota Serang memfokuskan pengawalan pada aspirasi masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur perbatasan dan jalan lingkungan, penanganan banjir, serta efisiensi anggaran program pendidikan dan kesehatan.
Bagaimana alokasi anggaran infrastruktur dalam draf RAPBD 2027?
Alokasi anggaran infrastruktur diproyeksikan mencapai 38 persen, yang dinilai sudah melampaui ketentuan mandatory spending dan mendapat sambutan positif dari pimpinan dewan.
Apa rekomendasi terkait program seragam sekolah gratis?
Dewan menyarankan agar penyaluran seragam gratis lebih tepat sasaran berdasarkan data desil ekonomi satu sampai tiga, sehingga sisa anggaran dapat dialokasikan untuk program BPJS Kesehatan gratis.
Ringkasan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang memberikan sejumlah catatan mendasar terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dengan memfokuskan pengawalan pada aspirasi masyarakat, betonisasi infrastruktur, dan efisiensi anggaran. Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, bersama Wakil Ketua DPRD, Farhan Azis, menegaskan bahwa seluruh usulan pembangunan harus melalui proses perencanaan yang sah serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dalam draf RAPBD 2027, alokasi anggaran infrastruktur diproyeksikan mencapai 38 persen untuk membiayai percepatan pembangunan jalan beton di perbatasan wilayah, perluasan akses penghubung, serta pengerjaan drainase guna penanganan banjir secara komprehensif. Selain itu, pimpinan dewan juga menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa dan pariwisata, serta evaluasi program pendidikan melalui penyaluran seragam gratis berbasis desil ekonomi satu hingga tiga agar sisa anggaran dapat dialihkan untuk pembiayaan BPJS Kesehatan gratis.












