Mendukbangga Wihaji Minta TPK Indramayu Kawal Distribusi Makan Bergizi

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji memberikan arahan kepada TPK di Indramayu terkait program makan bergizi.

Mendukbangga Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga di Indramayu untuk mengawal distribusi program Makan Bergizi Gratis.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, meminta lebih dari seribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Indramayu untuk turun tangan mengawal distribusi program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan langsung menyentuh kelompok rentan yang sangat membutuhkan intervensi gizi di tingkat akar rumput.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Dakwah, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, pada Kamis, 17 September 2026, Wihaji menegaskan pentingnya peran aktif para kader di lapangan. Distribusi makanan bergizi ini difokuskan pada kelompok rentan yang diistilahkan sebagai kelompok 3B, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Penugasan khusus ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka tengkes (stunting) secara signifikan di wilayah Jawa Barat.

Wihaji menjelaskan bahwa penugasan langsung ini merupakan bagian dari instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menghendaki agar seluruh jajaran kementerian dan lembaga negara memangkas kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. Alih-alih menghabiskan anggaran untuk rapat kerja atau seminar yang berkepanjangan, seluruh elemen pemerintah diminta untuk langsung turun ke lapangan guna menyelesaikan masalah riil yang dihadapi warga sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Redaksiku.com – “Saya sebagai pembantu presiden, diperintah oleh beliau, jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, terjun ke lapangan, selesaikan masalah.”

— Wihaji

Saat ini, penyaluran makanan bergizi di Kabupaten Indramayu dilaporkan telah berjalan di sebagian besar titik yang telah ditentukan. Bagi beberapa wilayah yang distribusinya belum berjalan optimal, kementerian bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi dan tindak lanjut cepat. Keberadaan SPPG di tingkat lokal menjadi krusial untuk menjaga rantai pasok makanan tetap segar dan bernutrisi tinggi saat diterima oleh masyarakat.

Kondisi Stunting di Kabupaten Indramayu

Berdasarkan data pemantauan terbaru, prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu tercatat berada di angka 9,8 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata prevalensi stunting di tingkat nasional yang masih menyentuh angka 19,8 persen. Meskipun capaian Indramayu tergolong sangat baik dan berada di bawah target nasional, pemerintah mengingatkan para kader agar tidak lengah dalam melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Meskipun angka stunting di Indramayu berada di bawah rata-rata nasional, pengawasan ketat terhadap kelompok rentan tetap menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya kasus baru.

Wihaji mengingatkan bahwa persentase yang rendah tetap menyembunyikan jumlah kasus yang riil di lapangan jika dikalikan dengan total populasi balita di Indramayu yang cukup besar. Salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi oleh daerah ini adalah tingginya angka pernikahan di usia dini. Pernikahan pada usia yang terlalu muda dinilai berkontribusi langsung pada peningkatan risiko kelahiran anak dengan kondisi stunting akibat ketidaksiapan fisik dan mental orang tua.

Pendampingan Berkelanjutan Sepanjang Siklus Kehidupan

Peran Tim Pendamping Keluarga tidak hanya terbatas pada pembagian makanan, melainkan mengawal seluruh siklus kehidupan manusia. Pendampingan dimulai sejak masa persiapan pernikahan bagi calon pengantin, masa kehamilan, masa menyusui, hingga fase tumbuh kembang anak di bawah usia dua tahun (baduta) dan balita. Bahkan, pendampingan ini juga mencakup pembinaan bagi kelompok remaja hingga kelompok lanjut usia.

Sekitar 80 hingga 90 persen kader TPK di Indramayu telah aktif mendistribusikan makanan bergizi dengan insentif sebesar Rp1.000 per porsi yang dicairkan setiap sepuluh hari sekali.

Fase yang paling krusial dalam siklus ini adalah periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Masa ini dimulai sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Wihaji menekankan bahwa intervensi gizi dan pola asuh pada fase ini bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar. Jika seorang anak mengalami stunting pada periode emas ini, dampak buruknya terhadap perkembangan otak dan fisik akan sulit diperbaiki di masa mendatang.

Anak yang sudah terlanjur mengalami stunting setelah melewati usia dua tahun hanya memiliki peluang kesembuhan sebesar 20 persen melalui intervensi medis.

Tantangan Sosial Remaja dan Pemberdayaan Lansia

Selain fokus pada kesehatan fisik balita, Mendukbangga juga menyoroti perubahan perilaku sosial di kalangan remaja yang dipicu oleh tingginya penggunaan gawai. Berdasarkan pengamatannya, anak-anak zaman sekarang dapat menghabiskan waktu rata-rata hingga delapan jam sehari di depan layar telepon seluler. Fenomena ini berbanding terbalik dengan waktu komunikasi berkualitas antara anak dan orang tua yang sering kali tidak lebih dari sepuluh menit sehari.

