Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 1)

- Penulis

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 1)

Ada apa? bisik Sutini.

Nggak papa, jawab Ratih lirih sambil mengubah wajah dalam mode ceria, lalu memasukkan bedak ke dalam tas. Meski selera makan hilang dia berusaha terlihat baik-baik saja di depan Tini. 

Cepet abisin ya, Kita langsung ke rumahmu! Berapa tahun aku nggak ke sana. Kamu juga nggak pernah menghubungiku, lanjutnya sambil menghabiskan makanannya. Setiap suapan dia harus minum untuk menggelontor makanan yang terasa menyumbat tenggorokan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan begitu, Rat! Itu bahaya, nanti keselek! Makan pelan-pelan saja! tegur Tini. Ratih mengangguk.

Ratih tersenyum tipis, dia bersyukur dalam hati bertemu sahabat SMP di saat yang tepat.

Beruntung sekali kemaren bertemu Tini di Citra Store. Kalau nggak, Aku harus kemana? gumamnya lirih, menatap layar sambil terus memainkan tetikus.

Ratih mengembuskan napas dengan kesal. Dia teringat bundanya tidak percaya dengan laporannya. 

Kamu salah orang, Ratih. Nggak mungkin Toni seperti itu. Dia sangat mencintai mamahnya! Toni tidak mungkin membuat mamahnya marah.

Saat itu Ratih menyesal tidak merekam adegan di restoran kemarin. Mau mengadu kepada siapa lagi. Ayahnya sibuk mengurus proyeknya di luar kota. Mengadu lewat telepon jelas sulit, terkadang sinyal tidak begitu bagus, seringnya malah ponsel ayahnya dimatikan.

Saking kesalnya, Ratih kabur-kaburan. Setiap hari bukannya pergi kuliah, dia mencari teman-teman sekolahnya. Ada beberapa yang melanjutkan kuliah, ada yang menikah. Banyak teman yang kuliah di luar kota. Dia juga menghindari teman-teman sekampusnya. 

Ya ampun, kaya petugas sensus aja. Ratih mengembuskan napas berat. Dihabiskannya mie bakso yang tersisa kemudian minum teh manis hangat, untuk menghilangkan lemak kuah yang tertinggal di mulutnya. Ratih meninggalkan warung bakso langganan saat SMA dulu.

Untuk menghindari pertemuan dengan keluarga Sumbogo hari minggu nanti, dia lalu memutuskan kabur dari rumah. Ratih pergi dengan tujuan rumah Sutini, yang tinggal di Kedung Banteng. Setelah menikah setamat SMA, Tini tinggal tidak jauh dari rumah orang tuanya. Di rumah orang tua Sutini itulah Ratih indekos. Dia menempati kamar Sutini saat masih gadis.

Lambat laun kekesalannya terhapus oleh serunya game yang diamainkan. Ratih tenggelam dalam permainan yang mengasyikkan.

Sedang, di rumah keluarga Danusaputra, jarum jam tipis di dinding tanpa peduli terus berputar dalam sunyi, menggerakkan jarum panjangnya setiap satu putaran. Tanpa terasa hari telah berganti. Tepat pukul 01:00 mobil Rangga masuk halaman. Arum langsung membuka pintu tembusan garasi. Tangisan pun pecah.

Ratih, Ayah ¦, seru Arum sambil memeluk erat suaminya.

Shhht, Rangga mengingatkan dan menenangkannya. Keduanya berjalan menuju kamar tidur.

Dengan terbata Arum menjelaskan kronologis hilangnya Ratih. 

Aku takut dia didiculik!

Hah! Sudah ada tuntutan tebusan? tanya Rangga kaget. Dia menyesal menonaktifkan HP agar tidak terganggu. Arum menggeleng. Kedua suami istri itu duduk terbengong di tempat tidur. Keduanya gelisah.

Arum menatap suaminya, dasar laki-laki! Masa nggak kepikiran sama sekali! gerutunya dalam hati. Dia buru-buru buang muka dengan kesal, ketika Rangga menoleh padanya.

Pagi harinya selepas salat subuh, Rangga langsung menghubungi Domu, nama julukan Bastian, seorang detektif swasta kenalannya. Dia sering meminta tolong jika membutuhkan info tentang pesaing bisnisnya. Kali ini Rangga meminta untuk mencari keberadaan putrinya. 

Rangga bersiap untuk pergi. Arum memberitahu sarapan sudah siap. Keningnya berkerut heran.

Mau kemana, Yah?

Ke kantor.

Ini kan Sabtu! Lalu bagaimana Ratih?

Proyek ada masalah, Bun. Ini proyek bergengsi. Susah payah aku memenangkan tender proyek ini. Aku harus menyiapkan data-data. Bun, tolong siapin makan siang, Nasi Gudeg pasar Wage aja, sama camilan untuk lima orang. Aku berangkat ya! Masalah pencarian Ratih, bang Domu sendiri yang turun.

Yah, bagaimana pertemuan besok? tanya Arum.

Mudah-mudahan, hari ini bisa ketemu. Jika tidak, carilah alasan untuk menundanya!

Sarapan dulu, Yah. Ingat, apa kata dokter?

Iya ¦ baiklah. Ini namanya mbarusinang. Proyek bermasalah, Ratih kabur dari rumah!

Semoga pak Bastian dapat segera menemukan putri kita. Bersyukur, sampai sekarang belum ada tuntutan, harap Arum meskipun hatinya was-was. Rangga mengaminkan, meskipun jauh di dalam hati kecilnya kekhawatirannya lebih besar dari istrinya.

Hubungan kedua ayah anak itu sangat dekat. Kepergian Ratih tanpa pamit membuat Rangga merasa sangat sedih, dia menyesali kesibukan kerjanya. Tapi usaha yang telah dirintisnya sejak bertahun-tahun lalu, kini memang sangat menguras perhatiannya. Dia mulai berpikir untuk menarik putranya membantu mengelola perusahaan.

 

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

1 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru