Redaksiku.com – Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas teridentifikasinya jenazah Surakman, seorang Anak Buah Kapal KM Arupadhatu 1 yang sempat hilang kontak saat membawa rombongan jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Operasi SAR Pencarian Korban yang berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Banten, Kota Serang.
Kehadiran pemimpin daerah dalam pengungkapan identitas korban ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menangani musibah laut di wilayah Selat Sunda. Pemerintah Provinsi Banten memastikan bahwa seluruh proses pemulangan hingga pemakaman jenazah akan didampingi secara penuh oleh aparat kepolisian dan instansi terkait.
Kronologi Penemuan Jenazah di Pulau Enggano
Musibah bermula ketika KM Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis dan tiga kru kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang. Kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak sejak awal September 2026 setelah berlayar menuju kawasan perairan sekitar gunung berapi aktif tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik terang mulai muncul ketika warga menemukan sesosok jenazah di perairan sekitar Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Jenazah tersebut ditemukan dengan ciri-ciri khusus yang kemudian menjadi petunjuk awal bagi tim penyelamat untuk melakukan penelusuran lintas wilayah.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan data primer seperti sidik jari, gigi, dan DNA untuk memastikan identitas korban secara akurat.
Proses Identifikasi Ilmiah Melalui Tes DNA
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah dilakukan secara ketat melalui metode ilmiah yang melibatkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri. Tim medis mencocokkan data antemortem yang dikumpulkan dari keluarga delapan korban hilang dengan sampel biologis jenazah yang ditemukan di Bengkulu.
Berdasarkan hasil uji laboratorium forensik, jenazah tersebut dipastikan secara genetik sebagai Surakman yang juga merupakan ayah kandung dari Yayat. Pendekatan berbasis sains ini diambil untuk menghindari kesalahan identifikasi serta memberikan kepastian hukum dan emosional kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Berikut adalah beberapa tahapan penting dalam proses identifikasi lanjutan:
- Penerimaan data antemortem dari delapan keluarga korban oleh Biddokkes Polda Banten.
- Koordinasi lintas wilayah antara Polda Banten dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu.
- Pemeriksaan DNA secara mendalam oleh Pusdokkes Polri untuk mencocokkan garis keturunan biologis.
Operasi pencarian resmi ditutup setelah hari ke-10, namun pemantauan di pesisir melibatkan nelayan setempat dan Kantor SAR Bengkulu serta Lampung.
Komitmen Pendampingan dan Kelanjutan Operasi SAR
Pemerintah Provinsi Banten bersama kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulangan jenazah dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penjemputan tersebut dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh gubernur beserta kepala kantor pencarian dan pertolongan.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad menyatakan bahwa meskipun operasi utama telah dihentikan, upaya pemantauan terhadap tujuh korban lainnya masih terus berjalan. Koordinasi dengan nelayan lokal dan pos pengamatan pesisir tetap diaktifkan guna mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban lain di sepanjang jalur laut.
“Kita berharap dan senantiasa berdoa untuk segera menemukan saudara-saudara kita yang belum kembali,”
— Andra Soni
Pertanyaan Umum
Kapan jenazah Surakman dipulangkan dari Bengkulu?
Jenazah dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026, untuk kemudian diserahkan langsung kepada pihak keluarga.
Berapa banyak korban yang masih dalam pencarian?
Hingga saat ini, masih terdapat tujuh orang korban lainnya dari insiden KM Arupadhatu 1 yang terus dipantau keberadaannya oleh tim SAR gabungan.
Bagaimana cara petugas memastikan identitas korban?
Petugas kepolisian menggunakan metode Disaster Victim Identification dengan membandingkan data primer berupa sidik jari, struktur gigi, dan tes DNA yang dicocokkan dengan pihak keluarga.
Ringkasan
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas teridentifikasinya jenazah Surakman, seorang Anak Buah Kapal KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat membawa jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026. Kepastian identitas korban didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan ilmiah secara ketat menggunakan data primer berupa sidik jari, struktur gigi, dan tes DNA yang dicocokkan dengan pihak keluarga di Polda Banten.
Pemerintah Provinsi Banten bersama Polda Banten berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk mengawal proses pemulangan jenazah dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sementara itu, meskipun operasi SAR utama telah ditutup pada hari ke-10, Basarnas Banten dan tim gabungan tetap melanjutkan pemantauan di pesisir bersama nelayan setempat guna mencari tujuh korban lainnya yang belum ditemukan.






