Redaksiku.com Pernahkah kamu memilih untuk diam dan menarik diri, pada saat berada di dalam situasi tertentu? Seakan-akan tidak mempunyai energi untuk memberikan respon dan reaksi, atas perbuatan dan perkataan dari orang lain? Itu merupakan salah satu sedang mengalami gejala emotional flattening.
Pengertian Emotional Flattening
Emotional flattening adalah salah satu kondisi perasaan yang datar dan hambar tidak merasakan kebahagiaan, kecemasan, ketakutan kebencian dan marah meskipun keadaan tidak sesuai dengan ekspektasi nya tetapi bukan berarti mati rasa.
Kondisi ini hanya bersifat sementara dan sering terjadi ketika mental seseorang sedang mengalami kelelahan. Terkadang seseorang sadar tanpa sadar pernah mengalami emotional flattening, seseorang yang sedang mengalami emotional flattening dari luar terlihat seperti sosok orang yang dingin dan tidak mempunyai rasa empati pada orang lain.
Tetapi anggapan tersebut salah terkadang mereka besikap cuek, dingin, sering diam dan tampak tidak peduli hanya sedang menghemat energi. Mereka tetap mendengar, memahami dan mengamati setiap perkataan dan tindakan dari orang lain hanya saja tidak memberikan respon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara Mengatasi Emotional Flattening
Emotional flattening memang tidak membahayakan, tetapi dapat menurunkan rasa semangat untuk melakukan aktivitas dan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain. Untuk itu harus diatasi dengan menggunakan cara seperti berikut ini.
1. Mengelola Emosi
Emotional flattening bisa terjadi karena seseorang merasakan kelelahan secara mental, akibat dari menumpuknya tekanan yang berasal dari pikiran dan perasaan. Sampai pada akhirnya mereka memilih untuk banyak berdiam diri, karena sudah terbiasa menghadapi dan melewati berbagai persoalan dalam hidup.
Untuk menghindari tekanan mental yang dapat menyebabkan emotional flattening, maka seseorang diharuskan untuk belajar mengelola emosinya dengan baik. Agar bisa meredakan emosi, menciptakan ketenangan dan menjaga kesehatan mental.
2. Bercerita
Setiap orang pasti mempunyai suatu hal yang bisa menyebabkan beban pikiran, untuk dapat mengurangi beban pikiran yang terus memenuhi isi kepala dan menyesakan batin, maka uneg-uneg harus dikeluarkan dengan cara bercerita pada orang yang dipercaya.
Jangan memilih untuk memendam semua perasaan emosi sendirian, karena hal tersebut dapat menekan perasaan dan memicu terjadinya gejala yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mental. Jika kondisi mental terganggu, maka bisa berdampak negatif bagi kehidupan sehari-hari.
3. Istirahat Cukup
Milikilah dan manfaatkan waktu istirahat dengan baik, jangan pergunakan waktu istirahat untuk memikirkan hal-hal yang dapat memberikan tekanan bagi pikiran. Karena memikirkan suatu hal yang berlebih, dapat membuat overthinking sehingga menyebabkan kelelahan secara mental dan fisik.
Milikilah kualitas tidur yang cukup dan milikilah waktu untuk sendiri misalnya untuk bersantai, meditasi, liburan, nonton film, merenung, melakukan hobi, merawat diri dan lainnya. Istirahat cukup dan menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas positif, dapat memulihkan energi.
Itulah pengertian emotional flattening dan cara mengatasinya, hal yang perlu dilakukan untuk menghindari emotional flattening yaitu jangan pernah memendam banyak beban pikiran dan dendam. Terlalu banyak menyimpan beban pikiran dan batin, dapat membuat seseorang banyak kehilangan energi sehingga bisa terkena gejala emotional flattening.
Jika kamu menemukan orang sekitar yang tiba-tiba menjadi pendiam dan dingin, jangan diabaikan begitu saja ya. Banyak orang yang menganggap bahwa seseorang yang memilih untuk diam dan bersikap dingin, itu sedang marah karena bisa saja sedang mengalami emotional flattening dan membutuhkan bantuan.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






