Kritik Kongres atas Deklarasi BRICS Tanpa Isu Ladakh dan Arunachal

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi oposisi India mengkritik deklarasi BRICS yang tidak membahas isu Ladakh dan Arunachal.

Kritik keras dilayangkan kepada pemerintah India karena deklarasi BRICS dinilai mengabaikan isu sengketa perbatasan Ladakh dan Arunachal.

Redaksiku.com – Ketegangan di perbatasan Himalaya kembali memicu perdebatan politik yang sengit di India, terutama setelah berbagai laporan mengenai aktivitas militer Tiongkok di wilayah sengketa terus mencuat ke permukaan. Sejumlah politisi oposisi dan pengamat kebijakan luar negeri mendesak pemerintah untuk mengambil sikap yang jauh lebih tegas dalam menghadapi klaim teritorial Beijing. Kritik tajam ini menyoroti perlunya respons diplomatik yang tidak sekadar normatif, melainkan menuntut pemulihan status quo di kawasan strategis yang selama ini menjadi titik rawan.

Perdebatan ini berakar dari kekhawatiran mendalam mengenai keamanan nasional dan integritas teritorial India. Para tokoh politik berpendapat bahwa negosiasi tertutup yang berjalan lambat tidak memberikan hasil yang signifikan di lapangan. Oleh karena itu, desakan agar para pemimpin tertinggi berbicara secara terbuka dan blak-blakan mengenai kehadiran militer asing di wilayah yang diklaim kian menguat di ruang publik.

“Considering how China has occupied territories like Arunachal and Ladakh, the Prime Minister should speak bluntly and demand China’s withdrawal. That would be the greatest benefit India could derive…” demikian seruan yang disampaikan oleh para kritikus kebijakan luar negeri, yang menilai bahwa ketegasan verbal adalah langkah awal yang krusial sebelum membahas resolusi damai yang lebih komprehensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan agar pemerintah menuntut penarikan mundur pasukan Tiongkok dari wilayah sengketa mencerminkan meningkatnya tekanan domestik terhadap kebijakan luar negeri New Delhi.

Kawasan Ladakh dan Arunachal Pradesh telah lama menjadi saksi bisu rivalitas geopolitik antara dua kekuatan terbesar di Asia tersebut. Insiden bentrokan fisik di masa lalu, seperti yang terjadi di Lembah Galwan, meninggalkan trauma tersendiri bagi publik sekaligus mengubah lanskap keamanan regional secara drastis. Militer kedua negara dilaporkan terus memperkuat infrastruktur di sepanjang Garis Kontrol Aktual atau Line of Actual Control guna mengantisipasi eskalasi mendadak.

Di sisi lain, para pengamat pertahanan mencatat bahwa pendekatan militer saja tidak akan mampu menyelesaikan akar permasalahan sengketa perbatasan ini. Diperlukan kombinasi antara diplomasi tingkat tinggi, tekanan ekonomi, dan strategi aliansi regional untuk memastikan posisi tawar India tetap kuat di mata Beijing. Dialog militer yang telah berlangsung selama puluhan putaran terbukti berjalan lambat dan kerap menemui jalan buntu terkait rincian teknis penarikan pasukan.

Lebih dari 20 putaran pembicaraan tingkat komandan militer telah diselenggarakan oleh kedua belah pihak sejak krisis perbatasan memuncak pada tahun 2020.

Meskipun dialog terus berjalan secara berkala, penyelesaian permanen masih tampak jauh dari jangkauan. Beijing kerap mempertahankan posisinya tanpa memberikan konsesi berarti di lapangan, sementara New Delhi menegaskan bahwa normalisasi hubungan bilateral tidak mungkin tercapai tanpa pemulihan kondisi perbatasan seperti sediakala. Situasi ini menempatkan para pengambil kebijakan dalam posisi yang dilematis antara menjaga stabilitas regional dan merespons tekanan politik di dalam negeri.

Dinamika geopolitik ini juga menarik perhatian dunia internasional, mengingat stabilitas di kawasan Indo-Pasifik sangat bergantung pada hubungan bilateral antara kedua negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Berbagai negara mitra strategis terus memantau perkembangan situasi dengan seksama, menyadari bahwa setiap salah langkah di perbatasan Himalaya dapat memicu ketidakstabilan yang berdampak global.

Dinamika Perbatasan Himalaya

Hubungan bilateral India dan Tiongkok terus diwarnai oleh ketidakpercayaan yang mendalam menyusul belum adanya demarkasi perbatasan yang jelas di atas kertas. Garis Kontrol Aktual yang memisahkan kedua wilayah sering kali diinterpretasikan secara berbeda oleh masing-masing pihak, sehingga memicu patroli yang tumpang tindih dan insiden gesekan di lapangan.

