Seorang perempuan paruh baya tetapi masih terlihat muda seketika marah saat mendengar ucapan Amora barusan, dia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
Di kamar terlihat Amora yang meletakkan totebagnya di atas meja belajarnya, setelah itu dia pergi ke kamar mandi beberapa menit dan keluar dengan pakaian yang berbeda.
Amora melempar tubuhnya di atas kasur king sizenya dengan hembusan nafas panjang, dirinya dengan kuat merasakan tubuhnya yang sangat lelah setelah seharian tidak beristirahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perempuan cantik itu memejamkan matanya sejenak sebelum pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Tok!
Tok!
Tok!
Dengan sedikit kesal Amora beranjak dari kasurnya menuju pintu kamarnya, “Ada apa, Pa?”
“Kamu ngga lupa sama yang Papa bilang kemarin ‘kan, cantik?” tanya Papa Amora dengan senyum tipis yang masih terlihat jelas.
“Iya, Pa. Mora siap-siap dulu ya” jawab Amora yang tidak lupa dengan ucapan Papanya kemarin siang.
“Iya, Papa tunggu di bawah ya” balas Papa Amora yang lalu berjalan pergi.
Amora menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju walk in closet yang berada dekat dengan kamar mandinya.
Gadis cantik itu bersiap dengan cepat dan setelah itu berjalan turun ke lantai 1 yang di mana di sana sudah terdapat Papa, Mama serta seorang perempuan seusianya yang menatapnya remeh.
Mendapatkan tatapan remeh itu tidak membuat Amora gentar untuk terus melangkah mendekat ke arah mereka bertiga yang sudah sangat rapi dan siap untuk pergi ke sebuah pertemuan.
“Sudah siap, Mor?” tanya Papa Amora.
Amora hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Papanya pun melangkah terlebih dahulu untuk keluar dari mansion besar itu dan diikuti oleh wanita paruh baya yang memakai baju senada dengannya.
Setelah itu disusul perempuan seusia Amora yang tadi menatapnya remeh dan terakhir Amora, keempat orang itu berjalan keluar menuju mobil yang sudah siap untuk dikendarai oleh Papa Amora.
Setelah semua masuk, mobil rolls royce berwarna putih itu pun bergerak setelah Papa Amora menancapkan gas dan menggerakkannya untuk keluar dari halaman mansion besar yang sangat luas itu.
Bersambung……
https://www.redaksiku.com/choose-happiness-part-1/
Halaman : 1 2






