Mahasiswa KKN-T UAA Edukasi Pengelolaan Keuangan UMKM di Magelang

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pengelolaan keuangan UMKM — Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku UMKM di Dusun Srikaton, Magelang.

Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku UMKM di Dusun Srikaton, Magelang.

Redaksiku.com – Membangun usaha yang berkelanjutan di tingkat desa sering kali terbentur pada satu masalah mendasar: pencatatan keuangan yang belum rapi. Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 05 Universitas Alma Ata (UAA) turun langsung ke Dusun Srikaton, Desa Ngablak, Magelang, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menginisiasi program edukasi bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan, UMKM Lokal Berdaya, Ekonomi Berjaya” yang dirancang khusus untuk membekali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan keterampilan manajerial praktis.

Kegiatan ini bukan sekadar seminar satu arah, melainkan sebuah lokakarya yang menuntut aksi nyata. Dengan menghadirkan pakar keuangan Ragil Satria Wicaksana, para pelaku UMKM diajak membedah kembali model bisnis mereka—mulai dari cara memisahkan aset pribadi hingga menentukan titik impas atau Break Even Point (BEP). Pendekatan ini dipilih agar pelaku usaha tidak lagi menjalankan roda bisnis hanya berdasarkan intuisi, melainkan berdasarkan data yang terukur.

Sebanyak 40 pelaku UMKM di Desa Ngablak dan 42 warga Dusun Srikaton hadir secara antusias untuk mengikuti pelatihan yang dipandu oleh mahasiswa dari berbagai lintas fakultas, termasuk Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Kesehatan, serta Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi Pola Pikir Pengelolaan Keuangan

Poin paling krusial yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut adalah disiplin dalam memisahkan arus kas. Banyak pelaku UMKM di tingkat desa masih mencampuradukkan uang hasil penjualan dengan kebutuhan rumah tangga, yang sering kali menjadi penyebab utama macetnya permodalan usaha. Ragil Satria Wicaksana memberikan instruksi sederhana namun tegas mengenai hal ini.

“Bapak Ibu, yang paling sederhana dalam mengelola keuangan itu, kita harus punya satu dompet. Dompet ini khusus untuk usaha. Jadi, uang usaha jangan dicampur dengan uang pribadi. Kalau uangnya sudah tercampur, nanti kita sendiri yang bingung, mana modal, mana keuntungan, dan mana uang untuk kebutuhan pribadi.”

— Ragil Satria Wicaksana

Selain pemisahan uang, peserta diajarkan teknik dasar pembukuan yang mencakup pencatatan tanggal transaksi, keterangan barang, serta arus masuk dan keluar kas. Dengan metode ini, pelaku usaha bisa memantau kesehatan bisnis mereka setiap hari tanpa harus memiliki latar belakang akuntansi yang rumit.

Strategi Menghadapi Pasar dan Pemasaran Digital

Pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada angka di buku kas, tetapi juga pada kemampuan membaca pasar. Mahasiswa KKN-T UAA mendorong para pelaku usaha untuk lebih proaktif dalam mengenali siapa pelanggan mereka dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan tidak sekadar menjadi komoditas yang sulit bersaing.

Pemanfaatan aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp diperkenalkan sebagai sarana pemasaran dan komunikasi yang efektif untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Dengan membangun komunikasi yang baik, pelaku UMKM diharapkan bisa mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen. Informasi ini sangat berharga untuk menentukan strategi pemasaran selanjutnya, sehingga keputusan yang diambil oleh pemilik usaha lebih akurat dan tepat sasaran.

Implementasi Program 30 Hari untuk UMKM

Agar materi yang disampaikan tidak menguap begitu saja, para mahasiswa menetapkan komitmen pendampingan selama 30 hari. Program ini dipecah menjadi empat tahapan progresif yang memudahkan pelaku usaha untuk beradaptasi secara bertahap:

  • Minggu pertama difokuskan pada kedisiplinan pemisahan uang usaha dari dompet pribadi serta memulai rutinitas mencatat di buku kas.
  • Minggu kedua difokuskan pada analisis teknis, yakni menghitung total biaya operasional, menetapkan harga jual yang kompetitif, serta menentukan target BEP.
  • Minggu ketiga difokuskan pada riset pasar sederhana dengan mewawancarai minimal 10 pelanggan untuk memahami ekspektasi mereka terhadap produk.
  • Minggu keempat difokuskan pada eksekusi strategi pemasaran baru sebagai langkah nyata untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume penjualan.

