Redaksiku.com – Potensi pangan yang melimpah di lingkungan pedesaan sering kali menyimpan peluang ekonomi tersembunyi apabila diolah dengan keterampilan yang tepat. Langkah nyata dalam memanfaatkan kekayaan alam lokal ini ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 54 Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Mereka menggelar pelatihan khusus bagi ibu-ibu PKK setempat untuk menyulap buah segar menjadi produk olahan berupa selai jambu air yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomi menarik.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026. Momentum tersebut dirancang untuk membuka wawasan warga bahwa buah-buahan yang biasanya hanya dikonsumsi secara langsung dalam kondisi segar dapat ditransformasikan menjadi komoditas olahan rumah tangga yang kreatif.
Pemilihan jambu air sebagai bahan utama tentu bukan tanpa pertimbangan matang. Buah tropis ini merupakan salah satu potensi hortikultura yang sangat dekat dengan kehidupan keseharian masyarakat Desa Pilangrejo. Mahasiswa KKN melihat adanya peluang besar agar komoditas tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi musiman, melainkan dapat diangkat menjadi produk kuliner bernilai tambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sesi pelatihan, para peserta tidak sekadar mendengarkan pemaparan teori dari narasumber. Mereka terlibat secara langsung dalam seluruh rangkaian proses pembuatan, mulai dari tahapan pemilihan buah yang matang, pembersihan, pengolahan bahan baku, hingga teknik pemasakan di atas kompor hingga teksturnya pas.
Selain praktik memasak, mahasiswa juga membekali peserta dengan penjelasan mendetail mengenai komposisi bahan serta takaran yang pas untuk produksi skala rumahan. Aspek tekstur, tingkat kekentalan, dan rasa manis yang pas turut menjadi perhatian utama agar produk akhir memenuhi standar selera pasar.
Pelatihan pengolahan jambu air menjadi selai ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan buah sekaligus mendongkrak nilai ekonominya di tingkat keluarga.
Salah satu mahasiswi anggota KKN 54 UNS, Zahra, menjelaskan bahwa ide program ini muncul dari melimpahnya buah jambu air di wilayah setempat yang masih bisa dieksplorasi lebih jauh. Melalui sentuhan kreativitas sederhana, buah segar yang mudah membusuk dapat disulap menjadi selai lezat.
“Jambu air menjadi salah satu potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk, salah satunya selai buah. Nah, melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan kalau buah jambu air yang biasa dikonsumsi secara langsung juga bisa diolah menjadi produk olahan yang lebih awet, praktis, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
“Jambu air menjadi salah satu potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk, salah satunya selai buah.”
— Zahra
Suasana keakraban tampak mendominasi ruangan tempat pelatihan berlangsung. Ibu-ibu PKK terlihat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh para mahasiswa sambil sesekali melontarkan pertanyaan seputar teknik memasak.
Interaksi aktif tersebut menciptakan ruang diskusi yang produktif. Para peserta tidak hanya membahas cara memasak, tetapi juga memperbincangkan teknik penyimpanan yang benar agar selai bisa bertahan lama tanpa bahan pengawet kimia berbahaya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari unsur ibu-ibu PKK Desa Pilangrejo yang aktif berdiskusi mengenai strategi pemasaran produk rumahan.
Topik diskusi pun merambah ke ranah bisnis, seperti potensi pengemasan yang menarik dan kemungkinan pemasaran produk ke luar desa apabila usaha ini ditekuni secara serius. Sesi interaktif ini membantu peserta memahami bahwa mengolah makanan rumahan juga memerlukan perhitungan yang cermat.
Setelah proses pemasakan selesai dan selai mencapai konsistensi yang ideal, tiba saatnya bagi para peserta untuk mencicipi hasil kerja keras mereka. Selai jambu air tersebut dioleskan pada selembar roti tawar untuk dinikmati bersama-sama di lokasi pelatihan.
Mahasiswa KKN juga membagikan tester dalam wadah kemasan mini kepada masing-masing peserta. Langkah ini diambil agar ibu-ibu bisa membawa pulang contoh produk akhir dan memperlihatkannya kepada anggota keluarga di rumah.
Pengalaman langsung mencicipi produk olahan buatan sendiri ini menumbuhkan keyakinan di tengah masyarakat. Bahan pangan sederhana yang tumbuh subur di pekarangan rumah ternyata dapat diubah menjadi sajian lezat yang bernilai tinggi.
Keterampilan pengolahan pangan semacam ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian ekonomi desa. Dengan menguasai teknik dasarnya, warga memiliki bekal untuk terus berinovasi mengolah hasil bumi secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Potensi Pangan Lokal
Kehadiran program KKN ini menempatkan kaum perempuan, khususnya ibu-bekerja di rumah dan anggota PKK, sebagaimotor penggerak utama dalam pemanfaatan potensi pangan lokal. Pengetahuan baru yang didapat diharapkan mampu memicu lahirnya unit-unit usaha mikro baru di tingkat rukun tetangga.
Mahasiswa KKN 54 UNS menaruh harapan besar agar ilmu yang dibagikan tidak berhenti sebatas seremonial program kerja kampus. Keterampilan mengolah selai jambu air ini diidamkan dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga.
Pengolahan buah lokal menjadi produk awetan seperti selai juga menawarkan solusi atas persoalan buah yang sering terbuang saat musim panen raya tiba. Ketika pasokan melimpah dan harga jual buah segar merosot, opsi pengolahan menjadi selai dapat menyelamatkan hasil panen.
Langkah awal pengembangan usaha ini tidak harus langsung dimulai dalam skala industri besar. Warga disarankan memulai dari skala rumah tangga guna menguji kualitas rasa, memperbaiki teknik pembuatan, serta mengukur tingkat penerimaan pasar terdekat.
Pendekatan bertahap tersebut dinilai paling aman bagi pemula yang ingin merintis usaha mandiri. Melalui evaluasi berkala, kualitas produk selai jambu air Pilangrejo lambat laun akan semakin matang dan siap bersaing di pasaran luas.
Mulailah memproduksi selai dalam skala kecil untuk keluarga terlebih dahulu guna memastikan takaran rasa dan teksturnya sudah pas sebelum dipasarkan ke luar.
Transformasi sudut pandang masyarakat terhadap buah lokal kini mulai bergeser. Jambu air kini tidak lagi dipandang semata-mata sebagai buah meja pelepas dahaga, melainkan sebagai aset bahan baku bernilai ekonomis.
Keberhasilan program pelatihan ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademis dan masyarakat desa mampu melahirkan solusi kreatif yang berdampak langsung. Keterampilan mengolah kekayaan alam lokal menjadi modal berharga bagi kemajuan Desa Pilangrejo ke depan.
Pertanyaan Umum
Kapan pelatihan pengolahan selai jambu air ini dilaksanakan?
Pelatihan pembuatan selai jambu air oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 54 ini dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Juli 2026.
Siapa saja yang menjadi peserta utama dalam kegiatan pelatihan tersebut?
Peserta utama kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.
Apa tujuan utama dari pengolahan jambu air menjadi selai?
Tujuan utamanya adalah memperpanjang masa simpan buah, meningkatkan nilai tambah ekonomis, serta memberikan keterampilan produktif baru bagi warga desa.
Ringkasan
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 54 Desa Pilangrejo, Demak, melatih ibu-ibu PKK mengolah jambu air menjadi selai untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Pelatihan yang digelar pada 26 Juli 2026 ini mencakup praktik pembuatan, teknik penyimpanan, hingga strategi pemasaran produk rumahan.






