Redaksiku.com – Jakarta kembali menegaskan ambisinya untuk bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif melalui perhelatan akbar Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo atau yang dikenal luas sebagai JITEX 2026. Ajang strategis ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan total 275 stan dari berbagai sektor usaha. Penyelenggaraan tahun ini dirancang secara khusus untuk mendongkrak potensi transaksi ekonomi sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus rantai pasok pasar internasional.
Berlangsung dari tanggal 16 hingga 19 September 2026, pameran ini membawa tema besar yang sangat relevan dengan dinamika ekonomi saat ini. Penyelenggaraan JITEX 2026 merupakan buah dari kolaborasi solid antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau HIPPINDO. Kehadiran pameran ini sekaligus menjadi momentum penting dalam menyongsong perayaan usia emas Jakarta yang akan menginjak 500 tahun.
Penyelenggara JITEX 2026 memasang target ambisius potensi transaksi dan investasi mencapai sekitar Rp14 triliun, yang meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dari perolehan tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolaborasi Tanpa Beban Anggaran Negara
Ada hal yang cukup menarik dari skala penyelenggaraan pameran internasional ini. Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara ini digarap murni dengan semangat gotong royong tanpa menyedot dana dari APBN maupun APBD.
Model pembiayaan mandiri ini membuktikan bahwa ekosistem bisnis di ibu kota mampu bergerak secara otonom melalui sinergi lintas sektor. Budihardjo menjelaskan bahwa fokus utama pameran ini adalah menjembatani pertemuan antara wisatawan, pelaku perdagangan, dan para pemilik modal kakap dari berbagai belahan dunia.
Minat investasi yang masuk ke dalam radar pameran ini ternyata cukup beragam dan berskala besar. Sejumlah sektor andalan yang menjadi magnet utama bagi para investor meliputi bidang pengolahan makanan, pengembangan kawasan pergudangan, pembangunan kawasan industri, hingga penyediaan infrastruktur air bersih yang sangat dibutuhkan kawasan urban modern.
Berdasarkan catatan pihak penyelenggara, gelombang minat investasi terbesar sejauh ini datang dari tiga wilayah strategis di Asia, yaitu China, Hong Kong, dan Singapura. Melalui perpaduan skema pertemuan bisnis secara langsung atau business-to-business serta interaksi langsung dengan konsumen lewat business-to-consumer, para peserta mendapatkan ruang optimal untuk mewujudkan kesepakatan dagang yang konkret.
Sinergi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Keberhasilan sebuah kota global tidak bisa dilepaskan dari kekuatan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan baik. Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya JITEX 2026 karena mampu melihat pariwisata sebagai simpul penghubung yang sangat krusial.
Menurutnya, pariwisata bekerja sebagai ekosistem besar yang merajut berbagai bidang mulai dari moda transportasi, fasilitas akomodasi, ragam kuliner lokal, hingga industri kreatif dan UMKM. Konektivitas Jakarta yang semakin matang dinilai sebagai modal sosial yang sangat kuat untuk memantapkan posisinya sebagai pusat utama perjalanan bisnis, penyelenggaraan acara MICE berskala internasional, hingga pusat perkembangan fesyen tanah air.
Lebih dari itu, pameran tahun ini juga berjalan beriringan dengan pelaksanaan Festival Kekayaan Intelektual Jakarta 2026. Sinergi dua agenda besar ini sengaja dihadirkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kota tidak hanya berfokus pada perdagangan fisik, tetapi juga memberikan pelindungan hukum yang memadai bagi karya-karya intelektual masyarakat.
Kombinasi antara pameran perdagangan internasional dan festival kekayaan intelektual memperkuat posisi Jakarta sebagai episentrum ekonomi kreatif berbasis inovasi.
Rano Karno menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tercatat berada di angka 5,52 persen secara tahunan pada triwulan kedua tahun ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang patut diperhitungkan. Sektor perdagangan terbukti menjadi salah satu pendorong utama stabilitas angka tersebut, dan kreativitas warga lokal diyakini mampu melahirkan multiplier effect yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Selama empat hari penyelenggaraannya di JIEXPO Kemayoran, para pengunjung dan pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung seperti forum bisnis internasional dan sesi pencocokan bisnis melalui program P3DN. Rangkaian kegiatan terstruktur ini diharapkan mampu mencetak jutaan peluang baru bagi produk-produk buatan dalam negeri untuk naik kelas dan berbicara banyak di kancah global.
Pertanyaan Umum
Kapan JITEX 2026 diselenggarakan?
JITEX 2026 berlangsung selama empat hari mulai dari tanggal 16 hingga 19 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Berapa target transaksi yang ingin dicapai dalam pameran ini?
Penyelenggara menargetkan potensi transaksi dan investasi sekitar Rp14 triliun, mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 10 persen dari perolehan tahun sebelumnya.
Apakah penyelenggaraan JITEX menggunakan dana APBN atau APBD?
Tidak. JITEX 2026 diselenggarakan sepenuhnya secara mandiri melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah daerah serta asosiasi peritel tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.
Ringkasan
Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026 diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran pada 16–19 September 2026 dengan target potensi transaksi dan investasi sebesar Rp14 triliun. Pameran yang diikuti 275 stan ini bertujuan mendorong UMKM go global serta menarik minat investor dari China, Hong Kong, dan Singapura tanpa menggunakan dana APBN atau APBD.