Tips: Konsistensi adalah kunci dalam pembukuan, jadi mulailah dengan mencatat transaksi sekecil apa pun setiap harinya agar tidak ada data yang terlewat.

Kepala Desa Ngablak, Amri Subkhantoro, menyambut baik inisiatif mahasiswa ini. Ia berharap agar para peserta tidak hanya berhenti pada pemahaman teoretis, tetapi benar-benar merealisasikan metode tersebut dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Farah Nur Syafi’ah Wijayanti, juga menjadi pilar penting agar program pengabdian ini berjalan sesuai dengan target akademis dan pemberdayaan masyarakat.

Perlu dipahami bahwa keberhasilan program 30 hari ini sangat bergantung pada komitmen mandiri pelaku UMKM dalam mencatat setiap transaksi secara jujur dan konsisten tanpa terputus.

Pertanyaan Umum

Apakah program pengelolaan keuangan ini cocok untuk pedagang kecil?

Tentu saja. Metode yang diajarkan dalam program ini justru dirancang sesederhana mungkin agar bisa diterapkan oleh pelaku usaha mikro dengan modal terbatas tanpa memerlukan perangkat lunak yang rumit.

Mengapa pemisahan uang pribadi dan uang usaha begitu penting?

Pemisahan ini adalah langkah krusial untuk mencegah penggunaan modal usaha untuk konsumsi pribadi yang sering menjadi penyebab utama kebangkrutan usaha kecil karena pemilik tidak bisa membedakan antara omzet dan laba bersih.

Apa manfaat utama dari perhitungan BEP bagi pedagang?

Perhitungan BEP membantu pedagang mengetahui batas minimal penjualan agar usaha tidak merugi, sehingga mereka bisa menentukan harga jual yang adil sekaligus menguntungkan bagi bisnis mereka.

Ringkasan

Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata (UAA) melatih pelaku UMKM di Magelang mengelola keuangan dengan memisahkan uang pribadi dan usaha, mencatat pembukuan dasar, serta menghitung titik impas (BEP).

Program ini dilanjutkan dengan pendampingan praktis selama 30 hari untuk memastikan kedisiplinan pencatatan transaksi harian dan penerapan strategi pemasaran digital.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Science Center JTP 1 Batu: Inspirasi Pusat Sains Dunia
Jatim Park 1 Gandeng Tiga Kampus Kembangkan Museum Sains
Aselole Sticker: Spesialis Stiker Kaca Terbaik di Jogja
78 Pelajar Diamankan Saat Hendak Ikut Demo, Dikembalikan ke Sekolah
Beasiswa ISB: Kuliah Gratis 100% untuk 25 Mahasiswa Internasional
Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah oleh KKN UNS di Pilangrejo
Mahasiswa KKN UNS Olah Jambu Air Jadi Produk Bernilai Jual
KKN UNS Perkuat Identitas dan Daya Saing UMKM Desa Tegalgondo

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:26 WIB

Mega Science Center JTP 1 Batu: Inspirasi Pusat Sains Dunia

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Jatim Park 1 Gandeng Tiga Kampus Kembangkan Museum Sains

Kamis, 17 September 2026 - 02:12 WIB

Aselole Sticker: Spesialis Stiker Kaca Terbaik di Jogja

Rabu, 16 September 2026 - 12:45 WIB

78 Pelajar Diamankan Saat Hendak Ikut Demo, Dikembalikan ke Sekolah

Rabu, 16 September 2026 - 12:13 WIB

Beasiswa ISB: Kuliah Gratis 100% untuk 25 Mahasiswa Internasional

Berita Terbaru

Mega Science Center di Jatim Park 1 resmi dibuka sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sains di Kota Batu.

Pendidikan

Mega Science Center JTP 1 Batu: Inspirasi Pusat Sains Dunia

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:26 WIB

Ketua Umum BaraJP Willem Frans Ansnay membantah adanya isu keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo Subianto.

Politik

BaraJP Bantah Isu Keretakan Hubungan Jokowi dan Prabowo

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:09 WIB

error: Content is protected !!