Redaksiku.com – Di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah harus memutar otak agar produk mereka tidak tenggelam di antara gempuran merek modern. Salah satu strategi paling krusial yang kerap terlewatkan adalah penguatan identitas visual dan media promosi yang relevan dengan tren masa kini. Tanpa tampilan yang segar dan mudah diingat, produk berkualitas sekalipun sering kali kesulitan menarik perhatian calon pembeli yang semakin selektif dalam memilih.
Menyadari tantangan nyata tersebut, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata 142 Universitas Sebelas Maret (UNS) turun tangan langsung membantu para pelaku usaha lokal. Mereka menginisiasi program pendampingan branding komprehensif bagi sejumlah usaha kecil di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) dan dirancang selaras dengan agenda pembangunan global berkelanjutan, khususnya tujuan kedelapan dari SDGs tentang penciptaan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.
Langkah awal dari rangkaian kegiatan pengabdian ini dimulai dengan sesi observasi lapangan yang mendalam. Mahasiswa mendatangi satu per satu lokasi usaha untuk melihat langsung kondisi media promosi, kemasan, serta papan nama yang selama ini digunakan. Pengamatan cermat ini bertujuan untuk memetakan kekurangan visual sekaligus menggali potensi unik dari masing-masing produk agar konsep pembaruan yang dirancang nanti benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil peninjauan mendalam tersebut, mahasiswa berhasil memetakan profil dari lima usaha mikro lokal yang dijadikan mitra utama dalam program pendampingan kali ini. Daftar mitra yang terlibat mencakup beberapa sektor bidang yang bervariasi:
- Pusat Oleh-Oleh A. Syakir yang membutuhkan keseragaman identitas pada kemasan produk oleh-oleh khas daerah.
- Tahu Pong Bu Nyamik yang memerlukan peremajaan papan penanda warung agar lebih menggugah selera pembeli yang lewat.
- Bibit Jamur Tiram Haris yang memerlukan media promosi informatif untuk menjelaskan kualitas bibit tanaman.
- Bengkel Motor Saprol yang membutuhkan spanduk luar ruang agar lokasi bengkel lebih mudah ditemukan pengendara.
- Raja Keong yang memerlukan sentuhan desain visual menarik guna mendongkrak daya tarik produk kuliner unik tersebut.
Penyerahan Banner UMKM Bibit Jamur Tiram Haris (Dok. Pribadi/KKN 142 UNS)
Pendampingan visual ini dirancang secara spesifik agar setiap pelaku usaha mendapatkan aset pemasaran yang mencerminkan karakter produk mereka masing-masing.
Memasuki tahap berikutnya, mahasiswa mulai merancang berbagai perangkat penunjang visual yang sudah disesuaikan dengan identitas masing-masing usaha. Proses kreatif ini melibatkan diskusi intensif dengan para pemilik warung dan toko agar hasil akhirnya tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional. Berbagai atribut publisitas mulai dari stiker label kemasan produk, spanduk jalan, hingga standing banner dicetak dengan kualitas visual yang tajam dan tahan lama.
Setelah seluruh materi promosi rampung dicetak, tim mahasiswa bersama para pemilik usaha langsung turun tangan memasang atribut baru tersebut di lokasi masing-masing. Keterlibatan langsung para pelaku usaha dalam proses pemasangan ini menumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap identitas baru bisnis mereka. Respon hangat dan senyum kepuasan terpancar dari para pedagang saat melihat lapak dagangan mereka kini tampil jauh lebih bersih, profesional, dan tertata rapi.

Penyerahan Banner UMKM Tahu Pong Bu Nyamik (Dok. Pribadi/KKN 142 UNS)
“Kami merasa terbantu dengan adanya banner yang baru. Tampilan usaha jadi lebih rapi dan menarik. Harapannya, media yang diberikan bisa membantu kami memperkenalkan usaha kepada lebih banyak konsumen.”
— Mas Saprol

Perubahan visual yang drastis ini langsung mendatangkan apresiasi hangat dari para pengusaha lokal yang merasakan manfaat praktisnya sehari-hari. Kehadiran papan nama dan media promosi baru membuat tempat usaha mereka terlihat jauh lebih mencolok dari kejauhan, sehingga memancing rasa penasaran orang yang melintas di kawasan Desa Tegalgondo. Hal ini membuktikan bahwa sentuhan desain grafis sederhana mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kelangsungan bisnis skala kecil.
Bagus selaku penanggung jawab program pengabdian masyarakat ini menjelaskan bahwa seluruh tahapan perancangan dikerjakan dengan mengutamakan karakteristik unik dari tiap-tiap bidang usaha. Pendekatan personal semacam ini dinilai sangat efektif agar para pemilik usaha merasa dilibatkan sepenuhnya dalam proses transformasi visual bisnis mereka. Mahasiswa berharap investasi visual jangka panjang ini bisa terus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh para pemilik usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Sebanyak 5 UMKM lokal di Desa Tegalgondo berhasil mendapatkan pembaruan identitas visual secara gratis melalui program kerja mahasiswa UNS.
Melalui rangkaian program pendampingan yang intensif ini, para pedagang kecil tidak sekadar menerima bantuan berupa fisik spanduk atau stiker semata. Mereka juga mendapatkan wawasan berharga mengenai pentingnya membangun citra merek yang kuat di tengah persaingan ekonomi modern yang serba cepat. Peningkatan kesadaran ini diharapkan menjadi modal penting bagi UMKM di Klaten untuk naik kelas dan memperkuat daya saing secara berkelanjutan.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dari kegiatan KKN 142 UNS di Desa Tegalgondo?
Program ini bertujuan untuk membantu memperkuat identitas visual, memperbarui media promosi, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal agar lebih mudah dikenali oleh konsumen.
Siapa saja yang menjadi sasaran utama dalam pendampingan branding ini?
Sasaran program ini adalah lima usaha lokal yaitu Pusat Oleh-Oleh A. Syakir, Tahu Pong Bu Nyamik, Bibit Jamur Tiram Haris, Bengkel Motor Saprol, dan Raja Keong.
Kapan kegiatan penyerahan atribut branding tersebut dilaksanakan?
Kegiatan pendampingan dan penyerahan atribut promosi tersebut dilaksanakan secara resmi pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Ringkasan
Tim KKN 142 UNS membantu lima UMKM di Desa Tegalgondo, Klaten, meningkatkan daya saing melalui program pendampingan branding dan pembaruan identitas visual pada 11 Agustus 2026.
Mahasiswa memberikan fasilitas berupa stiker kemasan, spanduk, dan standing banner yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha seperti Pusat Oleh-Oleh A. Syakir, Tahu Pong Bu Nyamik, dan Bengkel Motor Saprol guna memperluas jangkauan pasar.