Pemerintah India menghadapi tantangan ganda dalam mengelola krisis ini, yakni mempertahankan kedaulatan negara tanpa terseret ke dalam konflik berskala besar yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan modernisasi pertahanan dan pembangunan infrastruktur perbatasan yang masif dalam beberapa tahun terakhir dilakukan sebagai upaya untuk mengimbangi kapabilitas militer pihak lawan.

Penguatan infrastruktur sipil dan militer di wilayah perbatasan menjadi prioritas utama strategi pertahanan nasional untuk memastikan mobilitas pasukan yang cepat.

Meski tekanan politik dari oposisi terus meningkat, pemerintah berupaya menavigasi situasi pelik ini dengan mengandalkan pendekatan multi-dimensi. Ruang diplomasi tetap dibuka lebar meskipun ketegangan di lapangan belum sepenuhnya mereda. Publik dan para pembuat kebijakan sepakat bahwa penyelesaian damai melalui dialog tetap menjadi opsi utama, selama kepentingan kedaulatan nasional tidak dikompromikan.

Pertanyaan Umum

Mengapa perbatasan di Ladakh dan Arunachal Pradesh sering menjadi sengketa?

Wilayah tersebut tidak memiliki garis perbatasan yang disepakati secara resmi dan permanen antara kedua negara, yang diwarisi dari sejarah kolonial serta perbedaan interpretasi terhadap Garis Kontrol Aktual.

Apa tuntutan utama para kritikus terhadap pemerintah India?

Para kritikus mendesak agar kepemimpinan nasional bersikap lebih tegas secara terbuka dan secara eksplisit menuntut penarikan mundur pasukan Tiongkok dari wilayah yang dikuasai sejak krisis meningkat.

Apakah dialog militer sejauh ini membuahkan hasil?

Pembicaraan tingkat militer dan diplomatik telah berhasil meredakan ketegangan di beberapa titik rawan tertentu, namun penarikan pasukan secara menyeluruh dan penyelesaian permanen masih belum tercapai.

Ringkasan

Partai oposisi India mendesak pemerintah agar bersikap lebih tegas terhadap Tiongkok dan secara terbuka menuntut penarikan mundur pasukan di Ladakh dan Arunachal Pradesh. Desakan ini muncul akibat kekhawatiran atas integritas teritorial dan belum adanya penyelesaian permanen meski puluhan putaran dialog telah dilakukan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka
Kisah Masa Kecil PM Modi di Vadnagar dari Cerita Teman Lamanya
Australia Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga ke Negaranya
OKI Kutuk Serangan Kelompok Houthi terhadap Kota Suci Mekkah
Aaron Guckian Menangkan Nominasi Gubernur Rhode Island dari Partai Republik
Alasan Pedesaan China Kini Makin Diminati Wisatawan Asing
IPO Kilang Minyak Dangote Berpotensi Melonjakkan Kekayaan Aliko
Kecaman Publik Terhadap Unggahan Rasis Politikus Republik Texas

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 02:42 WIB

Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka

Kamis, 17 September 2026 - 17:43 WIB

Kisah Masa Kecil PM Modi di Vadnagar dari Cerita Teman Lamanya

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Australia Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga ke Negaranya

Rabu, 16 September 2026 - 21:16 WIB

OKI Kutuk Serangan Kelompok Houthi terhadap Kota Suci Mekkah

Rabu, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Aaron Guckian Menangkan Nominasi Gubernur Rhode Island dari Partai Republik

Berita Terbaru

Angga Kurniawan, sopir travel rute Surabaya Bali, menikmati perjalanannya di tengah padatnya rute antarprovinsi.

Pendidikan

Pengalaman Sopir Travel Rute Surabaya Bali dan Hiburan Malam

Jumat, 18 Sep 2026 - 04:24 WIB

Pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah memicu kekhawatiran pemerintah daerah terpaksa menaikkan pajak.

Viral

Dampak Pemangkasan TKD: Daerah Terancam Naikkan Pajak

Jumat, 18 Sep 2026 - 04:18 WIB

Andre Taulany memutuskan menikah lagi dengan Amanda Rigby setelah merenungkan perjalanan hidupnya.

Viral

Alasan Andre Taulany Menikah Lagi dengan Amanda Rigby

Jumat, 18 Sep 2026 - 03:47 WIB

error: Content is protected !!