Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 22)

- Penulis

Sabtu, 9 November 2024 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 22)

Robert mengerutkan dahi, menoleh pada Daniel. Dia mencolek lengannya lalu berbisik, segawat itukah? Daniel hanya mengangguk. Keduanya lalu berbisik-bisik.

Apa perlu minta bantuan ¦, tanya Robert sangat khawatir.

Jangan terlalu ramai! Nama baik juga harus dilindungi. Terlalu banyak yang mengetahui, masalah akan semakin terbuka. Lebih sulit menanganinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Robert, Daniel, aku pamit, urusan perusahaan kuserahkan pada kalian, kata Barman pamit.

Robert dan Daniel mengantar sampai lobi. Keduanya menunggu hingga Barman berangkat. Kepada Sekuriti Robert menanyakan, anggota direksi yang masih di kantor.

Sepertinya belum pada pulang, Tuan jawab sekuriti dengan sikap tentara.

Keduanya langsung masuk lift menuju ruang kerjanya. Dan, aku mau ke Direktur Keuangan, untuk memblokir semua rekening atas nama Toni, sementara dialihkan atas nama Ko Barman.

Sebaiknya memang begitu! Aku heran bisa-bisanya Toni seperti kerbau dicucuk hidungnya! kata Daniel sambil geleng kepala sambil mengeluarkan napas dalam keluhan.

Sepertinya memang ada sesuatu mengendalikannya, gumamnya lirih.

***

Langit malam sudah gelap saat Barman akhirnya tiba di rumahnya. Hatinya penuh kecemasan, berdebar tak karuan setelah mendengar peringatan dari Mpek An Cong. Dia tidak pernah membayangkan Toni bisa terjerat dalam permainan sihir Erlika, apalagi sampai membahayakan keluarganya. Saat keluar dari mobil, dia melihat Ninit berdiri di depan pintu rumah dengan wajah penuh kecemasan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Mah?” tanya Barman setelah turun dari mobil dan menghampiri istrinya.

Ninit memeluk Barman erat-erat. “Aku tidak tahu, Pah. Tapi ada yang tidak beres dengan diriku, katanya tersendat lalu menangis.

Keduanya lalu duduk di sofa ruang keluarga. Sambil menahan tangis, Ninit berkisah saat suaminya berada di Semarang.

Saat Papah tidak di rumah, Isah selalu menanyakan ketidak sukaanku pada Ratih. Aku selalu menjawab tidak. Aku memang merasa tidak seperti itu.

Terus ¦? tanya Barman serius.

Ninit menangis sesenggukan. Dia menceritakan apa yang terjadi hari ini. Tadi, Mas ¦ tadi ¦ Mamah tidak sadar menyiksa Ratih dengan ikat pinggang Toni, tubuh dan kaki serta tangan lebam-lebam, Dan tadi Ratih ¦ Aaah, Pah, kenapa aku begini?

Jeda sebentar untuk membersihkan hidung. Barman terkejut sekali sampai melebarkan mata dan membuka mulut tidak bisa bicara. Istrinya yang periang dan penyayang bisa sesadis itu kepada menantu kesayangannya.

Sekarang Isah menjaganya, tapi keadaannya makin memburuk. Aku takut, Mas. Ratih terus meracau dalam tidurnya, seolah-olah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, pungkasnya.

Anak itu tidak pernah mengeluh. Dia memendam semua yang menimpa dirinya. Kesedihan diabaikan Toni, dan sekarang kamu malah menyiksanya! Ratih mengalami depresi berat.

Barman menghela napas panjang. Dia sedikit menyesal kurang memperhatikan menantunya. Dia tahu ini pasti ulah Erlika. Entah dukun sakti mana yang dia bayar. Seiring waktu, kekuatan jahatnya semakin menyebar dan memengaruhi orang-orang di sekitar Toni.

Mpek An Cong sedang mencoba mencari Toni, kata Barman. Aku harap kita tidak terlambat.

Malam itu, mereka semua duduk berjaga di kamar Ratih. Isah terus berzikir jika lelah matanya membaca ayat-ayat al-Quran. Ninit juga khusuk menghitung biji-biji tasbihnya dalam zikir. Barman menekuni al-Quran meskipun masih terbata-bata.

Wajah Ratih pucat pasi, tubuhnya tampak lemah dan kesakitan. Setiap kali ia bergerak, peluh dingin membasahi dahinya, bibirnya mendesis menahan sakit. Kadang dia meracau mengucapkan kata-kata yang tak bisa dimengerti.

Ninit dan Isah terus berada di sampingnya, mengusap lembut rambutnya dan menggumamkan doa-doa pelindung. Air mata Ninit tak habis-habisnya mengalir dari sudut-sudut matanya. Namun, keheningan malam yang mencekam tidak membawa ketenangan bagi siapapun di rumah itu.

Di tempat lain, Mpek An Cong berusaha dengan keras untuk melacak keberadaan Toni. Dengan kekuatan batinnya, ia sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari Toni di vila, tetapi sampai sekarang Toni belum ditemukan. Suasana di sekitarnya begitu mencekam, seolah-olah ada energi gelap yang menutupi segala gerak-geriknya. Namun, Mpek An Cong tahu ia tidak boleh mundur.

Di tengah-tengah meditasinya, bayangan Toni muncul samar-samar. Toni tampak duduk di suatu tempat yang gelap, wajahnya kusut tertunduk seperti tak berdaya. Seolah ada tali tak terlihat yang mengekang tubuh dan pikirannya

Dukun itu semakin kuat, gumam Mpek An Cong dalam hati. Dia merasakan ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar guna-guna biasa. Ini bukan hanya urusan asmara, tapi sudah melibatkan kekuatan gaib yang berusaha menghancurkan seluruh hidup Toni, bahkan keluarganya. Mpek tahu dia harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat.

Keesokan paginya, Mbok Isah sedang sibuk melaksanakan tugas sehari-hari, Barman sedang di kamar mandi, dan Ninit menyiapkan baju ganti, Ratih terbangun dengan kepala terasa berat. Tubuhnya lemah, namun ada sesuatu yang lebih mengerikan. Pandangannya kabur dan seluruh tubuhnya merasakan hawa dingin yang menusuk. Beberapa saat dia duduk di bibir tempat tidur. Sementara kedua mertuanya menuju ruang makan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Tanda Vampir Energi Ada di Sekitar Kamu

Kesehatan

Waspadai 4 Tanda Vampir Energi Ada di Sekitar Kamu

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:28 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303 WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/ bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma
x  Perlindungan Kuat untuk WordPress, dari Shield Security
Situs Ini Dilindungi Oleh
Shield Security