Redaksiku.com – Bintang Kansas City Chiefs Travis Kelce teridentifikasi secara resmi sebagai salah satu korban penipuan investasi berkedok skema Ponzi senilai $35 juta yang dikendalikan oleh seorang pengelola dana asal Texas.
Kejaksaan federal mengungkapkan fakta tersebut dalam sidang vonis yang berlangsung di pengadilan federal St. Louis. Kasus ini menyeret nama atlet profesional papan atas setelah perusahaan investasi yang mereka ikuti mengalami kehancuran total.
Pria di balik skema penipuan tersebut adalah Siddharth Jawahar yang berusia 38 tahun. Ia mengoperasikan perusahaan investasi bernama Swiftarc Capital LLC sebelum akhirnya runtuh dan berujung pada investigasi penipuan kawat federal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Departemen Kehakiman Amerika Serikat mencatat bahwa Jawahar berhasil mengumpulkan dana lebih dari $35 juta dari berbagai investor dalam kurun waktu antara Juli 2016 hingga Desember 2023. Alih-alih mengelola portofolio klien secara terdiversifikasi, ia justru menanamkan sekitar 99 persen modal klien ke dalam satu saham tunggal saja, yaitu Philip Morris Pakistan.
Ketika nilai saham tersebut merosot tajam, Jawahar memilih untuk menyembunyikan kerugian tersebut. Ia menerbitkan laporan keuangan palsu serta menggunakan dana dari investor baru untuk membayarkan keuntungan kepada klien-klien lama demi menjaga ilusi investasi yang aman.
Pengelola dana asal Texas tersebut menghabiskan sebagian besar uang investor untuk mendanai gaya hidup mewah pribadi alih-alih mengembangkannya secara benar.
Jaksa penuntut federal mengungkapkan bahwa Jawahar sebenarnya hanya menginvestasikan sekitar $10 juta dari total dana yang berhasil dihimpun. Sisa dana sebesar puluhan juta dolar tersebut dihamburkan untuk membiayai berbagai fasilitas pribadi yang sangat mewah.
Beberapa fasilitas mewah yang dinikmati pelaku meliputi penyewaan jet pribadi, apartemen kelas atas di Austin dan New York, jamuan makan di restoran mahal, hingga keanggotaan klub privat eksklusif. Hingga persidangan berakhir, dokumen pengadilan belum merinci secara pasti berapa besar kerugian finansial yang dialami oleh Kelce secara pribadi.
Atlet Profesional Lain yang Menjadi Korban
Bintang NFL tersebut bukanlah satu-satunya atlet profesional yang terjebak dalam operasional investasi bermasalah ini. Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa jejaring dana Swiftarc juga sempat terhubung dengan sejumlah pebasket profesional dari liga NBA.
Laporan investigasi dari majalah Forbes pada tahun 2021 sebelumnya pernah mengaitkan aliran dana perusahaan tersebut dengan beberapa nama pemain terkenal. Para atlet basket yang terseret dalam lingkaran investasi tersebut di antaranya adalah Gary Harris, Tim Hardaway Jr., dan Mason Plumlee.
Setelah melalui proses hukum yang panjang, Jawahar akhirnya memilih untuk mengaku bersalah atas tiga dakwaan penipuan kawat yang dihadapinya pada Januari 2026.
Hakim Distrik AS Zachary M. Bluestone kemudian menjatuhkan vonis hukuman penjara federal selama 11 tahun kepada Jawahar. Selain mendekam di balik jeruji besi, ia juga diwajibkan membayar uang restitusi sebesar $31,35 juta untuk memulihkan kerugian para korban.
Saat ini, Kelce sendiri tengah menjalani musim ke-14 kariernya di ajang NFL usai meneken perpanjangan kontrak bersama Kansas City Chiefs.
Pertanyaan Umum
Siapakah korban terkenal dalam skema Ponzi ini?
Bintang Kansas City Chiefs Travis Kelce teridentifikasi secara resmi sebagai salah satu korban dalam skema investasi fiktif tersebut.
Berapa besar total kerugian dana dalam kasus ini?
Pelaku berhasil mengumpulkan dana lebih dari $35 juta dari para investor, dengan vonis kewajiban restitusi sebesar $31,35 juta yang harus dibayarkan.
Apa hukuman yang diterima oleh pelaku penipuan?
Siddharth Jawahar dijatuhi hukuman 11 tahun penjara di lembaga pemasyarakatan federal setelah mengaku bersalah atas tiga dakwaan penipuan.
Ringkasan
Bintang NFL Travis Kelce teridentifikasi sebagai salah satu korban penipuan investasi berkedok skema Ponzi senilai $35 juta yang dijalankan oleh pengelola dana asal Texas, Siddharth Jawahar.
Jawahar telah dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan diwajibkan membayar restitusi $31,35 juta setelah terbukti menghabiskan sebagian besar dana investor untuk gaya hidup mewah.






