Redaksiku.com – Minuman rempah tradisional kini bukan lagi sekadar penawar saat tubuh kurang sehat, melainkan telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup modern berkat perkembangan pesat Dawa Minuman Rempah. Jenama lokal ini berhasil membawa kembali kekayaan botani Nusantara ke tengah masyarakat luas melalui konsep usaha yang merakyat, terjangkau, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan usia.
Perjalanan jenama ini bermula pada masa pandemi Covid-19, ketika sang pencetus mulai merintis usaha secara mandiri tanpa langsung membuka jaringan kemitraan komersial kepada pihak luar. Berbekal keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, usaha tersebut perlahan-lahan dibangun dari skala kecil untuk menguji penerimaan pasar.
Dawa Minuman Rempah merintis usahanya sejak masa pandemi Covid-19 dengan hanya mengandalkan satu gerobak dorong berkonsep sederhana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Marketing Dawa Minuman Rempah, Andri Juwadi, menceritakan bahwa langkah awal pengembangan bisnis ini dilakukan secara mandiri dengan menjajakan produk langsung kepada konsumen tanpa target muluk-muluk. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga mengenai selera masyarakat terhadap olahan rempah murni yang dicampur dengan bahan-bahan alami lainnya.
“Awalnya kita belum pasarkan untuk yang lain. Kita coba promosi sendiri, jualan sendiri. Mulai dari satu gerobak, kemudian dua gerobak dengan konsep yang masih sederhana.”
— Andri Juwadi
Nama Dawa sendiri ternyata menyimpan makna filosofis yang mendalam bagi para pendirinya dalam mengarungi dunia bisnis kuliner dan minuman herbal. Dalam kosakata bahasa Arab, kata tersebut berarti obat, sementara dalam tradisi masyarakat Jawa diartikan sebagai sebuah rumah panjang yang kokoh.
Kombinasi makna filosofis tersebut kemudian diterjemahkan secara nyata ke dalam visi operasional perusahaan untuk membangun sebuah fondasi usaha yang berumur panjang dan konsisten memberikan manfaat luas. Manfaat ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang sedang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga bagi masyarakat sehat yang ingin menjaga kebugaran tubuh sehari-ai.
Visi besar tersebut dituangkan melalui ragam menu yang variatif, di mana saat ini Dawa menyediakan sekitar 13 pilihan racikan minuman berbasis rempah dan bahan pendukung. Berbagai pilihan menu unggulan yang ditawarkan kepada para penikmat kuliner nusantara mencakup beberapa variasi bahan alami, antara lain:
- Varian rimpang tradisional seperti kunyit, temulawak, dan kencur yang berkhasiat menjaga daya tahan tubuh.
- Pilihan pelengkap rasa alami seperti sirup rempah khas, susu segar, gula aren murni, serta madu pilihan.
- Racikan minuman jahe hangat serta berbagai menu tambahan termasuk olahan kopi untuk menjangkau selera kaum muda.
Hingga tahun 2026, Dawa Minuman Rempah telah mencatat pencapaian luar biasa dengan mengoperasikan sekitar 350 outlet di berbagai penjuru nusantara.
Perluasan Jaringan Kemitraan
Setelah menguji coba model bisnis secara mandiri selama beberapa tahun, manajemen akhirnya memutuskan untuk membuka peluang kerjasama kemitraan secara resmi pada tahun 2025. Keputusan strategis ini terbukti menjadi katalisator utama yang mendongkrak pertumbuhan jumlah outlet secara masif dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Jumlah total mitra yang telah terdaftar kini bahkan mendekati angka 500 pihak, di mana sebagian di antaranya masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi seperti pencarian lokasi strategis, penandatanganan kontrak, hingga persiapan grand opening. Jaringan operasional Dawa kini telah membentang luas mulai dari pulau Sumatera, wilayah Jabodetabek, seluruh Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga tanah Papua.
Sejumlah kota besar dan daerah yang telah menikmati kehadiran gerai minuman rempah ini meliputi Medan, Belitung, Jambi, Lampung, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Tegal, Banyuwangi, Samarinda, hingga Manado. Ekspansi berkelanjutan juga terus digencarkan menuju kawasan Indonesia timur lainnya seperti Makassar dan kota-kota penyangga di sekitarnya.
Dalam membangun jaringan bisnisnya, manajemen sengaja menghindari sistem waralaba konvensional yang kerap menerapkan aturan terpusat secara kaku tanpa ruang kompromi. Sebaliknya, pendekatan kemitraan dua arah dipilih agar terjalin komunikasi yang dinamis antara pihak pusat dan para mitra di daerah.
