Redaksiku.com – Amerika Serikat mencatatkan defisit perdagangan barang dan jasa sebesar US$ 88,6 miliar pada Juli 2026, yang menjadi angka terbesar dalam 16 bulan terakhir. Lonjakan ini didorong oleh tingginya impor produk teknologi dan komputasi di tengah upaya penerapan tarif global oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Mengutip The Wall Street Journal, defisit perdagangan tersebut melonjak hingga 24% dibandingkan bulan sebelumnya. Sejumlah ekonom menilai data ini mencerminkan kekuatan ekonomi domestik serta kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan, namun berpotensi menjadi tantangan bagi kebijakan tarif proteksionis.
Pemerintahan Trump sebelumnya telah menerapkan tarif global yang tinggi untuk mengurangi defisit dan memperkuat sektor manufaktur domestik. Kendati demikian, penerapan gelombang tarif baru serta sengketa hukum justru memicu ketidakpastian rantai pasokan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan Impor Teknologi dan AI
Pengiriman komputer, aksesori, dan semikonduktor mendorong peningkatan impor sebesar 2,8% menjadi US$ 399,3 miliar pada Juli 2026. Di sisi lain, ekspor Amerika Serikat mengalami penurunan 2,1% menjadi US$ 310,7 miliar akibat berkurangnya pengiriman emas dan minyak mentah.
Pembangunan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan yang masif membuat impor barang modal mencapai rekor tertinggi. Defisit perdagangan dengan Taiwan, yang menjadi produsen utama cip global, bahkan mencapai rekor sebesar US$ 20,7 miliar pada bulan yang sama.
Defisit perdagangan barang dan jasa Amerika Serikat melonjak hingga mencapai US$ 88,6 miliar pada Juli 2026, mencatatkan angka terbesar dalam 16 bulan terakhir akibat lonjakan impor cip dan produk teknologi.
Pada paruh pertama tahun ini, nilai impor barang Amerika Serikat dari Taiwan tercatat mencapai US$ 143 miliar, melampaui total impor dari Tiongkok sebesar US$ 140 miliar. Pemerintah sebelumnya mengecualikan cip dan ponsel pintar dari daftar tarif untuk mendukung investasi sektor teknologi.

Faktor Mitra Dagang dan Ketegangan Geopolitik
Amerika Serikat mencatatkan defisit terbesar dengan Meksiko sebesar US$ 27,5 miliar dan Vietnam sebesar US$ 23,3 miliar. Defisit signifikan juga terjadi dalam perdagangan dengan Tiongkok, Korea Selatan, dan Malaysia.
Konflik terkait Iran serta penutupan Selat Hormuz turut menyebabkan volatilitas perdagangan melalui gangguan rantai pasokan minyak dan bahan baku. Sementara itu, perselisihan dagang dengan Kanada menambah ketidakpastian setelah pemberlakuan tarif timbal balik.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyatakan bahwa pembatalan sebagian kebijakan tarif oleh Mahkamah Agung sempat memicu lonjakan impor. Pemerintah berencana memberlakukan kembali aturan pungutan tersebut dalam beberapa minggu ke depan guna menekan angka impor.
Pertanyaan Umum
Mengapa defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak pada Juli 2026?
Lonjakan defisit disebabkan oleh tingginya impor produk teknologi, komputer, dan semikonduktor untuk mendukung pembangunan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan.
Negara mana yang mencatatkan defisit terbesar dengan Amerika Serikat?
Defisit perdagangan terbesar dicatatkan Amerika Serikat dengan Meksiko, Vietnam, Tiongkok, dan Taiwan.
Bagaimana respons pemerintah terhadap kenaikan defisit ini?
Pemerintahan Amerika Serikat berencana memberlakukan putaran tarif baru terhadap puluhan negara serta memperketat aturan impor guna memperkuat sektor manufaktur dalam negeri.
Ringkasan
Defisit perdagangan AS melonjak ke US$ 88,6 miliar akibat tingginya impor teknologi, memicu pertanyaan atas efektivitas kebijakan tarif Trump.












