Redaksiku.com – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan dampak signifikan di wilayah selatan Brasil. Pada Senin, sebuah replika Patung Liberty setinggi 24 meter dilaporkan roboh setelah diterjang badai dengan angin kencang.
Insiden tersebut terjadi di area parkir megastore Havan yang berlokasi di Guaiba, negara bagian Rio Grande do Sul.
Peristiwa ini menarik perhatian publik setelah sejumlah rekaman video beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, patung tampak miring perlahan sebelum akhirnya ambruk dan pecah menjadi beberapa bagian. Kepala patung dilaporkan terlepas dari badan, memperlihatkan besarnya kekuatan angin yang menerjang kawasan tersebut.
Angin Kencang Capai 90 Km/Jam
Mengutip laporan Timesnowworld pada Selasa (16/12/2025), otoritas setempat menyebutkan bahwa badai disertai angin berkecepatan antara 80 hingga 90 kilometer per jam melanda wilayah tersebut. Kondisi cuaca ekstrem ini terjadi setelah Badan Pertahanan Sipil Brasil (Defesa Civil) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan tersebut mendorong pihak pengelola lokasi untuk melakukan langkah antisipasi dengan mengosongkan area parkir sebelum badai mencapai puncaknya. Langkah ini dinilai krusial dalam mencegah terjadinya korban jiwa.
Detik-detik Patung Ambruk Terekam Kamera
Dalam rekaman yang beredar, replika Patung Liberty terlihat masih berdiri meski diterpa angin kencang. Namun, seiring intensitas badai meningkat, struktur patung tampak mulai kehilangan keseimbangan. Tidak lama kemudian, patung tersebut roboh ke arah area parkir yang telah dikosongkan.
Benturan keras membuat bagian atas patung hancur dan terpisah dari struktur utama. Puing-puing patung terlihat berserakan di sekitar lokasi, menegaskan betapa kuatnya terpaan angin saat kejadian berlangsung.

Pemerintah Daerah Pastikan Tidak Ada Korban
Wali Kota Guaiba, Marcelo Maranata, mengonfirmasi insiden tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Tidak ada korban. Area sudah diisolasi sebelumnya, ujar Maranata.
Ia juga mengapresiasi respons cepat pihak terkait yang telah mengamankan lokasi sebelum badai melanda. Menurutnya, koordinasi antara otoritas setempat dan pengelola area berjalan efektif sehingga potensi risiko terhadap keselamatan publik dapat diminimalkan.
Pernyataan Resmi Manajemen Havan
Pihak manajemen Havan, jaringan ritel besar yang memiliki replika Patung Liberty di sejumlah gerainya, turut memberikan pernyataan resmi. Dalam keterangannya, perusahaan menjelaskan bahwa patung yang roboh tersebut dipasang pada tahun 2020 dan telah memenuhi standar teknis yang berlaku.
Havan menyebut bahwa replika tersebut telah dilengkapi sertifikasi teknis dan perhitungan rekayasa struktur sesuai regulasi nasional. Meski bagian atas patung roboh, perusahaan menegaskan bahwa fondasi patung setinggi 11 meter tetap dalam kondisi utuh.
Havan segera mengisolasi area dan menjalankan seluruh protokol keselamatan. Proses pembersihan puing dimulai beberapa jam setelah kejadian tanpa mengganggu operasional toko, tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Investigasi Internal Tetap Dilakukan
Meski mengklaim struktur patung telah memenuhi standar keselamatan, pihak Havan menyatakan akan tetap melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab teknis robohnya replika Patung Liberty tersebut.
Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka memiliki replika Patung Liberty serupa di berbagai lokasi di Brasil, dan seluruhnya diklaim telah dibangun sesuai dengan ketentuan keselamatan nasional. Namun, insiden di Guaiba menjadi evaluasi penting dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin tidak terprediksi.
Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Serius
Insiden robohnya patung ini menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem di Brasil selatan dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah Rio Grande do Sul tercatat kerap mengalami badai, hujan lebat, dan angin kencang yang berdampak pada infrastruktur publik serta aktivitas ekonomi.
Para ahli iklim menilai bahwa perubahan pola cuaca global turut meningkatkan intensitas badai di kawasan tersebut. Kondisi ini menuntut pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk meningkatkan standar mitigasi risiko, terutama terhadap bangunan tinggi dan struktur ikonik di ruang publik.
Risiko Operasional bagi Sektor Ritel
Bagi sektor ritel, insiden seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Struktur dekoratif berukuran besar, meskipun telah memenuhi standar teknis, tetap berpotensi terdampak jika menghadapi kondisi cuaca ekstrem di luar perhitungan normal.
Langkah pencegahan seperti sistem peringatan dini, pengosongan area publik, serta prosedur darurat dinilai krusial untuk menjaga keselamatan pengunjung dan pekerja.
Respons Cepat Cegah Dampak Lebih Besar
Beruntung, tidak adanya korban dalam peristiwa ini menjadi bukti bahwa langkah mitigasi yang diterapkan berjalan efektif. Pengosongan area parkir sebelum badai melanda terbukti menjadi keputusan yang tepat.
Pembersihan puing yang dilakukan beberapa jam setelah kejadian juga memastikan operasional toko dapat kembali berjalan tanpa gangguan berarti, sekaligus mengurangi risiko lanjutan di lokasi kejadian.
Kesimpulan
Roboheya replika Patung Liberty setinggi 24 meter di Guaiba, Brasil, menjadi peristiwa yang menyoroti besarnya dampak cuaca ekstrem terhadap infrastruktur publik dan sektor ritel. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan, standar keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap struktur bangunan di wilayah rawan badai.
Pemerintah daerah dan pihak swasta diharapkan dapat menjadikan kejadian ini sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan mitigasi risiko, terutama di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di Brasil selatan.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






