Redaksiku.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng kembali menjadi sorotan setelah sejumlah agenda institusi digelar pada awal Juli 2026.
Momentum tersebut menegaskan komitmen Polda Jateng dalam memperkuat profesionalisme personel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperluas kontribusi sosial kepada masyarakat.
Salah satu agenda terbaru adalah kenaikan pangkat 2.595 personel Polda Jawa Tengah dan Polres jajaran periode 1 Juli 2026. Upacara laporan kenaikan pangkat digelar di Lapangan Mapolda Jawa Tengah pada Kamis, 2 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
2.595 Personel Polda Jateng Naik Pangkat
Kenaikan pangkat tersebut menjadi salah satu agenda penting Kepolisian Daerah Jawa Tengah setelah peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Dari total 2.595 personel yang naik pangkat, sebanyak 290 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Jateng. Rinciannya terdiri atas 21 perwira menengah, enam perwira pertama, 248 bintara, dan 10 tamtama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada periode ini, dua pejabat utama Polda Jateng juga mendapat kenaikan pangkat dari Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Keduanya adalah Karo Log Polda Jateng Brigjen Pol Nirboyo dan Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Pratama Adhyasastra.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas kinerja. Ia meminta setiap personel menjaga integritas, memperkuat soliditas, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Profesionalisme Jadi Tekanan Utama
Kepolisian Daerah Jawa Tengah menempatkan profesionalisme sebagai salah satu fokus utama dalam penguatan organisasi. Kenaikan pangkat dipandang bukan hanya sebagai pencapaian karier, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolda Jateng meminta personel Polda Jateng mampu menjadi penuntun dan teladan bagi masyarakat. Pesan itu sejalan dengan filosofi “Sang Damar Panuntun”, yaitu menjadi penerang dan sumber kebaikan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto juga menilai kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi institusi kepada personel yang menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik. Ia berharap momentum tersebut semakin memotivasi anggota untuk memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif.

Penanaman Pohon Jadi Simbol Pengabdian
Menariknya, kenaikan pangkat personel Kepolisian Daerah Jawa Tengah tidak hanya ditandai dengan upacara seremonial. Polda Jateng juga mengaitkan momentum tersebut dengan aksi kepedulian lingkungan.
Setiap personel yang memperoleh kenaikan pangkat diwajibkan menanam empat bibit pohon tanaman keras, seperti mangga, jambu, rambutan, dan trembesi, di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan jumlah personel yang naik pangkat mencapai 2.595 orang, sedikitnya 10.380 bibit pohon ditanam di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Gerakan tersebut diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Kombes Pol Artanto menyebut penanaman pohon menjadi simbol bahwa setiap kehormatan yang diterima anggota Polri harus diiringi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial dan lingkungan.
Polda Jateng Dorong Tertib Berlalu Lintas
Selain penguatan internal, Kepolisian Daerah Jawa Tengah juga fokus pada budaya tertib berlalu lintas. Polda Jateng sebelumnya menyiapkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan pendekatan edukatif, preventif, dan humanis untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan raya.
Operasi Patuh Candi 2026 digelar serentak mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Selama 14 hari pelaksanaan, polisi mengedepankan edukasi dan pencegahan, tetapi tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian adalah penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi untuk menghindari kamera Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. Penindakan terhadap pelanggaran seperti ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan disiplin dan keselamatan berlalu lintas.
Pendekatan Humanis Tetap Diutamakan
Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa penegakan aturan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan. Pendekatan edukatif dan preventif tetap menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng berupaya menekan pelanggaran, menurunkan risiko kecelakaan, dan membangun budaya tertib berlalu lintas. Langkah ini penting karena keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga kesadaran pengguna jalan.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian dari strategi komunikasi kepolisian. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan tidak hanya takut terhadap sanksi, tetapi memahami alasan di balik aturan keselamatan lalu lintas.
Peran Polda Jateng di Tengah Masyarakat
Sebagai kepolisian daerah, Polda Jateng memiliki peran besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Tugas tersebut mencakup pencegahan gangguan kamtibmas, penegakan hukum, pengaturan lalu lintas, pelayanan publik, hingga pengamanan kegiatan masyarakat.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya












