Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
“Saya berangkat dulu ya, Ra” ucap Daren kepada Amora yang kini berdiri di hadapannya serta menatap kedua matanya.
Saat itu Daren dan Amora sedang berada di salah satu bandara besar yang ada di kota tempat tinggal mereka, dan dengan senyum tipis Amora menganggukkan kepalanya atas ucapan Daren.
“Iya, Kak. Kak Daren jaga kesehatan ya di sana, jangan gara-gara ngurusin bisnis jadi lupa makan” jawab Amora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya, kamu juga jaga kesehatan ya selama saya di Singapura. Dan ingat, kalau ada apa-apa, langsung kabarin saya, atau Papa kamu. Atau juga teman-teman saya, mereka pasti siap buat bantuin kamu kapan aja” ujar Daren lagi.
Dan untuk kedua kalinya Amora menganggukkan kepalanya beberapa kali, “Iya, Kak. Tenang aja, aku juga bisa jaga diri dan bela diri kok. Jadi Kak Daren ngga usah khawatir.”
Mendengar ucapan Amora membuat Daren tersenyum tipis, dan tiba-tiba saja laki-laki itu menangkup kedua pipi Amora menggunakan kedua tangannya, “Janji sama saya, kamu harus baik-baik saja selama tidak ada saya di sisi kamu.”
Amora seketika membeku, dia terkejut dengan tindakan Daren yang sangat mengejutkan ini, “I-Iya, Iya, Kak.”
“Terima kasih, Ra. Saya pasti akan segera pulang jika urusan saya sudah selesai” ujar Daren setelah melepaskan tangannya dari pipi lembut milik Amora.
“Iya, Kak, ngga papa. Kak Daren selesaiin dulu aja semua urusannya Kak Daren sampai benar-benar selesai, baru Kak Daren pulang” jawab Amora yang masih saja tersenyum, namun kini senyumannya semakin lebar.
Daren menganggukkan kepalanya, “Iya. Ya sudah, saya pergi ya.”
“Iya, Kak. Hati-hati” jawab Amora setelah menganggukkan kepalanya lagi.
“Pasti, cantik. Byee, sampai jumpa satu minggu lagi” ucap Daren seraya menjulurkan tangannya untuk menyentuh hidung Amora.
Lagi-lagi Amora dibuat membeku oleh Daren, namun dengan cepat Amora langsung tersadar dan mulai melambaikan tangannya ketika Daren juga melambaikan tangannya sembari berjalan menjauh dari Amora.
Setelah Amora tidak lagi melihat Daren, dan Daren juga sudah tidak melihat Amora. Amora pun menundukkan kepalanya dengan wajah sedih, “Kenapa aku sedih ya?”
Sedangkan di sisi Daren, terlihat laki-laki itu dengan raut wajah datar terus berjalan dengan diikuti sekertaris serta salah satu orang yang menjadi kepercayaannya, tugasnya hanya untuk membantu Daren dalam berbagai hal dan urusan.
“Saya takut kepergian saya ini akan memunculkan kesalahan yang akan benar-benar saya sesali seumur hidup saya” ucap Daren di dalam hatinya.
Di siang harinya terlihat Amora yang baru saja keluar dari kelasnya setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester di hari itu, karena tidak ada rencana apa-apa lagi, Amora pun memutuskan untuk pulang.
Namun lagi-lagi, saat Amora tengah mengendarai mobilnya di jalan raya, dia kembali mendapatkan gangguan dari mobil hitam kemarin. Amora sudah menebak bahwa orang yang ada di dalam mobil itu adalah badut yang sama.
“Mau dia apa sihh?!! marah Amora ketika melihat mobil itu lagi.
“Oke kalau lo emang mau main-main sama gue. Gue ladenin” ujar Amora yang mulai menggiring mobil itu ke suatu jalan raya yang cukup sepi.
Di mana kanan dan kiri jalan itu hanya hutan belantara, dengan berani Amora terus menginjak gas mobilnya sembari memikirkan sebuah rencana. Sampai akhirnya mobil hitam itu mulai menambah kecepatannya dan menyalip mobil Amora.
Sama seperti kemarin, saat hendak menyalip mobil hitam itu menyamai posisi mobil Amora terlebih dahulu dan mulai menurunkan kaca mobilnya. Saat kaca mobil itu mulai turun, persis seperti dugaan Amora.
Bahwa pengendara mobil itu adalah badut yang sama seperti kemarin. Jujur Amora mulai ketakutan saat melihat wajah badut itu yang sungguh membuatnya seketika ketakutan hingga membuat nafasnya menjadi cepat.
Tapi karena Amora sudah bertindak jauh, Amora pun melanjutkan rencananya untuk mengetahui siapa orang di balik costum badut itu. Dia pun semakin menambah kecepatan mobilnya untuk menyalip kembali mobil itu.
Melihat mobil Amora yang semakin cepat membuat badut yang ada di dalam mobil hitam itu juga menambah kecepatannya agar Amora tidak berhasil mendahuluinya. Namun dirinya kalah, karena Amora berhasil menyalip mobilnya dan langsung menghentikan mobil putih itu di depan mobilnya.
Karena tindakan yang dilakukan oleh Amora barusan benar-benar cepat dan mendadak membuat badut di dalam mobil hitam itu terbentur di setir mobilnya sendiri karena menginjak rem dengan sangat mendadak.
Namun saat melihat Amora turun dari mobil putih itu dan berjalan mendekat ke arah mobilnya, badut itu seketika panik dan segera menginjak gas mobilnya kembali, dia meninggalkan Amora sendirian di tengah-tengah jalan raya yang sepi itu.
“Pengecut!” sentak Amora saat melihat mobil itu pergi dari pandangannya.
Setelah melihat kepergian mobil hitam itu, Amora pun membalikkan badannya dan kembali berjalan menuju mobil putih yang berhenti di tengah jalan.
Di malam harinya terlihat Amora yang tengah belajar untuk UAS besok, dan di tengah acara belajarnya itu tiba-tiba dia teringat Daren, “Kenapa gue tiba-tiba kepikiran Kak Daren ya?”
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






