Coba sebutkan satu instrumen investasi yang paling populer di Indonesia saat ini. Kemungkinan besar, emas langsung terlintas di benak Anda. Memang, emas sudah lama dikenal sebagai investasi yang menguntungkan dan relatif aman.
Emas dikenal tahan terhadap inflasi dan resesi. Emas juga gampang dijual kalau tiba-tiba butuh uang cepat. Bahkan data Good Stats 2026 menyebut emas sebagai aset paling dipercaya saat ekonomi sedang tidak menentu.
Yang menarik, tren ini justru banyak datang dari anak muda. Platform digital mencatat transaksi emas melonjak di kalangan usia 20 sampai 35 tahun. Sayangnya, semangat beli tidak selalu diiringi pemahaman yang memadai.
Banyak investor pemula masih terjebak masalah klasik yang sama. Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mengecek harga emas terbaru sebelum beli. Kelihatannya remeh, tapi kebiasaan ini yang paling sering bikin orang rugi tanpa sadar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jadi, penting untuk tahu apa yang perlu ditanyakan sebelum transaksi. Pertanyaan yang pas bisa jadi tameng dari penjual curang atau emas tidak asli. Penipu pun biasanya langsung gugup menghadapi pembeli yang kritis dan berpengetahuan.
Jadi, apa saja pertanyaan yang harus Anda siapkan sebelum membeli emas?
Bagaimana Spesifikasi Emas yang Dijual?
Langkah pertama, tanyakan spesifikasi emas yang dijual. Tiap toko punya cara sendiri untuk membuktikan keaslian emasnya. Ada yang memakai satuan karat, ada pula yang menggunakan persentase kadar emas.
Karena itu, pastikan Anda menanyakan metode mana yang digunakan toko tersebut. Selain kadar, tanyakan juga berat emas secara spesifik. Kalau masih ragu soal berat, minta saja petugasnya menimbang langsung di depan Anda.
Jangan lupa perhatikan kondisi fisik emasnya. Apakah emas itu baru atau hasil buyback dari pelanggan sebelumnya? Hal-hal kecil seperti ini yang justru sering menentukan apakah transaksi layak dilanjutkan atau tidak.
Bagaimana Harga Beli dan Harga Jualnya?
Setelah itu, tanyakan langsung harga beli dan harga jualnya. Catat angka yang disebutkan petugas, lalu bandingkan dengan yang tertulis di nota.
Kalau ada selisih sekecil apapun, tanyakan langsung. Tanyakan juga apakah harga jualnya mengikuti harga pasar atau pakai acuan nota lama. Ini penting supaya Anda tidak bingung saat mau mencairkan emas nanti.
Apakah Emasnya Bisa Dijual di Mana Saja?
Pertanyaan soal tempat jual kembali ini kerap dilupakan, padahal dampaknya besar. Nyatanya, tidak semua emas bebas dijual di mana saja.
Emas perhiasan, contohnya, biasanya hanya bisa dijual balik ke toko emas perhiasan. Harganya pun sering dipotong karena biaya pembuatannya tidak ikut dihitung saat buyback.
Belum lagi, tiap toko punya aturan buyback yang tidak sama. Ada yang minta nota asli, ada yang cuma mau terima emas buatan mereka sendiri. Tanyakan aturan ini dari awal supaya tidak menyesal belakangan.
Apakah Ada Potongan dan Berapa Potongannya?
Jangan lupa tanyakan soal potongan, terutama kalau Anda mau beli atau jual emas perhiasan.
Perhiasan yang sering dipakai wajar mengalami gesekan. Lama-lama bobotnya berkurang, dan toko sudah pasti memperhitungkan itu saat buyback.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