Model kerjasama yang fleksibel ini dinilai sangat efektif dalam mengakomodasi kebutuhan lokal sekaligus menjaga standar kualitas produk tetap terjaga di setiap cabang. Melalui skema ini, setiap kendala operasional dapat diselesaikan bersama secara kekeluargaan demi kemajuan bersama.
Pilihan Model Bisnis untuk Mitra
Untuk mempermudah calon pengusaha yang ingin bergabung, Dawa menyediakan dua opsi model kemitraan utama yang dapat disesuaikan dengan kapasitas dan kesibukan masing-masing, yakni:
- Model kemitraan mandiri, di mana mitra memegang kendali penuh atas operasional harian outlet setelah mendapatkan pelatihan menyeluruh dan bimbingan teknis dari tim pusat.
- Model sistem autopilot, yang dirancang khusus bagi para investor atau mitra yang memiliki kesibukan tinggi dan tidak ingin repot mengurus operasional harian secara langsung.
- Dukungan manajemen penuh pada sistem autopilot mulai dari penyediaan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, hingga pengawasan kualitas produk di lapangan.
Fleksibilitas pilihan ini terbukti mampu menarik minat berbagai kalangan masyarakat, mulai dari wirausahawan pemula hingga investor profesional yang ingin mendiversifikasikan portofolio bisnis mereka di sektor kuliner sehat.
Konsep Angkringan Minuman yang Merakyat
Kunci keberhasilan penetrasi pasar Dawa juga sangat bergantung pada strategi penentuan konsep outlet yang sengaja dibuat membumi dan akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Alih-alih memilih gerai mewah berbiaya tinggi di pusat perbelanjaan modern, manajemen konsisten mengusung konsep angkringan minuman sederhana.
Konsep angkringan minuman dipilih untuk menekan biaya operasional sekaligus mendekatkan produk rempah secara fisik kepada masyarakat luas.
Pendekatan bisnis yang santai dan tidak kaku ini memungkinkan para penikmat kuliner dari berbagai lapisan sosial untuk menikmati sajian herbal berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Semangat kerakyatan ini sejalan dengan misi utama perusahaan untuk memasyarakatkan kembali budaya minum rempah demi kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Ekspansi internasional Dawa dilakukan secara bertahap melalui pengukuran kapasitas internal yang matang agar kualitas produk tetap terjaga.
Ekspansi ke Pasar Internasional
Langkah gemilang Dawa tidak hanya berhenti di kancah domestik saja, sebab jenama lokal ini mulai melebarkan sayap penawarannya ke negara tetangga Malaysia. Kehadiran tiga titik outlet perdana di negeri jiran, yang terdiri dari satu di wilayah Sabah dan dua di Semenanjung Malaysia, menjadi batu loncatan penting untuk menguji daya saing produk lokal di tingkat global.

Keberhasilan awal di Malaysia telah memicu optimisme tinggi bagi manajemen untuk menjajaki peluang ekspansi lanjutan ke beberapa negara Asia Tenggara potensial lainnya seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Kendati demikian, seluruh rencana ekspansi global tersebut tetap akan dijalankan secara cermat dan bertahap seiring dengan pembenahan sistem manajerial di balik layar.
Pertanyaan Umum
Kapan Dawa Minuman Rempah mulai merintis usahanya?
Usaha minuman rempah ini mulai dirintis bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, di mana pada awalnya pengelola memasarkan produk secara mandiri menggunakan satu gerobak sederhana sebelum akhirnya membuka kemitraan.
Berapa banyak outlet Dawa yang sudah beroperasi saat ini?
Hingga tahun 2026, tercatat sudah ada sekitar 350 outlet Dawa yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah total mitra terdaftar mendekati angka 500 pihak.
Apa saja model kemitraan yang ditawarkan oleh Dawa?
Dawa menyediakan dua pilihan model kemitraan bagi para calon mitra, yaitu model kemitraan mandiri di mana mitra mengelola sendiri outletnya, serta sistem autopilot bagi mitra yang ingin seluruh operasionalnya dikelola langsung oleh pihak manajemen pusat.
Ringkasan
Dawa Minuman Rempah adalah jenama minuman herbal Nusantara yang sukses berkembang dari satu gerobak sederhana saat pandemi COVID-19 hingga memiliki sekitar 350 outlet di Indonesia dan merambah pasar Malaysia pada 2026. Bisnis ini menawarkan 13 varian menu rempah dan menyediakan pilihan kemitraan mandiri serta sistem autopilot.












