Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah warga di Indramayu yang diperbaiki sanitasinya melalui program GENTING untuk mencegah stunting.

Program GENTING di Kabupaten Indramayu fokus pada perbaikan hunian dan sanitasi bagi keluarga berisiko stunting.

Redaksiku.com – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kini memperluas jangkauan intervensinya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan menyasar perbaikan hunian keluarga berisiko stunting. Fokus utama program ini bukan sekadar pemberian nutrisi tambahan, melainkan juga pembenahan sanitasi dan kondisi tempat tinggal agar menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi tahun 2025, tercatat sebanyak 27.051 keluarga di Kabupaten Indramayu masuk dalam kategori Keluarga Berisiko Stunting (KRS).

Peninjauan Langsung Kondisi Hunian di Indramayu

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan langsung ke Desa Karangampel, Indramayu, pada Kamis (17/9/2026). Kunjungan ini melibatkan peninjauan mendalam terhadap kondisi rumah warga yang dinilai kurang memadai, terutama bagi keluarga yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun atau baduta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah keluarga Muhammad Nabil, yang bekerja sebagai pengamen dan pedagang. Dalam pengamatannya, Wihaji mendapati kondisi rumah yang didominasi material triplek dan atap asbes, di mana ruang untuk MCK, dapur, dan tempat tinggal menyatu dalam satu area sempit.

Kondisi sanitasi yang buruk seperti ini menjadi sorotan utama karena berkaitan erat dengan risiko penyakit infeksi. Penyakit seperti diare yang sering muncul akibat sanitasi yang tidak layak dapat menghambat penyerapan nutrisi, yang pada akhirnya memicu hambatan pertumbuhan pada anak.

Pendekatan Pentahelix dalam Program GENTING

Pemerintah menyadari bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh satu pihak saja. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, BKKBN menerapkan pendekatan pentahelix yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Program GENTING tidak menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai, melainkan memberikan dukungan langsung berupa perbaikan rumah, penyediaan air bersih, dan paket nutrisi melalui mitra kerja sama.

Beberapa pihak yang telah bergabung sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam program ini antara lain:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mendampingi kunjungan di Indramayu.
  • Berbagai lembaga perbankan seperti Bank Mandiri dan BSI.
  • Lembaga filantropi termasuk BAZNAS, Rumah Zakat, dan Yayasan Kita Bisa.

Dalam mekanisme penyalurannya, Kemendukbangga/BKKBN tidak mengelola dana tunai dari donatur. Mitra atau pihak ketiga yang ditunjuk bertanggung jawab penuh dalam mengelola dan menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan, termasuk pembangunan jamban sehat.

Capaian Penanganan Stunting di Indramayu

Meskipun jumlah keluarga berisiko stunting masih cukup tinggi, Kabupaten Indramayu telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting di wilayah ini berada pada angka 9,8 persen.

Angka ini tergolong jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di titik 19,8 persen. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, namun tetap menjadi pengingat bahwa upaya kolaboratif harus terus ditingkatkan untuk mencapai target yang lebih optimal.

Upaya pencegahan stunting paling efektif dimulai dari memastikan lingkungan rumah memenuhi standar kesehatan dasar, termasuk akses terhadap air bersih dan jamban yang higienis.

Penting untuk dipahami bahwa status keluarga berisiko stunting (KRS) didasarkan pada verifikasi data lapangan yang dinamis dan memerlukan pemutakhiran berkelanjutan setiap tahunnya.

Pertanyaan Umum

Apa kriteria utama keluarga yang menjadi sasaran program GENTING?

Sasaran utama program ini adalah keluarga berisiko stunting yang memiliki ibu hamil atau anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terutama keluarga dengan kondisi tempat tinggal atau sanitasi yang memerlukan perbaikan.

Bagaimana masyarakat atau perusahaan dapat berpartisipasi dalam program ini?

Pihak swasta atau masyarakat dapat berpartisipasi sebagai Orang Tua Asuh melalui skema kerja sama pentahelix dengan BKKBN. Bantuan yang diberikan diarahkan pada kebutuhan nyata, seperti perbaikan hunian tidak layak, penyediaan jamban sehat, atau pemenuhan gizi spesifik.

Apakah bantuan GENTING diberikan dalam bentuk uang tunai kepada keluarga?

Tidak. Program GENTING menghindari pemberian uang tunai langsung. Bantuan disalurkan dalam bentuk fisik atau layanan, seperti renovasi rumah atau sarana sanitasi yang dikelola langsung oleh mitra atau pihak ketiga yang ditunjuk sebagai donatur.

Ringkasan

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kabupaten Indramayu kini memprioritaskan perbaikan sanitasi dan hunian keluarga berisiko stunting (KRS) sebagai upaya krusial dalam mendukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., secara langsung meninjau kondisi hunian tidak layak di Desa Karangampel pada 17 September 2026, guna memastikan intervensi fisik seperti pembangunan jamban sehat dan renovasi rumah dapat menekan risiko penyakit infeksi yang menghambat pertumbuhan balita.

Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix, program ini melibatkan mitra strategis seperti sektor perbankan dan lembaga filantropi untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk fisik, bukan uang tunai, guna menjamin efektivitas pembangunan infrastruktur dasar. Langkah ini terbukti efektif mendukung keberhasilan Kabupaten Indramayu dalam menekan prevalensi stunting hingga mencapai 9,8 persen pada tahun 2024, angka yang berada jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026
Hutama Karya Latih Pembudidaya Rumput Laut di Lampung Selatan
Menaker Yassierli Jadikan KBJI 2026 Acuan Pasar Kerja Nasional
Doa Bersama untuk Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Depok
Polda Metro Jaya Cek Stok Beras di Pasar dan Supermarket Tangerang Kota
Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Memahami Orang Asli Papua dalam Perspektif Ilmu Sosial
Transparansi LPJ Keuangan Desa Karangsatu Bekasi 2025 Dipertanyakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:05 WIB

Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting

Jumat, 18 September 2026 - 23:03 WIB

Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026

Jumat, 18 September 2026 - 22:49 WIB

Hutama Karya Latih Pembudidaya Rumput Laut di Lampung Selatan

Jumat, 18 September 2026 - 22:46 WIB

Menaker Yassierli Jadikan KBJI 2026 Acuan Pasar Kerja Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 22:39 WIB

Doa Bersama untuk Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Depok

Berita Terbaru

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima dua penghargaan dari Kemendagri atas keberhasilan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Politik

Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 23:03 WIB

Viral

Komnas HAM Papua Duga Demo Tolak MBG Terorganisir

Jumat, 18 Sep 2026 - 23:02 WIB

error: Content is protected !!