Redaksiku.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali memperkuat sinergi strategis guna menggenjot sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. Salah satu langkah konkret yang segera direalisasikan adalah peluncuran Program Lumbung Pangan di kawasan pertanian lokal. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mendongkrak produktivitas sektor agraria sekaligus mengangkat taraf hidup petani kecil di daerah.
Fokus Komoditas Jagung di Tanjungmedar
Peluncuran program strategis ini dipusatkan di Kecamatan Tanjungmedar, sebuah wilayah agraris potensial di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan rencana kerja yang telah disiapkan, kelompok tani setempat akan menjadi sasaran utama penerima manfaat program pemberdayaan tersebut. Komoditas utama yang dipilih untuk dikembangkan dalam kerangka Lumbung Pangan ini adalah tanaman jagung, mengingat tingginya kebutuhan pasar dan potensi hasil panen yang menjanjikan di wilayah tersebut.
Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Ayi Subhan Hafaz menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari ekspansi program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Program tersebut diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan fisik yang bersifat sementara, melainkan membangun fondasi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Para petani akan mendapatkan pendampingan intensif agar hasil pertanian mereka mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga secara jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Lumbung Pangan di Tanjungmedar dijadwalkan segera meluncur dalam beberapa hari ke depan dengan komoditas utama berupa tanaman jagung.
Sinergi Lanjutan Antarlembaga
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat nasional ini mendapatkan apresiasi tinggi dari kepemimpinan daerah setempat. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menilai berbagai intervensi program yang telah digulirkan selama ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata. Transformasi dari penerima zakat atau mustahik menjadi pemberi zakat atau muzaki menjadi indikator keberhasilan utama dari program-program pemberdayaan tersebut.
Sebelum kehadiran Program Lumbung Pangan, sinergi antara Baznas pusat dan daerah telah menelurkan berbagai program produktif lainnya yang menyentuh langsung akar rumput. Berbagai program tersebut meliputi:
- Balai Ternak untuk pengembangan sektor peternakan rakyat.
- Z-Auto sebagai program pemberdayaan ekonomi melalui sektor perbengkelan mandiri.
- Z-Mart yang berfokus pada penataan dan penguatan warung-warung milik masyarakat kecil.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid yang menyatakan kesiapannya untuk terus mempererat koordinasi lintas sektor. Penyelarasan antara visi pembangunan pemerintah daerah dan misi kemanusiaan lembaga zakat diyakini mampu mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat secara merata dan terukur.
Agenda Peluncuran dan Harapan Kedepan
Rangkaian persiapan peluncuran program ini telah dimatangkan melalui serangkaian pertemuan koordinasi intensif antara pengurus pusat dan daerah. Jika tidak ada hambatan atau perubahan jadwal mendadak, peresmian program penanaman jagung ini akan dihadiri langsung oleh pimpinan pusat Baznas di Kabupaten Sumedang.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan program strategis ini pada pekan depan di hadapan para petani penerima manfaat.
“Selama ini kami bersyukur Baznas Pusat telah membantu di bidang pertanian, ada pembagian ternak, ada Z-Mart, ada Z-Auto. Ini luar biasa, bagaimana mengubah mustahik menjadi muzaki.”
— H. Dony Ahmad Munir
Pemerintah daerah berharap bimbingan serta arahan dari tingkat pusat dapat terus mengalir demi menjaga efektivitas program. Dengan demikian, cita-cita bersama untuk menciptakan kemaslahatan umat dan kemandirian ekonomi di tatar Sunda dapat tercapai dengan optimal melalui skema gotong royong yang berkelanjutan.
Pertanyaan Umum
Apa itu Program Lumbung Pangan di Sumedang?
Program Lumbung Pangan adalah inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat dari Baznas RI dan Pemkab Sumedang yang berfokus pada kelompok petani di Kecamatan Tanjungmedar dengan komoditas utama tanaman jagung.
Kapan program tersebut akan diluncurkan?
Program ini direncanakan untuk diluncurkan langsung oleh Ketua Baznas RI pada pekan depan, menyusul serangkaian koordinasi yang dilakukan pada Rabu, 23 September 2026.
Apa saja program pemberdayaan lain yang sudah berjalan di Sumedang?
Sebelum program lumbung pangan, Baznas telah menjalankan program Balai Ternak, Z-Auto untuk perbengkelan, dan Z-Mart untuk pemberdayaan warung masyarakat.
Ringkasan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang bersinergi meluncurkan Program Lumbung Pangan untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani kecil di Kecamatan Tanjungmedar, dengan fokus komoditas tanaman jagung.
Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Ayi Subhan Hafaz dan Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid memastikan program yang dijadwalkan diresmikan pekan depan ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, melengkapi program pemberdayaan sebelumnya seperti Balai Ternak, Z-Auto, dan Z-Mart.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi berbagai inisiatif Baznas tersebut yang terbukti efektif dalam mentransformasi masyarakat dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) melalui pendampingan intensif dan kolaborasi lintas sektor.






