Salah satu masalah yang sering dihadapi banyak orang yaitu sulit untuk membedakan prioritas dan keadaan mendesak/kewajiban. Hidup terbentuk dari dari cara menghabiskan menit, jam, dan hari.
Mengetahui masalah adalah hal terpenting untuk cara untuk bisa menemukan kebebasan dan kedamaian. Langkah pertama menuju kedamaian batin adalah mengakui kenyataan bahwa benar2 tidak mengetahui jawaban untuk banyak hal.
Semakin berdamai dengan kenyataan bahwa tidak mengetahui, dan semakin melangkah kedalam dan kearahnya, semakin cepat merasa damai. Tetapi, sesuatu didalam diri kita lebih suka untuk tetap tinggal ditempat yang kita kenal, sekalipun hal itu menyakitkan, daripada melangkah ke wilayah yang tidak diketahui.
Kunci untuk menambah kebebasan adalah terlebih dahulu untuk menerima keberadaan sangkar. Tindakan baru ini bisa diambil ketika rasa sakit sudah melewati batas dan menjadi tak tertahankan. Tetap tinggal disangkar, tetap berdiam diri, mempertahankan pandangannya sebagai status quo, berarti menjamin rasa sakit. Dan rasa sakit itu akan menjadi semakin buruk untuk selamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang diperlukan untuk menjadi bebas hanyalah sekedar kemauan untuk mengakui hal yang tidak diketahui sebagai tidak terlalu berisiko dibandingkan hal yang sudah diketahui dan mengambil langkah. Ketika hal ini terjadi,hal yang tidak diketahui akan dilihat melalui sudut pandang yang berbeda.
Setiap pengalaman akan berakhir dan berlaku sama seperti pikiran.Namun dengan menjadi lebih menerima, terbuka, memahami, mengenali dan jujur dengan kesedihan, 2 hal akan terjadi. Akan merasa lebih nyaman dengan masalah/ prosesnya.
Keseriusan dari satu jenis kesedihan tidak akan bisa untuk meniadakan hubungan akan kesedihan lain. Ketika membuka hati dan mengakui serta memperhatikan rasa sakit dengan kebaikan hati dan belas kasih terhadap diri sendiri dan rasa sakit kita, kita juga akan selalu mempunyai kesempatan untuk memandangnya berbeda.
Kita biasanya lebih pelit dengan waktu dan uang ketika berpusat pada diri dan kekhawatiran sendiri. Seseorang yang bisa menyembuhkan lebih tertarik untuk menghibur daripada dihibur.
Bahkan tanpa menyadari sama sekali menggunakan standar yang sepenuhnya berbeda untuk menilai orang lain daripada untuk menilai diri sendiri.Kegagalan tidak lebih dari khayalan yang tampak seperti kekecewaan.Kegagalan tergantung pada pikiran dan persepsi dari pemikirnya.Ketika diam dan tenang, membuka jalan yang digambarkan sebagai kecerdasan universal.
Hidup hanya satu alasan yang diikuti oleh kesalahan lain dengan sedikit jeda diantaranya. Kegagalan itu seolah semacam sebuah ilusi yang digerakkan diperkuat oleh pikiran.Kita adalah apa yang kita pikirkan.Kita adalah jiwa yang tinggal di tubuh kita.Tubuh tidak memerlukan penyembuhan, yang memerlukan penyembuhan adalah pikiran yang berpikir bahwa tubuh itu sakit.
Pikiran bagaikan komputer canggih dengan informasi terlalu banyak. Pikiran kemungkinan berputar dalam lusinan arah berbeda.Ketika kita melihat sesuatu yang dianggap menakutkan/mengancam, kita melakukan salah satu dari 2 pilihan itu adalah semakin keras kita melawan dan semakin keras kita jatuh.
Hal yang Paling tidak ingin dilakukan merupakan jalan keluar. Hidup akan melakukan apa yang ingin ia lakukan. Tidak menyerah pada gelombang pasang karena ingin tenggelam. Anda ingin menyerah pada arus karena ingin selamat. Tidak adanya perlawanan menjadi kekuatan. Pikiran merupakan pihak yang bertanggung jawab akan perasaan.Kesejahteraan tergantung pada pikiran yang berada diotak pada suatu saat tertentu.
Tidak ada yang berubah disekitar anda. Anda hanya seperti melihatnya untuk pertama kali. Bahkan hal2 yang sudah pernah anda lihat sebelumnya kini terlihat lebih jelas dan akurat.Pikiran merupakan faktor terpenting dalam menentukan tingkat kebahagiaan, kualitas hubungan, dan perasaan.
Melepaskan pikiran membantu kita mengatasi segala sesuatu, sedangkan berfokus pada pikiran membuat pikiran tetap hidup.
Perasaan ada untuk memperingatkan agar tidak menggunakan pemikiran untuk menciptakan kesulitan dalam hidup dan untuk membawa kembali pada kemampuan alamiah yang sehat supaya bisa menjalani hidup secara optimal
Pikiran tidak selalu mengatakan kebenaran.Kesadaran yang sesungguhnya tentang fakta bahwa pada kenyataanya memang sedang berpikir.Mengurasi rasa sakit memberi alternatif dari kebiasaan seumur hidup untuk menguatkan, melawan, dan berlari dari sesuatu yang kita suka/ takuti.
Kita harus melewati proses yang akan sedikit berbeda untuk setiap orang, satu nya kesamaan adalah rasa sakit.Gagasan tentang persamaan, pengalaman bersama, memungkinkan untuk melepas kebencian dan fokus yang besar pada ketidaksukaan pada orang lain.
Kunci menuju kehidupan efektif adalah melepaskan masa lalu sehingga pengalaman di masa sekarang dan masa yang akan datang tidak tercemar.Kadang terlihat bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merasa yakin bahwa tidak membuat situasi buruk menjadi lebih buruk lagi.Semakin efektif dalam menjalani hidup semakin mudah melihat gambar yang lebih besar mencakup solusi dari masalah serta persoalan yang dihadapi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






