Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS

Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS

Redaksiku.com – Dolar AS Menguat, Rupiah Tembus Level Rp18.000

Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS). Dalam perdagangan terbaru, mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil menembus level psikologis Rp18.000.

Berdasarkan data pasar, pada Kamis pagi (4/6/2026), dolar AS tercatat menguat sekitar 49,4 basis poin atau naik 0,28% ke posisi Rp18.015. Sepanjang hari, pergerakan nilai tukar berada di kisaran Rp17.937 hingga Rp18.024.

Kondisi ini menunjukkan tren penguatan dolar yang masih cukup kuat terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan Nilai Tukar yang Fluktuatif

Selain data utama, sejumlah platform keuangan juga mencatat dinamika pergerakan dolar AS yang cukup fluktuatif.

Beberapa poin penting pergerakan kurs antara lain:

  • Sempat berada di level Rp18.010 pada pagi hari
  • Turun ke kisaran Rp17.971 dalam waktu singkat
  • Mengalami penguatan harian hingga 0,71%

Fluktuasi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi, baik dari faktor global maupun domestik.

Respons Bank Indonesia terhadap Pelemahan Rupiah

Menguatnya dolar AS tentu menjadi perhatian serius bagi Bank Indonesia. Otoritas moneter memastikan akan terus memantau perkembangan pasar secara intensif.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa bank sentral tetap aktif menjaga stabilitas nilai tukar.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Intervensi pasar untuk menjaga keseimbangan kurs
  • Memastikan likuiditas valuta asing tetap terjaga
  • Mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter

Langkah ini bertujuan agar mekanisme pasar tetap berjalan sehat dan tidak menimbulkan gejolak berlebihan.

Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS
Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS

Kebijakan Baru untuk Kendalikan Permintaan Valas

Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, BI juga menerapkan kebijakan baru terkait transaksi valuta asing.

Mulai 2 Juni 2026, batas pembelian valas tanpa underlying ekonomi ditetapkan sebesar:

  • US$25.000 per individu per bulan

Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi spekulasi di pasar valuta asing serta menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek.

Dorongan Penggunaan Mata Uang Lokal

Selain intervensi langsung, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Program ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS
  • Menekan risiko fluktuasi nilai tukar
  • Memperkuat kerja sama ekonomi regional

Saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan dengan beberapa negara, seperti:

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saham GOTO Jadi Sorotan Investor, Perkembangan Terbaru dan Prospek GoTo ke Depan
Kirim Surat Lamaran Banyak, Tapi Selalu Ditolak? 3 Penyebabnya
Indofood CBP Jadi Sorotan Investor, Kinerja Bisnis dan Prospek Saham ICBP Terbaru
KOSPI Terbaru Jadi Perhatian Investor, Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Faktor Pendorongnya
Destry Damayanti Jadi Perhatian Publik, Sosok Ekonom yang Disebut Berpeluang Pimpin Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo Jadi Sorotan, Ini Kebijakan Terbaru Bank Indonesia
Bank Dunia Peringatkan Ekonomi Global Bisa Anjlok ke 1,3 Persen, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
BI Rate Terbaru Masih 5,75 Persen, Pasar Menanti Keputusan RDG Juli 2026

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:56 WIB

Saham GOTO Jadi Sorotan Investor, Perkembangan Terbaru dan Prospek GoTo ke Depan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:41 WIB

Kirim Surat Lamaran Banyak, Tapi Selalu Ditolak? 3 Penyebabnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:46 WIB

Indofood CBP Jadi Sorotan Investor, Kinerja Bisnis dan Prospek Saham ICBP Terbaru

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:22 WIB

KOSPI Terbaru Jadi Perhatian Investor, Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Faktor Pendorongnya

Senin, 27 Juli 2026 - 12:17 WIB

Destry Damayanti Jadi Perhatian Publik, Sosok Ekonom yang Disebut Berpeluang Pimpin Bank Indonesia

Berita Terbaru