Kurangnya interaksi langsung di dalam keluarga dikhawatirkan dapat melemahkan fungsi ketahanan keluarga itu sendiri. Oleh karena itu, TPK juga didorong untuk memberikan edukasi pola asuh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga orang tua dapat kembali menjadi tempat utama bagi anak untuk berkeluh kesah dan mencari solusi atas permasalahan mereka.

Di sisi lain, struktur demografi Indramayu menunjukkan tren penuaan penduduk, dengan proporsi kelompok lanjut usia mencapai 11,9 persen dari total populasi. Tingginya angka harapan hidup ini membawa tantangan tersendiri, terutama terkait risiko kesepian dan penurunan produktivitas lansia yang ditinggal oleh anak-anak mereka bekerja di luar kota. Untuk mengatasi hal tersebut, kementerian mendorong pemerintah daerah untuk menginisiasi program Sekolah Lansia.

Program Sekolah Lansia dapat diisi dengan kegiatan keagamaan, olahraga ringan, serta wisata religi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik para lansia tetap optimal.

Pendekatan Multisektoral dalam Penanganan Stunting

Pemerintah menyadari bahwa pemberian makanan bergizi gratis hanyalah salah satu instrumen dari sekian banyak faktor penentu keberhasilan penurunan stunting. Masalah stunting merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan penanganan terintegrasi dari berbagai sektor. Asupan gizi yang baik tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak didukung oleh lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak.

Oleh karena itu, sinergi antara pemenuhan gizi, penyediaan rumah layak huni, akses terhadap air minum yang bersih, perbaikan fasilitas sanitasi, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan menjadi kunci utama. TPK diharapkan dapat menjadi jembatan informasi yang menghubungkan kebutuhan masyarakat di lapangan dengan program-program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Kunjungan kerja Mendukbangga ke Kabupaten Indramayu ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal program prioritas nasional secara langsung. Dengan keterlibatan aktif lebih dari seribu kader TPK yang tersebar di berbagai desa, diharapkan pengawasan terhadap distribusi makanan bergizi dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pertanyaan Umum

Siapa saja yang termasuk dalam kelompok 3B penerima Makan Bergizi Gratis?

Kelompok 3B terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang menjadi sasaran utama intervensi gizi untuk mencegah stunting.

Berapa prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu saat ini?

Prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu tercatat sebesar 9,8 persen, angka yang berada di bawah rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.

Apa peran utama Tim Pendamping Keluarga dalam program ini?

Tim Pendamping Keluarga berperan mengawal distribusi makanan bergizi gratis agar tepat sasaran, serta memberikan pendampingan siklus hidup mulai dari calon pengantin hingga kelompok lanjut usia.

Ringkasan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji meminta seribu lebih Tim Pendamping Keluarga (TPK) Indramayu mengawal distribusi program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran. Program ini menyasar kelompok rentan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi mempercepat penurunan stunting.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

35 Daftar Situs Streaming Film Resmi Pengganti Rebahin dan IndoXXI
Alasan PAN Tetap Setia Dukung Prabowo di Tiga Pilpres
HUT ke-28 PAN, Prabowo Apresiasi Kesetiaan Kawan Seperjuangan
Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting
Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026
PMII Kota Sukabumi Demo DLH Terkait Pengelolaan Sampah dan Anggaran
Hutama Karya Latih Pembudidaya Rumput Laut di Lampung Selatan
Menaker Yassierli Jadikan KBJI 2026 Acuan Pasar Kerja Nasional

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:24 WIB

35 Daftar Situs Streaming Film Resmi Pengganti Rebahin dan IndoXXI

Sabtu, 19 September 2026 - 00:59 WIB

Alasan PAN Tetap Setia Dukung Prabowo di Tiga Pilpres

Sabtu, 19 September 2026 - 00:06 WIB

HUT ke-28 PAN, Prabowo Apresiasi Kesetiaan Kawan Seperjuangan

Jumat, 18 September 2026 - 23:05 WIB

Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting

Jumat, 18 September 2026 - 23:03 WIB

Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026

Berita Terbaru

Lexus Indonesia mencatatkan lonjakan pemesanan kendaraan yang melampaui target pada pameran GIIAS 2026 di Jakarta.

Viral

Lexus Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:19 WIB

Pekan pertengahan September menghadirkan berbagai rilis film fisik dalam format 4K UHD dan Blu-Ray bagi para kolektor.

Hiburan

Panduan Rilis Media Fisik Pekan 15 September

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:17 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam acara Puncak Perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta Pusat, Jumat malam (18/9/2026).

Viral

Prabowo Tanggapi Kritikan di HUT PAN ke-28

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:15 WIB

Samuel Wilkeson Jr. menjalankan tugas ganda sebagai jurnalis perang sekaligus ayah yang mencari putranya di medan Gettysburg.

Civil War (US) (1861-65)

Kisah Jurnalis Meliput Gettysburg dan Mencari Putranya

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:10 WIB

error: Content is protected !!