Tradisi Nyepi dan Makna Keheningan
Hari Raya Nyepi merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang dikenal sebagai Hari Raya Keheningan. Pada hari tersebut, masyarakat menjalankan sejumlah pantangan yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian.
Pantangan tersebut meliputi:
-
Tidak menyalakan api atau cahaya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Tidak bepergian
-
Tidak bekerja
-
Tidak melakukan hiburan
Selama Nyepi berlangsung, hampir seluruh aktivitas di Bali berhenti total, termasuk operasional bandara, lalu lintas kendaraan, serta kegiatan bisnis.
Tradisi tersebut menjadikan Bali sebagai salah satu daerah di dunia yang benar-benar mengalami keheningan selama satu hari penuh.
Kebijakan yang Sudah Berjalan Beberapa Tahun
Penghentian sementara layanan internet dan siaran televisi selama Nyepi sebenarnya bukan kebijakan baru. Langkah ini telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya menjaga kekhusyukan perayaan tersebut.
Berbagai pihak, termasuk operator telekomunikasi dan lembaga penyiaran nasional, umumnya telah menyesuaikan sistem operasional mereka agar dapat mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.
Pemerintah berharap kerja sama lintas sektor dapat terus terjaga sehingga tradisi Nyepi tetap dapat dilaksanakan dengan penuh penghormatan tanpa mengabaikan kebutuhan layanan publik.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara telekomunikasi, dan lembaga penyiaran, pelaksanaan Nyepi 2026 di Bali diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna spiritual bagi masyarakat.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






